Berjalan Bersama Allah Yang Setia

Mazmur 121 : 1 – 8

01 Januari

Kamis

K

ita telah memasuki tahun yang baru, tahun anugerah pemberian Tuhan. Kita bersyukur karena Tuhan setia menjaga dan menolong. Memasuki tahun baru berarti memasuki jalan yang belum pernah kita tempuh. Kita tidak tahu apa yang menanti, berkat, tantangan, perubahan, bahkan mungkin pergumulan baru. Firman Tuhan hari ini mengajak kita memulai perjalanan ini dengan satu sikap: mengangkat mata kepada Tuhan dan berjalan bersamaNya karena Tuhanlah satu-satunya Penolong. Kekuatan kita bisa saja melemah menjalani hidup ini, namun Tuhan tetap akan menjaga. Ia tidak akan membiarkan kaki kita goyah. Ini bukanlah janji bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan, tetapi janji bahwa dalam ketidakpastian pun, langkah kita ditopang oleh tanganNya. Kita hanya perlu menyerahkan hidup bagi Tuhan kendalikan, sebab hidup ini adalah ‘peziarahan iman’ bersamaNya. Jangan mengurung diri dengan kehendak dan kekuatan diri sendiri. Yakinlah, jika kita mengandalkan Tuhan, Ia menjaga keluar-masuk kita, maka masa depan pun ada dalam tanganNya dan kita aman terpelihara.

Doa: Terima Kasih Tuhan untuk tahun yang baru. Berjalanlah bersama kami sehingga kami terus menikmati kemuliaanMu. Amin.

Mazmur 25 : 8 – 12

02 Januari

Jumat

Berjalanlah Dalam Jalan Tuhan Dan Nikmati Kasih Setia-Nya

S

ering ku tak mengerti jalan-jalanMu, Tuhan. Bagai di belantara yang kelam. Tanpa seribu tanya namun tetap percaya, jejakMu Tuhan sungguh sempurna….” Sepenggal syair lagu ini mengajak kita untuk mengerti dan memahami bahwa hidup dalam jalan Tuhan adalah yang terbaik dan seharusnya menjadi pilihan setiap manusia. Namun adakalanya kita tidak memahami jalan-jalan Tuhan. Kita tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan tantangan atau pergumulan terjadi dalam kehidupan kita. Tetapi pemazmur mengatakan: segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi yang berpegang pada janji dan peringatanNya. Artinya, setiap tantangan ada tujuannya, setiap pergumulan ada maksudnya. Karena itu, orang yang berpegang pada kasih setia Tuhan, akan tetap kuat, meskipun banyak badai yang datang karena Ia berpegang pada Tuhan. Sebagai orang percaya kita harus meyakinkan hidup untuk tetap berjalan sesuai dengan jalan Tuhan. Kita tidak akan pernah kecewa ketika berjalan bersamaNya. Dia akan terus menopang dan meneguhkan kita dalam perjalanan kehidupan.Untuk itu tetaplah berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya agar kita beroleh hikmat. Mintalah TuntunanNya hari demi hari dengan penuh kerendahan hati. Tunduklah kepada firmanNya dan biarkan Tuhan membentuk pikiran, keputusan dan rencana kita dalam menempuh perjalanan di tahun baru ini.

Doa: Ya Tuhan, arahkanlah kami untuk berpegang pada perjanjian dan peringatanMu agar kami selalu berjalan dalam kasihMu. Amin..

03 Januari

Sabtu

Ulangan 5 : 32 – 33

Ikuti Jalan Tuhan dan Jangan Menyimpang Ke Kiri Dan Ke Kanan

Setiap transportasi yang beroperasi memiliki jalur yang telah ditetapkan. Baik itu di darat, laut dan udara. Semisal, kita amati pesawat yang sedang terbang, sepertinya pesawat itu bisa bergerak bebas ke mana saja. Namun, pesawat itu sebetulnya terbang sesuai dengan jalurnya. Meleset satu derajat saja, bisa terjadi kecelakaan.  Bangsa Israel dalam firman Tuhan hari ini juga telah ditetapkan berjalan dengan jalur atau rute perjalanan yang mereka harus tempuh. Perjalanan itu menuntut mereka untuk taat dan patuh. Tidak boleh menyimpang ke kiri atau ke kanan tetapi tetap di jalan yang ditentuka. Mereka diingatkan untuk tetap setia dalam iman dan percaya, tetap bersandar dan mengandalkan Tuhan, tetap berpegang teguh pada petunjuk dan perintah di dalam Firman Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan telah melengkapi mereka dengan petunjuk dan arah perjalanan yang akan dilalui. Tuhan juga memberi semangat agar tetap berjalan di jalan Tuhan. Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Tuhan menyatakan peraturan dan perintahnya melalui firman-Nya dalam Alkitab. Jika kita mengikuti peraturan dan perintah Tuhan, kita bukan hanya akan hidup dan mengalami keadaan yang baik, tapi akan menikmati anugerahNya. Maka, ikutilah jalan Tuhan, jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri.

Doa: Tuntun jalan hidup kami Tuhan, sehingga tidak menyimpang dari jalanMu. Amin.

Mazmur 97 : 1 – 12

04 Januari

Minggu

Kasih dan Pemeliharaan Tuhan Menghadirkan Sukacita

A

pa yang membuat orang percaya kuat dalam menjalani hidup sehari-hari? Sukacita! Ya, sukacita harus menjadi bagian dari hidup kita. Ini mungkin terasa sulit bagi kita karena ada begitu banyak masalah yang terkadang membuat sukacita menjadi hilang. Jadi, bagaimana kita dapat bersukacita? Jawabannya ada pada ayat terakhir bacaan ini; “Bergembiralah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus”. Tuhan adalah sumber sukacita kita. Pemazmur menyatakan bahwa ketika Tuhan memerintah, seluruh bumi dipanggil untuk bersukacita. Namun sukacita itu bukan karena keadaan dunia yang selalu baik, melainkan karena Pribadi yang memerintah: Allah yang adil, kudus dan setia. Oleh karena itu, kepada Allah saja kita patut bersyukur. Jika tahun yang lalu pemeliharaan Tuhan sempurna atas hidup kita, atas pelayanan gereja ini. Itu semua karena kasih Tuhan. Maka kita pun yakin, di tahun yang baru ini kasih Tuhan pun akan menyertai kita. Kekuatan baru dan sukacita telah kita miliki dari Tuhan Yesus yang rela berkorban demi kita. Mantapkan langkah, bencilah kejahatan dan teruslah setia.

Doa: Terima kasih Tuhan buat kasih dan pemeliharaanMu bagi hidup kami. Amin.

Mazmur 105 : 1 – 6

05 Januari

Senin

Bersyukur dan Memuji Tuhan Karena PemeliharaanNya

M

azmur 105:1-6 berisikan ajakan untuk bersyukur yang lahir dari ingatan akan karya Allah. Bangsa Israel mengalami pemeliharaan Allah dari perbudakan di Mesir sampai masuk ke tanah perjanjian. Pemazmur mengundang umat untuk memuji Tuhan, bersyukur dan menceritakan perbuatanNya yang ajaib. Perbuatan Allah layak diceritakan: kasih-Nya, pemeliharaan-Nya, penyertaan-Nya, kuasa-Nya. Ketika kita bercerita tentang Tuhan, sebenarnya kita sedang meneguhkan diri sendiri dan menguatkan orang lain. Itulah yang harus kita lakukan, menjadi pembawa kabar baik karena kita pun telah mengalami karya Allah dalam hidup. Karena itu, tidak ada kata lain yang terucap dari mulut kita selain “Syukur kepada Tuhan”. Sepanjang tahun ini tentu akan ada banyak hal kita alami, namun yang pasti mengingat perbuatan Tuhan adalah fondasi iman kita. Ketika kita mengingat bagaimana Tuhan menolong kita, bagaimana Tuhan mengampuni, bagaimana Tuhan membuka jalan, bagaimana Tuhan memelihara, maka kita kembali diteguhkan bahwa Allah yang menolong dahulu, adalah Allah yang sama hari ini. Maka tanpa dipaksa, dengan hati yang penuh syukur, ceritakanlah kebaikan Tuhan sepanjang hidup kita.

Doa: Syukur dan terima kasih ya Tuhan atas kasih dan pemeliharaanMu. Amin.

Mazmur 105 : 7 – 11

06 Januari

Selasa

Allah Pelihara

K

ita masuk di awal tahun ini dengan membawa banyak pertanyaan. Seperti apakah hidup kita di tahun ini? Mungkinkah kita bahagia? Mungkinkah masalah kita terselesaikan? Mungkinkah rumah tangga kita bersatu kembali? Mungkinkah masa depan anak-anak kita menjadi jauh lebih baik? dan sejumlah pertanyaan lain. Kita harus mengakui bahwa tidak ada hal apapun yang bisa dijadikan sebagai pegangan kita dalam menjawab semua pertanyaan itu. Namun sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa Tuhan pasti pelihara kita. Kita tahu dalam satu perjanjian Allah berjanji untuk memberi Abraham banyak keturunan dan tanah yang dapat menjadi milik pusaka mereka. Janji ini diulangi lagi kepada Ishak dan kepada Yakub. Dalam perjanjian yang kedua, Allah memberi Hukum Taurat kepada Musa dan orang Israel di Sinai. Sebagai bagian dari ikatan perjanjian itu, Israel harus taat dan hanya menyembah kepada Tuhan Allah. Kita pun diajak melalui teks ini untuk mengingat pemeliharaan Allah yang setia pada perjanjian-Nya bagi sekian generasi. Maka, masuki tahun baru ini dengan sukacita karena ada jaminan pemeliharaan Tuhan. Bangunlah hidup yang bersandar pada janji Tuhan, bukan pada perasaan atau keadaan. Ingat kembali karya Tuhan dalam hidup pribadi, keluarga dan jemaat dan teruskan warisan iman itu kepada generasi anak cucu kita. Jangan mudah lupa atau berubah. Responilah kesetiaan Tuhan dengan ketaatan.

Doa: Tuhan Yesus pelihara dan berkatilah hidup kami di tahun yang baru ini, Amin

Tuhan Pembela yang Setia

07 Januari

Rabu

Mazmur 105 : 12 – 15

P

ernahkah kita merasa terpojok karena diperlakukan tidak baik oleh orang lain? Pastinya perasaan kita sangat tidak enak. Kita merasa dipermalukan, tetapi juga bingung sebab kita tidak tahu kemana harus mengadu. Hal yang lebih menyakitkan dari situasi ini adalah ketika tidak ada seorangpun yang bersama kita. Tidak ada yang membela kita. Hari ini ada kabar sukacita yang disampaikan kepada kita. Bacaan ini memberikan kepada kita pengharapan. Tuhanlah pembela kita. Allah memerintahkan Abraham meninggalkan rumahnya sehingga ia dan keturunannya tidak mempunyai tempat tinggal sampai mereka memasuki tanah Kanaan. Perlindungan Allah sangat terlihat dalam cerita Abraham dan raja Abimelek. Allah tampil sebagai Pembela dan tidak membiarkan umat pilihan-Nya diperlakukan sewenang-wenang. Walau jumlah tidak seberapa dan harus mengembara awalnya, namun Allah bersama mereka. Allah membela mereka dengan cara-Nya. SabdaNya: ”jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku.” Kita juga adalah orang-orang yang diurapi Tuhan. Kita beroleh kemurahan hati Tuhan.Hidup yang berubah-ubah, tidak membatalkan penyertaan Tuhan. Atas dasar itu maka jangan takut ketika merasa kecil dan tidak dianggap atau dibela. Kita mempunyai pembela yang tidak bisa dikalahkan. Namanya adalah Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus jadilah Pembela bagi kami, Amin

08 Januari

Kamis

Mazmur 105 : 16 – 22

Tangan Tuhan Pelihara

H

ari ini adalah batas akhir pengumpulan uang semester Jefry. Ia telah menyampaikan informasi itu pada hari Selasa kepada kedua orangtuanya. Tetapi papa dan mamanya berkata bahwa keuangan mereka tidak cukup untuk membayar. Uang mereka telah terpakai untuk membayar angsuran motor pada hari Senin. Jefry kecewa dan mulai putus asa tetapi ia berusaha menenangkan diri. Ia berdoa memohon pertolongan Tuhan. Ayah dan ibunya menyarankan ia meminta keringanan dari kampus. Tiba-tiba Jefry dihubungi oleh dosennya. Rupanya dosennya meminta Jefry untuk datang ke rumahnya agar mengecat rumah dosennya dan ia diberi uang yang dapat membantunya membayar uang kuliah. Pemeliharaan Tuhan memang kadangkala tidak dapat kita bayangkan. Mazmur ini memperlihatkan kebenaran itu. Tuhan memelihara hidup umat di waktu kesusahan dengan cara-Nya. Salah satunya adalah Tuhan memakai orang lain sebagai tangan-Nya untuk menolong. Teks hari ini mengingatkan umat akan peristiwa kelaparan dan kehadiran Yusuf di Mesir sebagai penyelamat mereka. Yusuf sebelumnya dijual oleh saudara-saudaranya. Ia juga mendapatkan fitnah dari istri Potifar. Tetapi ternyata Tuhan menyiapkan Yusuf untuk menolong umat Israel ketika kelaparan melanda. Jefry ditolong Tuhan melalui dosennya. Ia akhirnya bisa membayar uang semester. Maka ingatlah, Tuhan dapat memakai orang lain menjadi tangan-Nya untuk memelihara hidup kita. Bersyukur dan bersukacitlah!.

Doa: Terima kasih Tuhan karena ada oranglain yang jadi tanganMu untuk menolongku, Amin

09 Januari

Jumat

Mazmur 105 : 23 – 36

Tuhan Pembuat Mujizat

K

ita pasti pernah mengalami situasi dimana kita merasa tidak ada jalan. Seolah berhadapan dengan kemalangan yang tidak dapat dihindari. Namun kita pun tentu mengalami apa yang disebut sebagai mujizat. Jalan terbuka dan kita diluputkan karena mujizat. Seluruh kesaksian Alkitab mengisahkan banyak mujizat yang dibuat oleh Allah. Bacaan ini mengingatkan umat melalui cerita tentang apa yang terjadi atas keturunan Yakub ketika menetap di Mesir sebagai orang asing.Ketika orang Israel makin berkembang, orang Mesir menjadi musuh dan memperbudak mereka. Sebagai tanggapan atas penindasan, Tuhan memilih Musa dan Harun untuk berbicara kepada Firaun agar ia membebaskan bangsa Israel. Penolakan Firaun membuatnya mendapatkan serangkaian malapetaka sebagai bentuk mujizat Tuhan. Itulah perbuatan tangan Tuhan yang layak dikagumi dan diceritakan. Sepanjang bulan Januari ini kita belajar memahami anugerah Allah yang dinyatakan melalui pemeliharaan kehidupan semesta. Karya Allah itu membuat kita bersukacita sebab mujizat-Nya memelihara hidup kita. Marilah hadapi hari-hari hidup dengan penuh pengharapan. Bila kita benar-benar tidak berdaya, percayalah Tuhan sanggup membuat mujizat terjadi dalam hidup kita. Ia sanggup menolong kita.

Doa: Tuhan Yesus kami perlu mujizat-Mu. Amin.

Mazmur 105 : 37- 45

10 Januari

Sabtu

Tuhan Memimpin Tiap Langkah

L

irik lagu KJ No.408” di jalanku ku diiring”, kesukaan teman saya. Ketika saya bertanya alasan ia menyukainya, maka ini yang ia sampaikan: Lagu ini membuat saya terhibur dan dikuatkan. Walau dalam situasi apapun saya percaya Tuhan akan tetap iring langkah saya”. Memang seharusnya demikianlah keyakinan kita sebagai orang percaya. Pemazmur mengungkapkannya secara jelas di dalam teks ini. Ingatan akan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari tanah perbudakan Mesir menjadi bagian yang kembali diceritakan pemazmur. Tuhan menuntun mereka keluar dengan membawa emas dan perak bangsa Mesir. Awan dan api sebagai lambang penyertaan. Burung puyuh dan air disediakan secara ajaib dalam pengembaraan mereka. Tuhan memimpin mereka dan karena itu mereka keluar dengan kegembiraan dan sorak-sorai. Sebagaimana Tuhan memimpin umat Israel dahulu, maka kita pun diharapkan memberi diri dipimpin Tuhan. Tahun ini penuh rahasia. Kita tidak tahu apakah yang akan terjadi. Tetapi satu yang pasti yakni Tuhan tidak tinggalkan kita. Tuhan pasti memimpin tiap langkah dalam perjalanan kita di tahun 2026.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk selalu hidup dalam Iman. Amin

Aku adalah Aku: Kemuliaan Allah Membebaskan Hidupmu

Keluaran 3 : 1 – 15

11 Januari

Minggu

M

usa tidak sedang mencari Tuhan ketika semak itu menyala. Ia hanya menjalani hari-hari biasa sebagai gembala, di padang gurun yang sunyi. Namun justru di ruang keseharian yang tampak berulang itu Tuhan memanggil. Banyak orang mengira kemuliaan Allah hadir dalam peristiwa besar. Padahal sering kali Ia menyentuh kita melalui ruang keseharian kita: kelelahan yang kita rasakan, pergumulan yang kita pendam, atau rasa tidak mampu yang kita sembunyikan. Di sanalah Tuhan menyatakan diri-Nya. Ketika Ia berfirman, “Aku adalah Aku,” itu berarti Allah hadir bukan karena keadaan kita, tetapi karena sifat-Nya yang setia. Kemuliaan Allah bukan sekadar cahaya surgawi, tetapi kesediaan-Nya turun tangan membebaskan manusia dari penindasan dan tekanan hidup. Jika hari ini hidup terasa berat, ingatlah: Allah yang memanggil Musa adalah Allah yang memanggil kita. Ia mendengar, Ia peduli, Ia bertindak. Ia mengutus kita membebaskan kehidupan orang lain pula dari berbagai belenggu yang membuatnya tidak dapat menikmati kehidupan ini secara baik dan berkualitas. Ketika Allah mengutus, Ia menyertai.

Doa: Tuhan, Hadirlah dan Tolonglah Kami. Amin.

Mazmur 116 : 6 – 7

12 Januari

Senin

Tuhan Memelihara Orang yang Sederhana

P

emazmur menyebut dirinya “orang sederhana,” bukan karena ia kurang kemampuan, tetapi karena ia memilih hidup jujur dan apa adanya di hadapan Tuhan. Ia tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri. Dunia menuntut kita untuk selalu tampak kuat, tetapi Mazmur ini mengingatkan bahwa justru ketika kita mengakui ketidakberdayaan, Tuhan bertindak. Kesederhanaan hati bukan kelemahan, melainkan ruang yang memungkinkan kasih Tuhan bekerja. Sebab itu seperti pemazmur, kita dapat berkata kepada diri kita: “Kembalilah tenang, hai jiwaku.” Ketika kita menyerahkan hidup kepada Tuhan, tenang bukan berarti tidak ada persoalan, atau masalah hilang, tetapi karena kita tahu kepada siapa kita bersandar. Tuhan tetap sama. Hari ini, mari bekerja dengan meminta kekuatan dari Tuhan, dan bila malam telah tiba bersyukur serta beristirahatlah dalam pemeliharaan Tuhan. Kita tidak perlu kuat setiap waktu. Cukuplah hidup jujur di hadapan Tuhan. Ia tidak mengecewakan hati yang jujur. Tuhan ingin kita selalu mengingat kebaikanNya, agar hati kita kembali tenang.

Doa: Terima kasih Tuhan karena Engkau memelihara orang lemah dan sederhana, Jiwaku sungguh tenang Tuhan. Amin.

Tuhan Menyediakan Kebutuhanmu

1 Raja – Raja 17 : 1 – 6

13 Januari

Selasa

E

lia berada di tengah masa krisis. Namun Tuhan memeliharanya melalui cara yang tidak terduga: burung gagak mengantarkan roti dan daging setiap hari. Tuhan sering bekerja melalui jalan yang tidak kita bayangkan. Hal itu terjadi melalui kesempatan kecil yang tiba-tiba muncul, seseorang yang menolong tanpa alasan, atau kekuatan hati yang tiba tanpa kita sadari. Pemeliharaan Allah tidak selalu megah, tetapi selalu cukup. Dalam hidup kita, ada masa ketika sumber daya tampak menipis dan harapan terasa jauh. Teks ini mengingatkan kita bahwa Tuhan menyediakan secukupnya setiap hari. Ia tidak pernah kehabisan cara untuk menolong. Tidak berlebihan dan tidak juga kurang. Cukup untuk hari ini. Itu pun adalah anugerah yang limpah. Bersyukurlah atas limpahnya pemeliharaan Tuhan dan ingatlah ketika keadaan hidup menjadi sulit, percaya bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan. Tidak ada masalah tanpa pemeliharaanNya.

Doa: Cukupkan keperluan kami hari ini Tuhan. Amin.

14 Januari

Rabu

Yesaya 46 : 3 – 4

Tuhan Memelihara Sampai Masa Putih Rambut

F

irman ini sungguh menyentuh: Tuhan memikul kita sejak dalam kandungan, dan menggendong sampai masa rambut memutih. Ini bukan janji yang bersyarat. Ini pernyataan kasih yang berlangsung seumur hidup. Tidak ada musim hidup, masa muda, sibuk bekerja, menjadi orang tua, atau memasuki lanjut usia, di mana Tuhan berhenti memelihara. Kita sering cemas tentang masa depan. Tentang kesehatan, anak, biaya hidup, atau hari tua. Namun Tuhan mengingatkan bahwa pemeliharaan-Nya bukan hanya hari ini, tetapi sampai akhir perjalanan hidup. Jika rambut memutih menandai waktu yang berjalan, maka itu juga menandai kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berkurang. Di saat kita mudah berubah, kasih Tuhan tidak pernah bergeser dan berubah. Bersyukurlah jika kita masih diberi waktu hingga memutih rambut, sebab itu bukti kasih Tuhan yang menanggung, memikul, menggendong dan menyelamatkan. Percayakan kendali hidup kita kepada Allah yang lebih tahu jalan-jalan hidup ke depan. Dalam gendongan Tuhan kita aman dan selamat.

Doa: Tuhan, terima kasih, Engkau Setia Selalu sepanjang hidup kami. Amin.

15 Januari

Kamis

Mazmur 55 : 23 – 24

Jangan Khawatir, Tuhan Memeliharamu

P

emazmur mengajak kita menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan. Kekhawatiran sering membuat kita merasa harus mengendalikan segalanya. Namun iman mengajak kita untuk membiarkan Tuhan menopang hidup kita. Menyerahkan kekhawatiran bukan berarti pasrah tanpa upaya. Itu adalah keberanian untuk percaya bahwa kita tidak berjalan sendiri. Pemeliharaan Tuhan berarti Ia tidak membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Setiap langkah kita ditopang tangan-Nya. Ia menanggung dan memastikan kita tetap berdiri. Kita mungkin tidak selalu melihatnya, tetapi kita hidup di dalam penjagaan-Nya. Hari ini, kita cukup mengatakan: “Tuhan, aku percaya Engkau memegang dan memeliharaku, bahkan melepaskanku dari orang-orang yang tidak menghendaki kebaikan bagiku.” Itu wujud percaya kita untuk melanjutkan kehidupan ini.

Doa: Kuserahkan Hidupku padaMu, Tuhan yang mengasihi dan memeliharaku, Amin.

16 Januari

Jumat

Yesaya 45 : 20 – 21

Jangan Gantikan Allah Dengan Baal

S

ampai saat ini masih banyak orang yang menggantungkan pertolongan kepada kuasa yang berasal dari dalam dunia. Berbagai macam syarat dan ritual harus dipenuhi sebagai jalan untuk memperoleh apa yang diidamkan. Mereka beranggapan bahwa semua itu memiliki kuasa yang dapat dijadikan sebagai berhala. Tapi mereka lupa bahwa tindakan ini dapat menyeret mereka masuk dalam kesesakan. Pada kenyataannya sejak bumi dan segala isinya dijadikan Allah telah menyatakan kemuliaanNya bahkan lebih dari pada itu kemuliaan Allah dinyatakan melalui kedatangan Yesus Kristus yang olehnya manusia diselamatkan.Terhadap mereka yang membuat patung berhala dan menyembah kepadanya Allah menyebut mereka sebagai yang tidak berpengetahuan karena sesungguhnya patung kayu buatan manusia tidak memiliki kuasa unutuk menyelamatkan. Allah tidak menghendaki kebinasaan sebab itu Ia menghendaki mereka kembali. Tindakan Allah ini mendorong semua kita mengaktakan iman percaya yang teguh kepada Allah dan selamanya tak akan tergantikan dengan baal–baal zaman ini. Ingatlah bahwa sejak zaman purbakala dan memberitahukannya sejak zaman dahulu bahwa tidak ada Allah selain daripadaku Allah yang adil dan juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Pantaskah kita ragu dan mencari penolong yang lain, selain Allah Pencipta dan Pemelihara hidup ini?

Doa: Tuhan aku tetap percaya hanya Engkau Allah Sumber selamat yang mulia, Amin.

Ayub 10 : 8 – 12

17 Januari

Sabtu

Pemeliharaan-Mu sempurna, Aku tetap bertahan

D

iam dan merenung, pergi dan berlari sejauh mungkin, merintih dan menangis, bahkan tidak sedikit yang larut dalam kekecewaan, putus asa dan hilang pengharapan saat kesukaran dan penderitaan menerpa kehidupan. Ketika membaca nas ini, kita dibawa masuk ke dalam pergumulan hati Ayub. Ia sedang berada dalam titik gelap hidupnya: kehilangan, kesakitan dan kesunyian. Namun, diantara keluh kesahnya, terselip satu pengakuan iman: Ayub tahu bahwa hidupnya berasal dari Allah. Sebab itu ia melihat kembali pemeliharaan Tuhan sejak awal hidupnya. Meski penuh airmata, Ayub melihat satu fakta yang tidak berubah: hidup adalah anugerah dan kasih setia Tuhan tidak berubah. Pengakuan iman bahwa hidup adalah anugerah dan kasih setia Tuhan tidak berubah akan membuat kita senantiasa bersyukur. Termasuk bersyukur dikala kita ada dalam penderitaan. Setiap penderitaan dalam hidup dapat menjadi cara Tuhan membentuk kita untuk semakin bertumbuh dewasa di dalam iman. Oleh karena itu tetaplah percaya Tuhan sebab Ia setia menopang dan menolong.

Doa : Terima kasih telah membuatku bertahan dan kuat di tengah penderitaan, Amin.

Kisah 16 : 19 – 34

18 Januari

Minggu

Hanya Tuhan Sumber Selamat bagi Seisi Rumah

N

as bacaan hari ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah karya Tuhan yang mengalir dari iman seseorang dan berdampak pada seluruh isi rumah. Penjaga penjara hampir bunuh diri karena mengira para tahanan melarikan diri. Namun paulus menahannya, ”jangan celakakan dirimu”. Kebaikan itu membuka pintu pertobatan dan keselamatan. Melalui Paulus dan Silas yang memberitakan firman kepada penjaga penjara dan semua orang yang di rumahnya, malam itu juga mereka dibaptis dan mengalami sukacita besar. Ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi juga pemulihan keluarga. Firman ini mengingatkan kita, Tuhan menginginkan rumah-rumah kita menjadi tempat dimana kita berdoa, mendengarkan firman dan sukacita Kristus berlangsung, sehingga setiap anggota keluarga mengalami damai sejahtera dan keselamatan. Apapun keadaan keluarga kita saat ini, bahagia, bermasalah, lemah dan retak atau jauh dari Tuhan, firman Tuhan ini berkata: selama ada yang percaya, selalu ada harapan bagi seisi rumah. Jadilah alat keselamatan bagi keluarga kita melalui kesaksian hidup, kasih dan doa. Ingatlah selalu, Tuhan sanggup menyelamatkan setiap rumah yang percaya kepada-Nya.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk keselamatan bagi seisi keluargaku, Amin.

2 Samuel 6 : 6 – 14

19 Januari

Senin

Mengalami Berkat Tuhan Karena Menopang Pelayanan

D

alam pengalaman melayani, ada saja orang baik yang turut menopang tugas pelayanan. Mereka mengorbankan waktu, pikiran,tenaga dan apapun talenta yang dimiliki. Seperti Obed-Edom yang tidak menolak ketika daud menitipkan Tabut Allah-simbol kehadiran Allah di rumahnya. Ia menjaga dan merawat Tabut Allah itu selama tiga bulan. Ketaatan dan kesetiaan dalam menunaikan kepercayaan yang diberikan Daud telah menggerakan Allah untuk mengaruniakan berkat keselamatan bagi Obed-Edom dan seisi rumahnya. Dalam 1 Tawarikh 15 dikatakan, anak-anak Obed-edom aktif menjadi pelayan di rumah Tuhan sebagai penyanyi, penjaga pintu gerbang dan pemain alat musik. Di sinilah kita belajar bahwa rumah yang terbuka bagi pekerjaan Tuhan adalah rumah yang akan menikmati berkat Tuhan. Bukan hanya berkat materi, tetapi damai dan sukacita serta pemeliharaan Tuhan. Keluarga yang menyediakan diri menopang pekerjaan Tuhan apapun bentuknya, adalah keluarga yang melihat tangan Tuhan bekerja dalam hidup mereka. Jadi selagi masih ada kesempatan layanilah Tuhan dengan terus menopang tugas- tugas pelayanan yang dipercayakan.

Doa: Tuhan, kiranya rumah kami terbuka untuk menopang pelayanan, Amin.

Kejadian 19 : 15 – 23

20 Januari

Selasa

Tuhan Memelihara Keluarga yang Beriman

L

ot bukanlah orang yang sempurna. Dia memiliki banyak kelemahan, termasuk keputusan awalnya untuk tinggal di lingkungan Sodom yang tidak benar. Namun, Tuhan menyelamatkannya karena “mengasihani dia” dan Ia mengingat Abraham. Pemeliharaan Tuhan datang dengan syarat ketaatan yang jelas dan mendesak. Malaikat-malaikat Tuhan memerintahkan Lot dan keluarganya untuk segera keluar dari Sodom dan tidak menoleh ke belakang. Ancaman kematian menjadi nyata jika mereka melanggar perintah tersebut dan itulah yang dialami oleh isteri Lot. Ketaatan menjadi jalan keselamatan. Kisah ini bukan sekedar cerita tentang pelarian sebuah keluarga dari kota yang binasa, tetapi ini kesaksian iman bagaimana Allah menopang dan memelihara keluarga dari ancaman kematian. Jika keluarga terus berjalan bersama Tuhan, mendengarkan suaraNya dengan taat, maka apapun yang terjadi pemeliharaan Tuhan akan dinikmati. Banyak keluarga mengalami kehancuran karena memilih menoleh ke belakang, kembali ke kebiasaan lama, kehidupan lama yang penuh dosa. Kiranya setiap keluarga akan hidup dalam kesadaran ini, Tuhan sendiri yang akan menjadi pemelihara keluarga kita. Taatlah kepadaNya!

Doa: Tuhan, keluarga kami mau hidup selalu dalam iman dan ketaataan kepada-Mu. Amin.

Tuhan Memberkati Keluarga Turun-temurun

21 Januari

Rabu

Kejadian 26 : 23 – 33

K

ehadiran Tuhan adalah jaminan pemeliharaan tertinggi. Ketika Ishak pindah ke Bersyeba, Tuhan menampakkan diri kepadanya pada malam hari dan berkata, “Akulah Allah ayahmu Abraham. Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan memperbanyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.” Tuhan menegaskan kembali perjanjian yang dibuat-Nya dengan Abraham berlaku juga untuk Ishak dan keturunannya. Abimelekh, raja orang Filistin, datang menemui Ishak dan mengakui, “Memang kami lihat, bahwa Tuhan menyertai engkau”. Pengakuan ini menunjukkan berkat dan pemeliharaan Tuhan atas Ishak terlihat nyata oleh bangsa-bangsa di sekitarnya. Ishak dan Abimelekh mengikat perjanjian damai, yang menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya memelihara Ishak dalam konflik, tetapi juga memberinya kedamaian dan keamanan di negeri asing tersebut dan memastikan kelangsungan hidup keluarganya. Pengalaman iman yang dijalani hari ini dalam keluarga, adalah pupuk bagi iman generasi berikutnya. Tuhan yang memelihara dan memberkati kita, juga rindu memelihara dan memberkati anak cucu kita. Ceritakanlah kepada anak-anak apa yang Tuhan sudah lakukan, sebab itu meneguhkan iman generasi berikutnya. Kesetiaan Tuhan adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan dalam keluarga.

Doa: Tuhan, berkatilah keluarga kami turun temurun, Amin.

Keluaran 2 : 1 – 10

22 Januari

Kamis

Tuhan memelihara Keluarga yang Saling Menolong

O

rangtua Musa, Amram dan Yokhebed, menunjukkan iman yang besar dengan menyembunyikan bayi Musa selama tiga bulan. Mereka menentang perintah Firaun untuk membunuh semua bayi laki-laki Ibrani. Ketika tidak bisa menyembunyikannya lagi, mereka membuat rencana dengan iman, yaitu meletakkan bayi itu dalam peti pandan di sungai Nil, mempercayakan nasibnya kepada Tuhan. Miryam, kakak perempuan Musa, memainkan peran penting dalam pemeliharaan ini. Ia tidak hanya mengawasi peti berisi adiknya dari kejauhan, tetapi juga bertindak cepat dan bijaksana ketika putri Firaun menemukan bayi itu. Miryam dengan berani menawarkan untuk memanggilkan seorang inang penyusu dari kalangan perempuan Ibrani. Tawaran Miryam diterima, ibu kandung Musa sendiri akhirnya dipekerjakan untuk menyusui dan merawat anaknya dengan upah dari putri Firaun. Ketika kita sebagai keluarga, suami istri, orang tua anak, atau adik kakak bekerja sama, saling mendukung, dan bertindak dengan iman di tengah tantangan hidup, kita membuka jalan bagi pemeliharaan Tuhan untuk bekerja dengan cara yang ajaib. Tuhan memberkati persatuan dan kasih dalam keluarga. Dia memakai ikatan tersebut sebagai alat-Nya untuk melindungi dan memberkati semua ciptaan-Nya di bumi.

Doa: Tuhan, Terima kasih untuk pemeliharaan-Mu bagi keluarga kami. Amin.

Tuhan Menaungi Keluarga yang Taat dan Setia

Ulangan 12 : 1 – 7

23 Januari

Jumat

N

as bacaan ini merupakan pengingat bagi umat Israel ketika mereka akan memasuki tanah perjanjian. Tuhan menegaskan bahwa berkat yang akan mereka terima sangat berkaitan dengan ketaatan dan kesetiaan untuk hidup sesuai kehendak-Nya. ada tiga hal yang berkaitan dengan hal itu: umat harus menghancurkan berhala, mau menyembah Tuhan dan menguduskan persembahan bagi-Nya. Semua itu bersumber pada satu hal: hidup yang setia kepada Tuhan.Di zaman skarang, berhala tidak selalu berupa patung, tetapi hal-hal yang mendominasi hati dan gaya hidup yang membuat Tuhan tersisih. Keluarga yang taat dan setia memilih untuk tetap fokus kepada Tuhan, menggunakan segala sesuatu dengan bijak tanpa diperbudak olehnya. Marilah kita berkomitmen untuk membangun keluarga yang demikian. Jujur dalam melakukan apapun, menghindari tindakan yang kurang baik atau merusak, menjaga hati dari keinginan tercela dan sebagainya. Ketika keluarga mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan, maka Tuhan sendiri yang akan memelihara, menguatkan dan memberkati. Kesetiaan membawa damai, keutuhan dan sukacita yang tidak bisa diberikan dunia.

Doa: Tuhan, tolong keluarga kami hidup taat dan setia kepadaMu. Amin.

Kejadian 35 : 1 – 5

24 Januari

Sabtu

Tuhan Tempat Perlindungan

K

eluarga-keluarga kita hari ini menghadapi banyak krisis, mulai dari pengaruh digital negatif hingga tekanan kebutuhan ekonomi. Seperti keluarga Yakub yang baru saja melalui krisis di Sikhem. Ia takut diserang bangsa-bangsa sekitar karena tindakan anak-anaknya. Allah menegur dan memanggil Yakub untuk kembali ke Betel, tempat perjanjian. Yakub meresponsnya dengan bijaksana. Ia memerintahkan pemurnian total seisi rumah tangganya: menjauhkan dewa asing dan mentahirkan diri. Seluruh keluarga, termasuk anak-anak, berpartisipasi dalam menguburkan patung dewa-dewa di bawah pohon.Tindakan kolektif ini menegaskan bahwa takut akan Tuhan adalah komitmen yang harus dipegang seluruh keluarga. Apa hasil dari ketaatan keluarga ini? Pemeliharaan dan kedahsyatan dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Esau tidak berani mengejar anak-anak Yakub.” Firman ini mengingatkan kita sebagai keluarga, ketika hidup mengalami banyak masalah dan krisis. Tuhan mengundang kita untuk kembali kepada-Nya. Untuk itu, ada hal-hal yang perlu “dikubur” agar hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan dan dijaga: kebiasaan yang buruk, hati yang kera atau dosa yang kita simpan diam-diam. Saat melangkah dalam ketaatan, Tuhan sendiri menjaga dan menuntun langkah kita dan seisi keluarga.

Doa: Tuhan, pagarilah keluarga kami dalam kasihMu, amin

Mazmur 147 : 1 – 20

25 Januari

Minggu

Pemeliharan Tuhan untuk Semua Ciptaan

H

idup kita hari ini sering diwarnai kekhawatiran mulai dari kesehatan hingga keuangan. Di saat yang sama, kita menyadari keagungan alam semesta, yang kadang terasa tak terjangkau. Mazmur 147 menghubungkan kedua hal ini: Allah yang mengurus alam semesta juga peduli pada detail kehidupan kita. Mazmur ini berisikan pujian sebagai respons tepat terhadap pemeliharaan Tuhan bagi semesta. Ia menutupi langit dengan awan, menyediakan hujan dan membuat rumput tumbuh di gunung. Dia juga memberi makan binatang liar dan anak burung gagak. Keseimbangan alam, yang begitu kompleks, adalah bukti dari manajemen sumber daya Allah yang sempurna. Jika Allah mengatur awan yang bergerak, salju yang turun, dan angin yang bertiup dengan hikmat-Nya yang sempurna, maka Dia pasti mengatur setiap elemen dalam hidup kita. Kita tidak perlu cemas. Kekuatan kita tidak terletak pada kegagahan kuda atau kaki manusia, tetapi pada Tuhan. Itulah kekuatan orang-orang yang takut akan Dia, orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Percayalah bahwa Allah yang menata seluruh ciptaan di semesta ini dengan detail, telah menata masa depan kita dengan kebaikan yang jauh lebih besar, syukurilah!

Doa: Tuhan, Engkau sungguh berkuasa dan berdaulat atas semesta ciptaanMu, amin.

Ayub 37 : 1 – 13

P

26 Januari

Senin

Kedaulatan Allah Dalam Kekacauan Semesta

M

anusia modern berjuang untuk mengendalikan segalanya, seperti mengendalikan cuaca melalui modifikasi iklim, mengendalikan informasi dan waktu. Namun, melalui fenomena yang tak terhindarkan seperti ketika penerbangan dibatalkan karena hujan dan badai, atau ketika bencana alam menghentikan seluruh aktivitas, itu adalah panggilan berhenti paksa agar kita merenungkan kebesaran-Nya, bukan kehebatan kita. Jika Allah mengatur petir, angin, salju, dan es dengan bijaksana, baik untuk mengingatkan atau demi kemurahanNya bagi alam semesta, maka tidak ada satu pun peristiwa dalam hidup kita yang luput dari kendaliNya. Dalam nas ini Elihu mengajak Ayub untuk melihat kembali kepada alam semesta sebagai cermin kemuliaan dan pemeliharaan Allah. Ketika manusia tidak memahami jalan Tuhan, ciptaan menjadi pengingat bahwa Sang Pencipta tetap berkuasa dan memelihara segala yang ada. Ini mengingatkan kita untuk mengangkat kepala dan mengagumi Arsitektur yang jagung dan jauh lebih canggih. Jika alam semesta yang begitu besar saja diatur-Nya, bagaimana mungkin hidup kita yang dikasihi-Nya, tidak Tuhan

Doa: Terima kasih atas pemeliharaanMu yang sempurna bagi semesta ini, Tuhan. Amin.

pelihara?

Ayub 37 : 14 – 24

27 Januari

Selasa

Allah, Penata Semesta

D

i tengah kehidupan modern yang serba cepat, seringkali kita merasa cemas dan bertanya-tanya: Apakah ada rencana di balik kekacauan? Apakah ada kontrol di balik peristiwa yang tak terduga?. Elihu dalam nas ini menantang Ayub: “Dengarkanlah ini, hai Ayub, berdirilah dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah!” Ini adalah ajakan untuk Ayub menghentikan fokusnya pada penderitaannya dan merenungkan kemahakuasaan Allah yang memimpin alam semesta. Keagungan Tuhan melampaui batas pemikiran manusia. Jika Allah menata setiap detail formasi awan, kilat, dan cuaca dengan hikmat yang sempurna, maka Dia pasti menata setiap detail kehidupan dan masa depan kita dengan kebijaksanaan yang jauh lebih besar. Jangan biarkan ketidakpastian dunia membuat kita ragu akan kendali Tuhan. Tugas kita bukanlah memahami bagaimana Dia melakukannya, melainkan memercayai bahwa Dia melakukannya dengan adil dan hikmat. Bersandarlah pada kedaulatan-Nya, sebab Allah yang menata jagat raya tidak pernah membuat kesalahan dalam menata hidup anak-anak-Nya.

Doa Tuhan, kami percaya, tangan-Mu yang memegang alam semesta dan memeliharanya, juga memegang dan memelihara hidup kami, Amin.

Kisah 17 : 22 – 28

Allah Berkuasa atas Hidup Ciptaan-Nya

28 Januari

Rabu

P

aulus berbicara kepada orang-orang Atena tentang Allah yang berkuasa, Allah yang tidak tinggal dalam kuil buatan tangan manusia, tetapi Dia yang menciptakan langit, bumi, dan segala isinya. Paulus menegaskan bahwa Allah yang memberi nafas hidup, dan segala sesuatu kepada manusia. Tidak ada satu pun yang hidup di luar kuasa dan pemeliharaan Tuhan. Ayat 28 adalah pengakuan iman yang mendalam: sebab seluruh ciptaan bergantung sepenuhnya kepada kekuasaan Allah. Ketika kita menyadari bahwa hidup kita ada dalam tangan Allah, kita diajak untuk hidup dengan rasa syukur dan hormat kepada-Nya. Hidup yang kita miliki dan seluruh ciptaan ada dalam genggaman kasih Allah. Karena itu, marilah kita hidup dengan rasa syukur dan hormat kepada Tuhan yang berkuasa atas langit dan bumi. Jangan sombong dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Segala yang ada, nafas kita, kesehatan, berkat dan kesempatan adalah tanda bahwa Tuhan terus memelihara semesta. Tanpa pemeliharaanNya, keberadaan kita rapuh seperti debu. Maka, biarlah kita terus mensyukuri pemeliharaan-Nya dan memuliakan Tuhan karena Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Berdoa bukan memanggil Allah yang jauh, tetapi membuka hati kepada Dia yang sudah ada bersama kita.

Doa: Tuhan, Kami mengagumi kuasa dan pemeliharaan-Mu dalam hidup kami tiap hari, amin

Tangan Tuhan Berdaulat

Yesaya 45 : 9 – 13

29 Januari

Kamis

A

pakah hidup kita sudah mencerminkan rasa hormat dan tanggung jawab terhadap pemeliharaan ciptaan Tuhan?. Melalui firman hari ini, Tuhan menegur umat-Nya agar menyadari bahwa hanya Ialah Sang Pencipta dan Pemelihara sejati. Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi berada di bawah kuasa-Nya. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta, tetapi juga terus memeliharanya dengan kasih dan hikmat. Setiap matahari terbit, setiap tetes hujan, dan setiap hembusan angin adalah bukti bahwa tangan Tuhan masih bekerja dan tidak pernah meninggalkan kita. Manusia yang adalah ciptaanNya, hidup bukan untuk melawan Sang Pencipta, melainkan hidup selaras dengan kehendak-Nya. menjaga dan memelihara alam sebagai wujud syukur atas pemeliharaan Tuhan. Tuhan bukan hanya Pencipta, tetapi juga Pemelihara yang setia. Jangan melawan kehendak-Nya, tetapi percayalah bahwa segala sesuatu berada dalam rancangan kasih-Nya. Mari kita jaga ciptaan Tuhan dengan rasa hormat dan tanggung jawab, sebab melalui kita, dunia dapat terus mencerminkan kemuliaan Sang Pencipta. Mari bersyukur atas pemeliharaan Tuhan dan ikut memelihara alam semesta yang dipercayakan kepada kita.

Doa: Tolong kami merawat ciptaan-Mu sebagai wujud syukur atas kasih-Mu. Amin

30 Januari

Jumat

Yesaya 45 : 14 – 19

Bumi Milik Tuhan

P

emeliharaan Tuhan nyata dalam tatanan alam yang harmonis: matahari yang terbit setiap pagi, hujan yang menyuburkan tanah, dan udara yang memberi kehidupan bagi semua makhluk. Semua itu bukan kebetulan, tetapi tanda kasih dan kesetiaan Tuhan terhadap ciptaan-Nya. Sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar-Nya, kita dipanggil untuk menjaga dan merawat bumi ini sebagai bentuk partisipasi dalam karya pemeliharaan Allah. Dengan menghargai alam, kita sedang menghormati Sang Pencipta yang membuat dunia ini baik adanya. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta, tetapi juga terus memeliharanya agar menjadi tempat yang layak bagi kehidupan. Tuhan menciptakan bumi bukan untuk kehancuran, tetapi untuk kehidupan. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam kesadaran bahwa kita adalah bagian dari ciptaan yang dijaga oleh kasih Allah. Mari kita pelihara alam, bersyukur atas segala anugerah kehidupan, dan ikut menjadi alat Tuhan dalam menjaga keseimbangan ciptaan-Nya. Dengan demikian, dunia akan tetap menjadi tempat yang baik untuk didiami oleh kita sebagaimana kehendak Tuhan sejak semula.

Doa Tuhan Ajarlah kami untuk menghargai dan menjaga karya tangan-Mu dengan setia. Amin.

31 Januari

Sabtu

Nehemia 9 : 6 – 8

Bersyukurlah! Tuhan Memelihara Kehidupan Semesta

B

acaan ini merupakan bagian dari doa umat Israel yang dipimpin oleh Nehemia setelah mereka kembali dari pembuangan. Dalam doa itu, umat mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang menciptakan dan memelihara seluruh ciptaan. Bukan hanya manusia, tetapi seluruh alam semesta langit, bumi, laut, dan segala isinya berada di bawah kasih dan pemeliharaan Tuhan. Nehemia menegaskan bahwa Allah bukan hanya Pencipta, tetapi juga Pemberi hidup. Ia tidak meninggalkan ciptaan-Nya begitu saja, melainkan terus bekerja menjaga keseimbangan kehidupan. Matahari yang terbit setiap pagi, udara yang kita hirup, hujan yang menyuburkan bumi semuanya adalah bukti kasih setia Tuhan yang terus bekerja tanpa henti bagi kehidupan ini. Pemeliharaan Tuhan terlihat bukan hanya dalam ciptaan alam, tetapi juga dalam perjalanan umat-Nya. Kepada Abraham, Tuhan berjanji dan menepati janji itu. Ia menuntun langkah Abraham dan keturunannya. Demikian pula kepada kita hari ini, Tuhan tetap setia memelihara kehidupan kita dalam suka maupun duka, dalam kelimpahan maupun kekurangan. Satu bulan telah kita lalui dalam pemeliharaan-Nya, mari datang bersyukur kepada Tuhan. Jangan biarkan kekhawatiran dunia membuat kita lupa akan tangan Tuhan yang bekerja diam-diam memelihara segalanya. Pujilah Tuhan!.

Doa Tuhan, terima kasih atas pemeliharaan-Mu di bulan Januari ini. Amin.

TEDUH DI AKHIR SANTAPAN

M

emasuki awal tahun 2026, kita kembali diingatkan bahwa seluruh perjalanan hidup manusia dan setiap unsur ciptaan berada dalam naungan anugerah Allah yang memelihara kehidupan semesta. Hari-hari pertama di bulan Januari bukan sekadar penanda waktu baru, tetapi sebuah undangan untuk melihat kembali betapa Allah bekerja menjaga, menopang, dan menuntun alam serta kehidupan kita dari musim ke musim.

Di tengah perubahan dunia, ketidakpastian ekonomi, dinamika sosial, maupun pergumulan pribadi, kasih setia-Nya tetap hadir sebagai kekuatan yang membuat kita mampu berdiri teguh. Namun, apakah pengalaman akan pemeliharaan Tuhan di awal tahun ini menjadi jaminan bahwa kita akan selalu kuat di sebelas bulan berikutnya? Mungkin ada di antara kita yang memasuki Januari dengan hati yang letih, membawa beban tahun lalu yang belum usai, atau menghadapi realitas baru yang menekan. Tetapi apakah kondisi itu menjadi tanda bahwa kita tidak mampu menjalani sisa hari di tahun 2026? TIDAK. Justru dalam keadaan seperti itulah kita disadarkan bahwa hidup ini hanya dapat bertahan karena anugerah Allah yang memelihara seluruh ciptaan, dari burung di udara, bunga di padang, hingga setiap nafas yang kita hirup.

Sebab itu, memasuki tahun yang baru ini, marilah kita berteduh sejenak dan belajar mempercayakan seluruh hidup kepada pemeliharaan-Nya yang tidak pernah gagal. Ikutilah beberapa langkah berteduh berikut:

  1. Berdoalah
  2. Bacalah nas Alkitab ini: Mazmur 147:1-20
  3. Tulislah satu atau dua kebenaran tentang anugerah pemeliharaan Allah yang akan menjadi komitmen saudara untuk menjalani bulan Februari!
  4. Berdoalah mengakhiri saat teduh