GEREJA PROTESTAN MALUKU
ANGGOTA PGI
KLASIS KOTA AMBON
JEMAAT GPM IMANUEL
PANITIA HARI-HARI BESAR GEREJAWI DAN NASIONAL
Jln. Pitu Ina. Telp. 0911 – 341168 – Karang Panjang
E-mail : officeimanuel@gpmimanuelkarpan.org Website : www.gpmimanuelkarpan.org
PETUNJUK PELAKSANAAN PERAYAAN PASKAH KRISTUS TAHUN 2026
Tema : Kebangkitan Kristus Memberdayakan Gereja Rumah Tangga, Semakin Beriman dan Sejahtera
(Keluaran 12 :24-28 ; 1 Korintus 15 : 1-11)
I. Latar Pikir
Sebagai umat dan pelayan, kita patut mensyukuri kebaikan Tuhan Sang Kepala Gereja yang terus menyertai dan berkarya bersama Jemaat GPM Imanuel. Terutama atas karya agung-Nya yang membebaskan dan menyelamatkan kita dan dunia ini. Kita akan memasuki Minggu-Minggu Sengsara selama 7 minggu ke depan, dan memaknai Kematian dan Puncaknya yaitu Kebangkitan Yesus Kristus (Jumat Agung dan Paskah). Karena itu Perayaan Paskah Kristus merupakan momentum historis teologis yang perlu dimaknai, dihayati dan direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Inti dari peristiwa Paskah terletak pada “karya pembebasan” Allah bagi umat-Nya. Dalam tradisi PL, Paskah sebagai perayaan komunal dilakukan untuk memperingati kasih Allah kepada umat Israel melalui pembebasan dari perbudakan di tanah Mesir.
Kata Paskah berasal dari kata Pesah/Pesakh (Bah. Ibrani) dan Passover (Bah.Inggris), yang secara hurufiah berarti “melewati atau melewatkan”. Pada perayaan tersebut, umat Israel makan “roti tak beragi” dan “sayur pahit” sebagai simbol penderitaan. Mereka juga mempersembahkan anak domba sulung dan darahnya dipercikkan di ambang pintu rumah sebagai simbol malaikat maut akan “melewati” umat Israel sehingga mereka terbebas dari tulah kematian. Sedangkan dalam tradisi PB, peristiwa Paskah merujuk pada pengorbanan Kristus yang telah menderita, mati dan bangkit untuk membebaskan manusia dari kuasa dosa. Peristiwa Paskah diawali dengan Yesus melakukan perjamuan malam bersama murid-murid-Nya, pada malam menjelang KematianNya (Lukas 24:14-23; Matius 26:20-29; Markus 14:17-25; Yohanes 13:21-30).
Mengacu dari makna ini, maka orang Kristen merayakan perayaan Paskah untuk mengenang pengorbanan Yesus yang telah menyerahkan hidupNya bagi penebusan dan pengampunan dosa-dosa manusia. Karena itu Rasul Paulus berkata : Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu (I Korintus 15:17); Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus Tuhan kita (I Korintus 15:57).
Paskah Kristus di tahun 2026 ini, dilaksanakan dalam keprihatinan gereja terhadap masalah-masalah lokal dan global yang membawa dampak terjadinya krisis yang mengancam kehidupan. Dunia masih menghadapi ketidakpastian akibat krisis ekonomi, peperangan, bencana dan perubahan iklim. Banyak orang hidup dalam ketakutan, kecemasan dan kehilangan harapan. Keprihatinan terhadap kesehatan karena berkembangnya penyakit-penyakit yang berbahaya dan menular. Krisis ekonomi dan kenaikan harga barang dewasa ini membawa umat kepada kekuatiran dan rasa kecamasan terhadap situasi gelap yang dihadapi. Di beberapa tempat masih saja terjadi, umat Kristen masih mengalami tekanan, diskriminasi, bahkan penganiayaan karena iman mereka. Dunia semakin dipenuhi dengan materialisme, hedonisme, praktik ketidakadilan, dan pergeseran nilai-nilai moral yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Tantangan lainnya yakni banyak orang lebih sibuk dengan media sosial dan kehidupan digital, sehingga mengalami kejenuhan rohani dan kehilangan keintiman dengan Tuhan. Pada satu sisi, teknologi digitalisasi telah membawa dampak positif bagi pembangunan dan kemaslahatan hidup banyak orang di berbagai bidang kehidupan, tetapi di sisi lain, membawa dampak negative. Terjadi kemerosotan nilai-nilai etis, moral dan spiritual. Hampir sebagian waktu umat dihabiskan dengan Hp dan Gadged, relasi dan komunikasi yang dibangun antar sesama dan antar keluarga semakin berjarak, dan terjadi kelesuan rohani di tengah kemajuan teknologi.
Karena itu, pada perayaan Paskah Kristus tahun 2026 ini, Lembaga Pembinaan Jemaat Sinode GPM mengangkat Tema: Kebangkitan Kristus Memberdayakan Gereja Rumah Tangga, Semakin Beriman dan Sejahtera (Keluaran 12 :24-28 ; 1 Korintus 15 : 1-11). Tema Paskah ini hendak menegaskan bahwa Kebangkitan Kristus adalah inti iman Kristen. Tanpa Kebangkitan maka sia- sialah iman kita. Yesus yang bangkit berkuasa atas maut dan memberikan harapan kekal bagi orang percaya. Ketakutan dan kekhawatiran seringkali melumpuhkan iman orang percaya.
Kebangkitan Yesus mengajarkan bahwa kita dapat hidup dengan keberanian karena Dia telah mengalahkan dunia (Yohanes 16:33). Iman Kristen bukanlah sekedar repetisi tradisi, tetapi panggilan untuk umat hidup bersaksi dan memberitakan Injil. Hidup beriman kepada Yesus yang bangkit berarti percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap situasi. Bahkan dalam saat-saat tergelap dan dalam ancaman kematian sekalipun, Kristus yang bangkit selalu hadir. Paskah Kristus menegaskan bahwa Yesus Kristus yang bangkit adalah sumber kekuatan dan pengharapan sejati. Kebangkitan Yesus membawa pengharapan baru, keberanian, dan panggilan untuk umat Kristen menjalani kehidupannya tanpa rasa takut sekalipun di tengah berbagai krisis. Dan terus memberitakan kabar baik tentang Yesus yang bangkit sampai kedatanganNya kembali.
Memasuki Minggu-Minggu Prapaskah sampai perayaan Paskah Kristus, umat diajak untuk memasuki sebuah perenungan terhadap panggilan pemuridan maupun tugas- tugas bermisi; Minggu-Minggu Sengsara akan disemarakkan juga dengan berbagai kegiatan perlombaan olahraga/seni/lomba lainnya, seperti: pembuatan taman, ornament dan simbol-simbol Paskah. Selain itu, dilakukan juga kegiatan pendampingan/ pembinaan keluarga (binakel/gatris) serta kebaktian-kebaktian umat di berbagai segmen pelayanan baik itu Laki-laki, Perempuan, Anak dan Remaja serta Angkatan Muda GPM. Sehingga umat dapat terus meningkatkan persekutuan dan kebersamaan serta menumbuhkan kesadaran reflektif terhadap tanggungjawab bermisi sebagai pengikut Kristus. Berdasarkan latar pikir inilah, disusunlah Petunjuk Pelaksanaan Perayaan Paskah Kristus tahun 2026 untuk dipedomani bersama.
II. Dasar Pelaksanaan
III. Tujuan
IV. Ruang Lingkup
V. Tema Paskah
Kebangkitan Kristus Memberdayakan Gereja Rumah Tangga, Semakin Beriman dan Sejahtera (Keluaran 12: 24-28; 1 Korintus 15: 1-11)
VI. Lokasi
Perayaan Paskah lingkup Jemaat akan dilakukan di Gedung Gereja Imanuel. Sedangkan di lingkup Sektor /Kelompok SMTPI, disesuaikan dengan lokasi masing-masing sektor.
VII. Peserta
Perayaan Paskah Tahun 2026 melibatkan seluruh pelayan dan warga GPM
dalam wilayah pelayanan Jemaat GPM Imanuel
VIII. Kegiatan Yang Dilaksanakan
| NO | PROGRAM/KEGIATAN | WAKTU | TINGKAT | PENANGGUNGJAWAB |
| 1 | Pencanangan Perayaan Paskah | Jumat, 13 Februari 2026 | Sektor | Majelis Jemaat /BAKOPEL di masing-masing sektor |
| 2 | Pembinaan keluarga (Binakel) | Setiap hari Sabtu, berturut- turut menjelang perayaan Minggu Sengsara I-VII | Jemaat/ disesuaikan | Majelis Jemaat /Keluarga Keterangan: – Pembinaan dalam keluarga mempedomani Paket Bina keluarga yang dibuat oleh LPJ GPM – Keluarga diminta menyiapkan ruangan kebaktian dengan menggunakan simbol- simbol Paskah sesuai dengan Liturgi Kebaktian yang disiapkan oleh LPJ GPM |
| 3 | Melaksanakan kebaktian Minggu Sengsara Kristus I-VII | MS I: 15 Feb 2026 MS II: 22 Feb 2026 MS III: 01 Maret 2026 MS IV: 08 Maret 2026 MS V: 15 Maret 2026 MS VI: 22 Maret 2026 MS VII: 29 Maret 2026 | Jemaat | Majelis Jemaat Keterangan : – Memperdomani Liturgi kebaktian Minggu Sengsara Kristus yang dikeluarkan oleh Sinode melalui LPJ GPM |
| 4 | Melaksanakan Kebaktian Jumat Agung | Jumat, 03 April 2026 | Jemaat | Majelis Jemaat |
| 5 | Melaksanakan berbagai kegiatan di jemaat menyongsong dan Memasuki kegiatan Paskah: – Bakti lingkungan – Jalan Santai | Minggu Sengsara I – VII; dan Menjelang Paskah Disesuaikan Sabtu, 21 Maret 2026 | Sektor Jemaat | Majelis Jemaat /PHBGN Jemaat/Bakopel/Panitia di sektor |
– Lomba olah raga dan seni – Cerdas cermat Alkitab (Quis, Mewarnai telur paskah, dll) – Pembuatan Baliho/Taman Paskah – Lomba Kemah Paskah | Disesuaikan oleh masing-masing sektor Disesuaikan oleh masing-masing sektor Minggu sengasara I, II, III Acara Puncak perayaan Paskah | Sektor Sektor Sektor Jemaat | Kegiatan menyongsong dan perayaan Paskah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sektor/jemaat Ketentuan dan persyaratan akan disampaikan lebih lanjut | |
| 6 | Pembuatan Taman Paskah dan pemasangan simbol- symbol Paskah di lingkungan Jemaat/Sektor dan pekaranganrumah | Minggu Sengsara I, II, III | Majelis Jemaat/PHBGN jemaat/ Bakopel/ Panitia di sektor Keterangan : – Masing-masing keluarga menghias pekarangan/lingkungan rumah dengan memasang simbol- simbol Paskah (salib, mahkota duri, gambar hati, lampion berwarna warni, kain berwarna ungu, dll). – Ornamen tersebut dibuat dari barang bekas dan potensi lokal secara kreatif sehingga menampakan dan menyemarakkan suasana Paskah Kristus. | |
| 7 | Melaksanakan Perayaan Paskah Kristus: – Tingkat Sektor | Dilaksanakan pada tanggal 05 April 2026, di masing-masing sektor | Sektor | Majelis Jemaat/ /Bakopel/ Panitia di sektor – Diharapkan kebaktian di Sektor dapat selesai pada pukul 03.00 WIT dan selanjutnya melakukan arak-arakan ke Gereja Imanuel |
| – Tingkat Jemaat | 05 April 2026 di Gereja Imanuel, Pukul 05.00 WIT | Jemaat |
|
IX. PENUTUP
Demikianlah petunjuk pelaksanaan Perayaan Paskah Kristus Tahun 2026, untuk selanjutnya dapat dipedomani pada setiap aras pelayanan baik oleh Majelis dan warga Jemaat GPM Imanuel. Selamat memasuki dan merayakan Minggu- Minggu Sengsara Kristus, Perayaan Jumat Agung dan Paskah Kristus di Tahun 2026.
Ambon, 14 Februari 2026
Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi dan Nasional
Jemaat GPM Imanuel
Ketua,
F. Datumbanua | ![]() | Sekretaris,
Wenda Talompo/Kakerissa |
Mengetahui:
Majelis Jemaat GPM Imanuel

Ketua,
Pdt. Ny. M. Warella/Ubro, S.Th