
Perbuatan Baik Sebagai Wujud Iman
01 Des
Senin
Yakobus 2 : 14 – 17
P
ernahkah saudara merencanakan segala sesuatu tetapi tidak ada tindakan? Saya pernah mengalaminya. Banyak hal yang saya rencanakan tetapi hanya sebatas perencanaan semata. Pada akhirnya saya tidak mendapatkan apa-apa. Perencanaan tanpa pelaksanaan sama dengan nol, tidak memberikan dampak perubahan apa pun. Jadi perkataan dan tindakan harus sejalan, supaya dapat menciptakan hal yang baru. Demikian juga dengan iman, jika hanya diucapkan di mulut tanpa adanya tindakan sama dengan omong kosong. Demikianlah orang yang mengakui kalau dirinya memiliki iman tetapi tidak terlihat dari perbuatannya. Oleh karena itu, firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa bahwa iman dan perbuatan tidak dapat dipisahkan. Iman sejati melahirkan tindakan kasih. Bukan hanya sebatas ucapan semata, tetapi harus terlihat dalam tindakan hidup sehari-hari: menolong yang membutuhkan, berbagi berkat, peduli pada yang kesusahan, dan sebagainya. Sebab itu, tampilkanlah iman kita melalui perbuatan kasih yang dapat dirasakan orang lain, termasuk SADHA (Saudara dengan HIV Aids). Dengan cara itulah kita menjadi kesaksian bagi dunia.
Doa: Tuhan, tolong hidupkanlah imanku untuk selalu berbuat baik. Amin.
Ibrani 6 : 9 – 12
02 Des
Selasa
Allah Memperhitungkan Semua Perbuatan Kebaikan
K
ebenaran firman Tuhan melalui surat Ibrani di hari ini mengajarkan bahwa Allah memperhatikan setiap pelayanan, kerja keras dan kasih yang seseorang atau jemaat tunjukkan kepada sesama demi nama-Nya. Sebab itu, tidak boleh menjadi lamban tetapi meneladani mereka yang dengan iman dan kesabaran memperoleh janji Allah. Itu artinya janganlah pernah menjadi jemu dalam melakukan kebaikan, sebab Tuhan memperhitungkannya. Terkadang kita menjadi jemu atau merasa lelah ketika kebaikan yang kita lakukan tidak dihargai, lalu membatasi kita untuk tidak lagi melakukan kebaikan bagi orang lain. Kita menjadi lamban untuk melakukan kebaikan padahal kita dapat melakukannya. Firman Tuhan ini mau meneguhkan bahwa, tidak ada satupun perbuatan kasih dan kebaikan yang sia-sia. Allah Adil dan Ia menghargai kesetiaan anak-anakNya. Belajarlah tekun dan sabar, sebab janji Allah digenapi pada waktuNya. Inilah dasar pengharapan orang percaya. Kita tidak bekerja sia-sia, karena pada akhirnya kita akan menerima janji Allah. pengharapan itu memberi kekuatan untuk terus melayani dengan setia dan melakukan kebaikan dengan rajin, sekalipun kadang tidak ada yang memberikan penghargaan.
Doa: Bapa Sorgawi, terima kasih atas kasihMu yang mau memperhitungkan semua kebaikan yang dilakukan, Amin.
Selama Hidup Berbuat Baik
KPR 9 : 32 – 43
03 Des
Rabu
P
ada waktu kita memasukkan sebuah baterai kedalam sebuah jam dinding, maka jam dinding itu mulai bekerja menjalankan tugasnya. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, ia terus bekerja dan bekerja sampai baterai itu habis. Jam dinding itu bekerja tanpa pamrih, dilihat orang atau tidak, ia tetap berdenting. Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar. Kisah Petrus yang menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas menekankan bahwa iman kepada Yesus harus diwujudkan melalui perbuatan baik terus menerus. Itu dilakukan oleh Petrus, seperti halnya yang ditunjukkan oleh Dorkas selama ia masih hidup. Tabita atau Dorkas adalah teladan bagaimana hidup seharusnya dijalani. Ia dikenag bukan karena harta, pangkat atau jabatan, melainkan karena kebaikan hatinya. Ia menolong orang miskin, menjahit pakaian bagi janda-janda dan hidupnya dipenuhi kasih. Firman Tuhan ini mengajarkan kita bahwa hidup ini bukan diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang kita berikan. Kembangkanlah hati yang murah seperti Dorkas dan jadilah pribadi yang selalu berbuat baik kepada mereka yang membutuhkan.
Doa: Tuhan, mampukanlah kami tetap berbuat baik selama ada kesempatan hidup, Amin.
Berbuat Baik, Berlaku Adil dan Mencintai Kesetiaan
Mikha 6 : 8
04 Des
Kamis
A
yat ini adalah inti dari seluruh hukum dan ibadah yang sejati. Bangsa Israel pada zaman itu hidup dengan banyak ritual, sibuk dengan segala macam bentuk persembahan dan kurban. Namun hidup mereka tidak mencerminkan kehendak Allah. Melalui nabi Mikha, Tuhan menegaskan kembali bahwa yang Ia inginkan bukan sekadar ritual lahiriah tetapi hidup yang benar di hadapan Nya. Hidup yang benar yang dimaksudkan disini adalah: berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Hidup dengan adil kepada sesama itulah yang dikehendaki Allah. Dalam keluarga: orangtua berlaku adil kepada anak-anak. Tidak membeda-bedakan. Dalam pekerjaan: tidak mengambil keuntungan dengan cara curang atau merugikan orang lain. Kita tidak menindas orang lain. Kita pun diminta untuk mencintai kesetiaan dan rendah hati. Tidak sombong atau merasa diri lebih lalu menjatuhkan orang lain. Kiranya melalui firman ini kita semakin diteguhkan untuk hidup bukan hanya sebagai umat yang beribadah, tetapi juga umat yang menghadirkan kebaikan, kasih dan keadilan Allah di dunia ini.
Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk tetap berbuat baik, berlaku adil dan mencintai kesetiaan, Amin.
Berbuat Baik Dimulai Dari Hal Yang Kecil
Matius 10 : 40 – 42
05 Des
Jumat
B
aanyak orang sering berpikir bahwa untuk melayani Tuhan atau menolong sesama harus dengan hal-hal besar: memberi banyak uang, membangun gedung, atau melakukan sesuatu yang spektakuler. Padahal Yesus mengajarkan bahwa kebaikan sejati justru dimulai dari hal-hal kecil, sederhana, dan sering tidak terlihat orang lain. Tuhan Yesus mencontohkan: memberi segelas air sejuk. Itu bukan perbuatan yang besar, tetapi bila dilakukan dengan kasih, memiliki nilai kekal di hadapan Allah. Di mata dunia, hal kecil sering dianggap tidak berarti. Tetapi di mata Tuhan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan kasih memiliki arti besar. Senyuman yang tulus bisa menguatkan hati orang yang putus asa. Sepotong roti bisa menyelamatkan orang yang kelaparan. Doa bisa menghibur hati yang sedang hancur.
Kebaikan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Seperti tetesan air yang lama-lama melubangi batu, demikianlah kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus akan mengubah kehidupan kita dan orang lain.
Doa: Tuhan, mampukanlah aku untuk dapat melakukan perbuatan baik sekecil apapun itu. Amin
Amsal 11 : 27
06 Des
Sabtu
Mengejar kebaikan Disenangi Orang
A
nna memiliki kebiasaan cepat mengantuk ketika ia menaiki mobil. Hari itu bukan saja ia mengantuk, tetapi nampaknya ada pula seorang ibu yang mengantuk dan akhirnya ketiduran dalam perjalanan dari Ambon ke Liang. Anna nyaris juga ikut tertidur. Namun rasa kantuknya tiba-tiba hilang saat ia melihat pemuda yang duduk di sebelah kanan ibu yang tertidur mencoba memasukan tangan ke dalam tas yang dipegang ibu itu. Anna secara keras langsung menegurnya. Suara Anna yang besar akhirnya membuat sang ibu pun terbangun. Pemuda itu pun terburu-buru menghentikan mobil dan segera turun. Perbuatan baik Anna telah menyelamatkan orang lain. Ia tidak mengenalnya tetapi kebaikan hatinya mendorongnya untuk mencegah kejahatan. Hidup ini menjadi jauh lebih baik ketika kita mau tetap melakukan kebaikan. Inilah sikap yang dimaksudkan dalam teks Amsal 11:27. Amsal sebagai kitab yang berisikan kata-kata hikmat menyampaikan penyataan kebenaran yakni bila kita melakukan kebaikan maka kebaikan pula yang akan kita terima; sebaliknya bila kejahatan yang kita lakukan, maka kejahatan yang kita terima. Apa yang kita buat, semuanya akan kembali kepada kita. Karenanya mari jaga sikap kita. Kejarlah kebaikan, karena itu yang akan membuat kita disenangi orang dan diberkati Tuhan.
Doa: Tuhan, mampukanlah aku untuk terus mengejar dan melakukan kebaikan, Amin.
Nantikanlah Tuhan Dengan Hidup Dalam Kasih
Mikha 4 : 1 – 5
37
07 Des
Minggu
P
anggilan setiap orang percaya adalah menjadi gereja yang teguh memberitakan cinta kasih Tuhan bagi semua. Itulah sebabnya penantian kita akan Tuhan harus dijalani sesuai kehendak Tuhan yakni melalui kehidupan dalam kasih. Adapun kasih itu sabar, murah hati, tidak pemarah, tidak sombong, tidak memegahkan diri. Kasih itu hidup damai dengan semua orang. Mikha 4:1-5 menuliskan pentingnya kesadaran penantian akan Tuhan harus dibarengi dengan hidup dalam kasih. Mikha yang dalam bahasa Ibrani berarti “ Siapakah seperti Tuhan“ menuliskan bahwa karena dosa, maka Israel dihukum Tuhan, namun hari Tuhan akan memberikan kedamaian kepada mereka. Pada masa itu, peralatan perang akan diubah menjadi peralatan pertanian dari bangsa-bangsa; pedang menjadi mata bajak, tombak menjadi pisau pemangkas, tidak ada yang mengangkat pedang, atau belajar perang, masing-masing duduk dibawah pohon anggur atau ara, tanpa saling menggentarkan. Suasana damai penuh kasih itulah yang dikehendaki Tuhan dari umatNya dan seluruh bangsa. Teks hari ini mengajak kita semua untuk merayakan minggu adven kedua, dengan hidup dalam kasih. Berdamai dengan semua orang adalah salah satu wujud kasih.
Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup damai, penuh kasih dengan semua orang, Amin.
Amsal 10 : 12
08 Des
Senin
Jangan Ada Benci
Banyak hal berharga baik yang bisa terlewatkan bila kebencian dibiarkan menguasai hidup. Ada pekerjaan yang menjanjikan keuntungan, tetapi karena kebencian, maka tidak dikerjakan. Ada saat yang menawarkan pemulihan hubungan, tetapi karena kebencian, maka semua berlalu begitu saja. Kebencian menimbulkan sejumlah penyakit seperti asam lambung atau sakit kepala. Sesekali bertanyalah kepada orang-orang tua yang telah lanjut usia. Tanyakan kepada mereka rahasia umur panjang mereka. Kita akan dibuat kaget sebab salah satu rahasia mereka selain hidup dekat dengan Tuhan tetapi juga adalah karena mereka tidak membiarkan kebencian menguasai hidup mereka. Bacaan kita hari ini Amsal 10 :12 memberikan pelajaran penting terkait soal kebencian. Sebagai teks hikmat, Amsal mengatakan bahwa kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi pelanggaran. Hal ini yang diajarkan pula oleh Tuhan Yesus, yaitu hidup saling mengasihi dan bukan sebaliknya dengan saling membenci. Demi kasih-Nya, Tuhan Yesus berkenan rela mati di tiang kayu salib untuk kita. Amsal mengajari kita melepaskan pengampunan bagi orang lain agar hidup tidak dikuasai kebencian. Inilah yang dimaksud Amsal tentang kasih menutupi pelanggaran. Jangan ada benci diantara kita !
Doa: ya Allah, mampukanlah kami hidup tidak saling membenci, Amin.
Kamu adalah Sahabatku
Yohanes 15 : 11 – 15
09 Des
Selasa
S
ahabat adalah seorang yang dekat, memahami dan menjadi bagian yang penting dalam hidup kita. Realita dewasa ini kita cendrung menetapkan identitas sahabat hanya pada orang-orang tertentu saja dan orang lain yang tidak selevel dan sejalan dalam banyak hal dengan kita, mereka bukan sahabat. Mereka bisa saja kemudian kita posisikan sebagai musuh. Yohanes 15:11-15 mengajarkan hal yang berbeda. Tuhan Yesus menyebut kita adalah sahabat. Karena kasih-Nya yang besar kepada sahabat, maka Tuhan Yesus rela menyerahkan diri-Nya demi kita. Karena kita adalah sahabat-Nya maka Ia menyampaikan apa yang dikehendaki-Nya yakni agar kita saling mengasihi. Tuhan Yesus menyatakan betapa berharganya kita di hadapan-Nya sebab Ia tidak menyebut kita hamba melainkan sahabat. Kebenaran ini harus membuat kita merubah hidup kita. Bila kita hidup dalam kebencian, maka sebagai sahabat Tuhan, yang harus kita lakukan adalah mengampuni. Bila kita tidak mau berbagi dengan kelebihan kita, sebagai sahabat Tuhan, kita harus bisa merubah cara hidup demikian. Kamu adalah sahabatku. Itu kata Tuhan untuk kita. Maukah kita mengatakannya juga kepada orang lain?
Doa: ya Allah, mampukanlah kami bersahabat dengan semua orang, Amin.
Tetaplah saling Mengasihi
Yohanes 15 : 16 – 17
10 Des
Rabu
T
anty dan Serly. adalah teman baik sejak kecil. Mereka bertumbuh bersama dan kemudian masing-masing menjalani hidupnya; Tanty menjadi seorang ibu rumah tangga dan Serly menjadi seorang dokter. Suatu ketika Tanty mengalami masalah dalam hubungannya dengan suaminya. Ia memendam semua yang dihadapi. Rupanya belakangan ini suaminya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan jarang berkumpul bersama keluarga. Tanty stres dengan keadaan rumah tangganya dan nyaris melakukan upaya bunuh diri. Serly yang merawat Tanty saat dirujuk ke rumah sakit kemudian mendampinginya dan meyakinkannya untuk tetap bersemangat menjalani hidup. Ikatan persahabatan yang pernah terjalin diantara mereka akhirnya membuat Tanty pulih. Adapun teks kita hari ini menuliskan tentang tujuan tindakan pemilihan dan penetapan Tuhan atas hidup kita : agar kita pergi dan menghasilkan buah dan buah itu tetap, supaya apa yang kita minta kepada Bapa dalam nama Tuhan Yesus diberikan kepada kita. Oleh sebab itu, sebagai orang-orang yang dikasihi Allah, marilah kita tetap hidup saling mengasihi. Dengan saling mengasihi, kita memperlihatkan kasih Tuhan bagi sesama. Kasih yang tidak hanya dalam bentuk kata-kata yang menghiburkan, tetapi juga kesediaan mendengar dan mendampingi orang lain. Semoga Tuhan Yesus menolong kita untuk tetap bisa hidup saling mengasihi.
Doa: ya Allah, mampukanlah kami hidup tetap saling mengasihi, Amin.
Kasih Yang Tetap Di Segala Waktu
Amsal 17 : 17
11 Des
Kamis
S
etiap kita pasti mendambakan persahabatan sejati. Dunia penuh dengan hubungan yang sementara—ada sahabat yang datang ketika kita senang, tetapi pergi ketika kita susah. Amsal 17:17 mengingatkan kita bahwa sahabat sejati bukan diukur dari seberapa banyak tawa yang kita bagi bersama, tetapi seberapa setia ia ada di sisi kita ketika kita dalam kesulitan. Sahabat sejati mengasihi setiap waktu, dan saudara lahir untuk menolong dalam kesusahan. Menjelang Natal, kita diajak meneladani kasih Kristus yang tidak berubah sekalipun kita sering jatuh dalam kelemahan. Kasih yang sejati tidak hanya hadir di saat senang, tetapi tetap setia di saat sulit. Inilah kasih yang menghidupkan makna persaudaraan di tengah keluarga dan jemaat. Firman ini menantang kita untuk menjadi sahabat sejati bagi orang lain: Hadirlah bukan hanya ketika senang, tetapi juga ketika susah. Belajarlah mengasihi tanpa syarat, bukan karena keuntungan. Jadilah orang yang bisa diandalkan, yang mendengarkan, mendoakan, dan menopang orang lain. Persahabatan yang sejati adalah cermin kasih Kristus yang hidup dalam diri kita.
Doa: Tuhan, tolong ajari Aku Mengasihi. Amin
Kasih yang Murni Mengampuni Tanpa Dendam
Imamat 19 : 17 – 18
12 Des
Jumat
T
uhan menegaskan bahwa kasih sejati bukan hanya soal perasaan, tetapi juga tentang menolak membenci, tidak mendendam, dan berani mengampuni. Menjelang Natal, firman ini mengajak kita untuk membersihkan hati dari kebencian, iri, dan sakit hati. Tidak ada sukacita Natal yang sejati jika hati kita masih terikat oleh luka yang belum dilepaskan.
Kasih yang diperintahkan Tuhan adalah kasih yang aktif yang mengupayakan perdamaian, memaafkan kesalahan, dan mengangkat kembali yang jatuh. Natal adalah saat terbaik untuk memutus rantai kebencian dan memulai lembaran baru. Jangan biarkan dendam menghalangi kita merasakan damai sejahtera yang Yesus bawa bagi dunia. Firman Tuhan hari ini menegaskan bahwa kebencian yang dipelihara dalam hati adalah dosa. Kebencian mungkin tidak selalu tampak keluar, tetapi ia dapat merusak dari dalam. Hati yang dibiarkan dipenuhi kebencian akan melahirkan dendam, iri, bahkan keinginan membalas. Tuhan ingin umat-Nya hidup dalam hati yang bersih, bebas dari racun kebencian. Budaya dunia sering mengajarkan “mata ganti mata, gigi ganti gigi,” tetapi Tuhan menegaskan bahwa balas dendam hanya milik-Nya. Jika kita memilih untuk menuntut balas, kita justru memperpanjang lingkaran kebencian. Tetapi ketika kita melepaskan dendam, kita menyerahkan keadilan kepada Allah yang adil. Hanya dengan itu kita dapat mengalami damai sejahtera sejati.
Doa: Bersihkan Hatiku dari benci dan dendam ya Tuhan, Amin
Menjaga Kasih Dan Menolong Yang Lemah Iman
Yudas 1 : 20 – 23
13 Des
Sabtu
Firman hari ini mengingatkan kita untuk membangun diri di atas iman yang kudus, berdoa dalam Roh Kudus, dan menunjukkan belas kasihan. Itulah tanda iman yang hidup. Iman bukan sesuatu yang statis, melainkan harus dirawat dan ditumbuhkan. Sebab itu, iman yang sehat lahir dari relasi yang hidup dengan Allah: lewat doa, firman, dan kesetiaan berjalan bersama-Nya. Dalam menyambut natal diperlukan iman yang hidup, sebab natal bukan sekedar perayaan lahiriah, tetapi kesempatan untuk memperdalam hubungan dengan Tuhan dan menguatkan iman. Kita dipanggil bukan hanya menjaga diri, tetapi juga meraih orang lain yang hampir terjatuh. Kasih Allah menggerakkan kita untuk peduli, mengangkat, dan menuntun kembali mereka yang tersesat. Saat kita mengulurkan tangan dengan penuh kasih kepada mereka, kita sedang memperkenalkan Yesus yang lahir untuk menyelamatkan semua orang. Menjelang Natal, mari kita pastikan hati kita tetap hangat dalam kasih Tuhan, sekaligus menjadi penghubung kasih itu kepada sesama. Kiranya kita setia menjaga iman sambil mndorong sesama kembali kepada kasih Allah, sebab hanya didalam kasih itulah, kita menemukan hidup yang kekal
Doa: Peliharalah Imanku Tuhan. Amin.
Lukas 1 : 46 – 56
14 Des
Minggu
Sukacita Menyambut Kedatangan Tuhan
M
Inggu adven ketiga telah kita masuki dengan penuh sukacita. Tanda bahwa tidak lama lagi kita akan merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus Juruselamat dunia. Hari ini kita belajar dari Maria yang memuji Tuhan dengan penuh luapan sukacita yang lahir dari kesadaran akan karya Allah yang besar. Maria mengajarkan bahwa pujian sejati bukan lahir dari keadaan serba cukup, melainkan dari hati yang merendah di hadapan Allah. Ia hanyalah seorang perempuan muda sederhana dari Nazaret, tetapi Allah memilihnya untuk rencana keselamatan yang besar. Kesadaran akan kerendahan diri membuat Maria tidak meninggikan diri, melainkan meninggikan Tuhan.Menjelang Natal, kita diundang untuk merasakan sukacita yang murni, sukacita yang tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada janji Allah yang pasti. Natal adalah bukti bahwa Tuhan mengingat janji-Nya, dan Dia setia melaksanakannya. Sukacita sejati lahir dari hati yang rendah, yang menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah. Sama seperti Maria, mari kita memuji Tuhan bukan hanya dengan bibir, tetapi dengan seluruh hidup yang taat kepada-Nya. Saat kita menyongsong Natal, biarlah hati kita dipenuhi rasa syukur, sehingga setiap tindakan kita menjadi nyanyian pujian bagi Sang Juru Selamat.
Doa: Penuhi Aku Dengan Sukacita. Amin.
Hati Yang Gembira Menyongsong Natal
Amsal 17 : 22
15 Des
Senin
Firman Tuhan berkata: hati yang gembira adalah obat yang manjur. Artinya, sukacita sejati memiliki kuasa penyembuhan. Hati yang gembira bukan sekadar tawa di wajah, melainkan damai dan syukur yang lahir dari iman kepada Tuhan. Ketika hati dipenuhi sukacita ilahi, semangat hidup pun terpelihara, bahkan tubuh menjadi lebih kuat. Sebaliknya, hati yang terus-menerus tertekan, dipenuhi kekhawatiran, iri, atau kepahitan akan melemahkan hidup. Seperti tulang yang kering, semangat yang patah membuat orang kehilangan harapan, tenaga, dan arah. Inilah sebabnya Firman Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga Menjelang Natal, sukacita bukan hanya hiasan perayaan, tetapi kekuatan yang memulihkan hati dan tubuh. Dunia mungkin membawa kesibukan dan tekanan, tetapi sukacita dari Tuhan memberi kekuatan untuk melewati semuanya dengan damai. Sukacita sejati tidak bergantung pada hadiah atau pesta, tetapi pada pengenalan akan Kristus yang lahir untuk kita. Mari kita sambut Natal dengan hati yang riang gembira, penuh pengharapan, dan bersyukur.
Doa: Penuhi Hatiku Dengan Sukacita ya Tuhan. Amin.
16 Des
Selasa
Yesaya 12 : 2 – 6
Allah Sumber kekuatan dan Sukacita Kita
K
eselamatan bukanlah hasil usaha manusia melainkan kasih dan anugerah yang dikerjakan Allah. Itulah yang menjadi dasar Yesaya mengajak umat untuk bersyukur dan memberitakan perbuatan Allah di tengah bangsa-bangsa. Pujian bukan hanya ungkapan pribadi, tetapi juga kesaksian bagi dunia bahwa Allah besar dan ajaib. Ketika kita memuliakan Tuhan dalam hidup sehari-hari, orang lain pun dapat melihat kebesaran-Nya melalui kita. Yesaya 12 mengingatkan kita bahwa hidup yang percaya kepada Allah adalah hidup yang dipenuhi kekuatan, sukacita, dan syukur. Maka, mari kita selalu menimba kekuatan dari Tuhan, hidup dalam sukacita keselamatan-Nya, dan memberitakan kasih-Nya melalui pujian dan perbuatan kita. Penyertaan Tuhan sungguh sempurna, selalu hadir dan berada ditengah setiap seruan yang keluar dari hati yang sungguh mengharapkan pertolongan. Tuhan hadir dan kehadiran-Nya adalah sukacita bagi kita, kehadiran-Nya adalah jaminan keselamatan sekaligus jaminan masa depan. Karena itu nyatakanlah syukur bagi Tuhan atas keselamatan yang Tuhan beri dengan nyanyian pujian syukur, wartakanlah segala perbuatan tangan Tuhan bagi semua orang bahwa Tuhan yang maha Kudus Allah Israel ditengah – tengah kita. Karya keselamatan yang bukan hanya untuk satu orang atau untuk kelempok tertentu tetapi bagi seantero isi bumi.
Doa: Terimalah Tuhan nyanyian syukurku ini. Amin
Keselamatan Dari-Mu Jadikanku Bergembira
Mazmur 40 : 17 – 18
17 Des
Rabu
P
emazmur dalam bacaan di hari ini, tidak menyembunyikan kenyataan hidupnya: ia sengsara dan miskin. Ini adalah sikap rendah hati, menyadari bahwa manusia terbatas, lemah, dan tidak bisa menolong dirinya sendiri. Dalam doa, ia berani jujur di hadapan Allah, sebab Allah tidak menolak hati yang hancur. Di tengah keterpurukan, pemazmur menegaskan: “Tuhan memperhatikan aku.” Inilah penghiburan terbesar bagi orang percaya—Allah tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan ketika dunia memandang sebelah mata, Allah tetap hadir sebagai penolong yang setia. Perhatian Allah bukan sekadar simpati, melainkan tindakan nyata yang menyelamatkan. Itulah natal. Sebab itu, ingatlah hanya ada satu orang yang setia mendengar dan yang mampu menoiong kita Dialah Allah. Saat kita lemah dan tak berdaya karena beban dipundak semakin berat menindih, kita dapat datang pada -Nya dan membawa sertiap permohonan. Dia Tuhan setia mendengar dan mau menolong dan menyelamatkan kita karena Dialah yang telah menjadikan kita dan kita adalah kepunyaan-Nya.. Baiklah kita sadari bahwa tidak ada kekuatan apapun dari dunia ini yang dapat menghadirkan kegembiraan dan sukacita abadi selain yang datangnya dari Tuhan dan biarlah itu semua menjadikan kita semakin mencintai keselamatan yang daripada Tuhan.
Doa: Tuhan, keselamatan yang Engkau kerjakan itulah yang membuat aku bergembira dan bersukacita. Amin.
Mazmur 68 : 1 – 7
18 Des
Kamis
Sukacita Orang Benar
S
ukacita merupkan luapan kebahagiaan yang lahir dari berbagai peristiwa penting dan berharga yang dialami setiap orang. Peristiwa – peristiwa penting dan berharga yang terjadi didalam hidup setiap manusia itu dikendalikan oleh satu kuasa yaitu Allah. Kemahakuasan-Nya mengatasi setiap persoalan dan kesulitan hidup , keagungan-Nya terus bergerak menembusi setiap tembok permasalahan kita . Mazmur 68;1-7 merupakan mazmur sukacita orang – orang benar yang mengalami kekuasaan dan kebaikan Allah. Mengalami Allah yang berperang melawan musuh-musuh, bahkan orang benar bersukacita karena mengalami kuasa Allah yang lemah lembut, pengasih dan penyayang. Pesan firman Tuhan ini bagi kita adalah bahwa orang benar dipanggil untuk bersorak dan bergembira di hadapan Allah. Sukacita yang bukan karena keadaan selalu baik, melainkan karena kita tahu Allah memegang kendali. Sebab itu bangunlah relasi dengan Allah, dan jangan terpaku pada keadaan dunia yang sering berubah dan menghancurkan sukacita hdup kita.
Doa: Menikmati Kasih dan Kebaikan Tuhan adalah sukacita kami, ajarkan kami untuk menghadirkan sukacita bagi sesama.. Amin.
Janji Keselamatan Sumber Sukacita Dan Sukaria
Zefanya 3 : 9 – 20
19 Des
Jumat
N
atashia Nakita dikenal lewat karya cipta lagu yang diberi judul JanjiMu Seperti Fajar, yang kemudian sering dinyayikan oleh setiap orang. Lagu yang pertama kali dirilis pada tahun 2010 dipopulerkan oleh penyanyi Franky Sihombing dan Nikita, mengisahkan tentang kasih yang sempurna yang diterima itu adalah Karunia terindah yang memulihkan seluruh kehidupan dan melayakan kita memanggilNya dengan sapaan Bapa, bahkan pemulihan dari Tuhan melayakan kita untuk tetap berada dalam dekapan kasihNya, menerima segala kebaikanNya yang selalu menyertai disetiap perjalanan kehidupan. Zefanya 3:9-20 menyatakan bagi kita bahwa sesungguhnya janji kelesamatan dari Tuhan adalah dasar untuk kita bersukacita dan bersukaria sebab sesungguhNya Tuhan adalah penyelamat kita . Kita mungkin saja saat ini merasa terbuang, malu, dan tercela karena perbuatan kita yang mendukacitakan hati Tuhan, atau mungkin saja saat ini kita sementara mengalami rupa–rupa pencobaah dan penderitaan, yakinlah bahwa Tuhan sanggup memulihkan dan menyelamatkan kita. Bersukacita dan bergembiralah atas keselamatan dari Tuhan.
Doa: Janji keselamatan, itulah sumber sukacita dan sukaria bagi kami. Amin.
Yesaya 55 : 12 – 13
19 Des
Jumat
Kesempurnaan Sukacita
A
yat ini ditujukan kepada umat Israel yang sedang berada dalam penderitaan, tetapi Tuhan memberikan janji bahwa perjalanan mereka akan penuh sukacita dan damai. Sukacita sejati bukan ditentukan oleh keadaan, melainkan oleh kehadiran Tuhan yang menyertai. Gambaran gunung, bukit, dan pohon yang bersorak adalah simbol dari ciptaan yang ikut menyambut pembaruan Allah. Ini mengingatkan kita bahwa Kita pun sering berjalan dalam ketidakpastian hidup, tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa siapa yang berharap kepada-Nya, tidak akan ditinggalkan. Karya Tuhan yang menyelamatkan itu bukan hanya untuk manusia, tetapi untuk seluruh ciptaan. Ketika kita hidup dalam damai dan sukacita dari Tuhan, dampaknya adalah kehidupan yang penuh damai sejahtera. Hal ini pertanda bahwa karya keselamatan yang dari Tuhan harus diresponi dengan iman dan damai. Sukacita kita adalah mengalami perubahan, dari semak duri tumbuh pohon sanobar, dan sebagai kecubung tumbuh pohon murad, artinya kita diubahkan dari dosa dan kutuk dan mengalami hidup yang baru, hidup yang indah limpah sukacita dan damai sejahtera. Wartakan itu bagi semua orang sebagai sukacita kita turut serta dalam keselamatan yang dari Tuhan.
Doa: Karya keselamatan yang dariMu Tuhan telah menyempurnakan sukacitaku. Amin.
Menjaga Hati, Mulut dan Tingkah Laku
Mazmur 24 : 1 – 10
21 Des
Minggu
M
azmur 24:1-10 termasuk kumpulan mazmur Daud, dan merupakan Madah pujian yang memuliakan Tuhan sebagai Raja. Kidung ini dipakai dalam ibadah berupa arak arakan yang mengantar Tabut perjanjian masuk kedalam Bait Allah, seperti yang terjadi waktu Tabut itu oleh Daud dipindahkan ke Yerusalem. Dalam mazmur ini Daud memuji Allah sebagai Raja yang kekal, Tuhan semesta Alam. Dialah pencipta, pemilik serta penguasa atas dunia dan hidup manusia. Raja kemuliaan yaitu Tuhan Yesus Kristus itulah yang membedakan Dia dengan allah-allah lain. Pengakuan kita harus nampak dalam perbuatan, cara berpikir dan perilaku kita, keseharian kita di tengah keluarga, gereja dan masyarakat, sebab hanya orang-orang yang tidak melakukan kejahatan dengan tangannya, murni hatinya dan pikirannya serta hidup kudus, merekalah yang dapat berjumpa dengan dengan Allah dalam Bait-Nya. Dia datang sebagai Raja kemuliaan yang hadir dalam Bait Allah mengangkat. membangkitkan kita dan memulihkan kita dari segala kesedihan, ketakutan, kebodohan, penipuan yang menawan hidup orang percaya dan membuat kita tidak berdaya, tetapi la sendiri telah datang sebagai Raja Kemuliaan yang mengangkat dan mentranformasi hidup kita menjadi lebih baik, nantikanlah Tuhan dengan kedamaian sambil tetap menjaga hati, menjaga pikiran, menjaga mulut, dan menjaga tingkah laku kita agar layak dan pantas didalam menyambut kedatangan-Nya.
Yesaya 26 : 12
Doa: Tuhan, bantu kami menjaga hati, pikiran, mulut dan tingkah laku kami, Amin.
22 Des
Senin
Damai Sejahtera Sejati
D
amai sejahtera dari Tuhan mengalir dari dalam hati (internal), tidak terpengaruh oleh situasi kondisi, dan bersifat kekal. Sekalipun diterpa masalah, sekalipun situasi sedang tidak baik, hati tetap dipenuhi oleh damai sejahtera. Damai sejahtera bersumber dari hubungan yang karib antara kita dengan Tuhan dan dampak dari ketaatan kita melakukan firman Tuhan. Ada tertulis: “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,” Dengan cara inilah Tuhan akan melimpahkan damai sejahtera-Nya kepada kita. Ketika kita berserah dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal, Dia yang akan mengerjakan segala sesuatu melalui kita. Bukan karena kekuatan kita, tetapi karena anugerah dan kuasa-Nya. Saat kita berjalan bersama Tuhan, ada jaminan bahwa Dia akan menyediakan apa yang kita butuhkan. (ay 12). Damai sejahtera sudah ada di dalam hati kita masing-masing, hanya tinggal kita mau atau tidak mengalahkan kedagingan kita dan mengaplikasikan damai sejahtera tersebut dalam hidup kita sehari-hari. Dunia bisa saja memberikan damai, tetapi belum tentu menghasilkan sejahtera bagi seluruh manusia. Sumber utama damai sejahtera kita adalah Yesus. Kita harus memandangNya sebagai sumber kekuatan, hikmat, dan kemampuan untuk mencapai damai sejahtera yang Ia sediakan.
Doa: Tuhan, biarlah damaiMu selalu ada di hati kami. Amin.
Sebagai “Batu Hidup”
1 Petrus 3 : 8 – 12
23 Des
Selassa
K
ita adalah ” batu hidup ” yang sedang dibangun menjadi rumah rohani karena kita adalah bagian dari bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, dan umat kepunyaan Allah sendiri. Karena itu, kita juga orang asing dan perantau di dunia ini, dan hamba Yesus. Petrus menunjukkan dalam bagian ini bahwa sikap dan tindakan kita haruslah benar dalam ketundukan kepada Allah, yang akan menghasilkan kita menjadi berkat bagi orang lain dan menerima berkat perkenanan Allah. kita akan hidup sesuai dengan panggilan Allah untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus dalam segala situasi kehidupan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan sebagai orang percaya. Seia sekata, seperasaan, mengasihi, rendah hati, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki dan hidup untuk menjadi berkat. Jika kita mengimani sang Mesias, maka karakterNya harus tampak dalam hidup kita. Indah jika kita mau mencintai hidup yang Tuhan anugerahkan dan hidup sesuai dengan tingkah laku yang diajarkanNya. Kita pasti mampu menerapkannya selama Tuhan yang menjadi andalan hidup kita. Lakukanlah yang Tuhan mau maka hidupmu akan penuh damai selama menanti kedatanganNya.
Doa: Tuhan, bantu kami untuk selalu mendapatkan perkenananMu setiap hari. Amin.
Yesaya 52 : 7 – 10
24 Des
Rabu
Anak Kecil itu adalah Tangan Tuhan
Y
esaya memberi tahu kita apa yang sebenarnya kita lihat di sini: Tuhan menyingkapkan tangan-Nya yang kudus di hadapan segala bangsa, dan segala ujung bumi akan melihat keselamatan dari Allah kita. Anak kecil yang tak berdaya ini adalah tangan Tuhan, kekuatan Allah, yang dinyatakan kepada semua orang. Allah yang menyingsingkan lengan baju-Nya, menggali karya yang dijanjikan-Nya, karya-Nya untuk menyelamatkan kita dari kematian kekal. Natal adalah langkah pertama dari rencana-Nya yang akan membawa Yesus ke kayu salib untuk mati menebus dosa-dosa kita dan kemudian kepada kebangkitan-Nya yang akan membuktikan kemenangan-Nya bagi kita. Betlehem, tempat Allah mulai melakukan apa yang telah Ia janjikan. Juruselamat dunia yang telah lama dijanjikan telah tiba. Allah Tritunggal berkata, “Sekarang saatnya untuk mulai bekerja.” Dan pekerjaan-Nya difokuskan pada kita, penyelamatan kita, keselamatan kekal, dan kesejahteraan kita. Tidak ada yang penting bagi-Nya selain kita dibebaskan dari perbudakan dosa dan maut. Dia akan melakukan segala yang kita butuhkan untuk menyelamatkan kita. Firman telah menjadi manusia bagimu. Bayi ini lahir di lingkungan yang sederhana untukmu. Tangan Tuhan telah terbuka bagimu. Tuhan sedang menggunakan kuasa-Nya yang mahakuasa untuk menyelamatkanmu. Natal adalah bukti nyata bahwa Tuhan mengasihi, mengasihimu tanpa pamrih, mengasihimu dengan rela berkorban. Selamat Menyambut Natal Kristus.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk cinta kasihMu bagi kami. Amin.
Yesus Lahir Membawa Damai
Yesaya 9 : 1 – 6 & Lukas 2 : 1 – 7
25 Des
Kamis
Y
esaya 9:1-6 sering disebut sebagai nubuat lahirnya Mesias. Sebab dalam ayat ini gambaran Mesias sebagai pembawa damai dan memulihkan kehidupan umat dinampakkan secara gamblang. Mesias yang digambarkan dalam Yesaya ini adalah seorang penguasa pemerintahan dan memiliki sisi keilahian yaitu Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai (ay. 5). Lukas 2:1-7 memulai kisah kelahiran Yesus dengan mengkaitkan perintah Kaisar Agustus supaya setiap penduduk di wilayah Romawi mendaftarkan diri. Kaisar Agustus adalah pemimpim tertinggi kekaisaran Romawi sedangkan Kirenius adalah pejabat daerah di wilayah Siria. Artinya keduanya adalah pejabat politik yang memiliki kuasa kepada rakyat yang dikuasainya termasuk Yusuf dan Maria. Sementara itu, Yusuf dan Maria adalah rakyat biasa, bukan pejabat atau orang yang memiliki kekuasaan. Dalam konteks Yusuf dan Maria melakukan perintah penguasa itulah Yesus lahir. Yesus ditampilkan sebagai rakyat kecil yang juga terdampak pada kebijakan penguasa. Lahirnya Yesus adalah lahirnya kesatuan dari antara yang tercerai-berai. Yesus yang adalah Tuhan, bersedia menyapa dan hadir bagi dunia serta memihak kepada orang yang lemah yang selama ini menjadi korban dan diabaikan dari lingkungan sosial, ekonomi maupun politik. Menyambut kedatangan Yesus, Mari kita membawa kedamaian dengan membela kaum tertindas dan mewujudkan perdamaian dalam kehidupan.
Lukas 2 : 21 – 38
26 Des
Jumat
Menanti Tuhan dalam Damai
N
atal, perayaan kelahiran Yesus Kristus, bukan sekadar peristiwa historis yang terjadi dua ribu tahun lalu dan berhenti begitu saja. Natal menjadi peristiwa yang terus ditunggu-tunggu dan dampaknya akan terus berlanjut hingga selama-lamanya. Kisah Simeon dan Hana dalam Lukas 2:21-38 menggambarkan bagaimana menanti Tuhan dalam damai. Mereka bukanlah orang-orang yang pasif menunggu, tetapi mereka adalah orang-orang yang hidup dalam ketaatan dan iman yang teguh. Simeon, dipimpin Roh Kudus, telah menantikan penghiburan Israel (ayat 25-26). Ia tahu bahwa janji Allah akan digenapi. Penantiannya bukan penantian yang cemas, tetapi penantian yang penuh harapan dan keyakinan. Begitu pula Hana, yang melayani Allah siang dan malam (ayat 37), ia hidup dalam penantian yang senantiasa berfokus pada Tuhan. Mereka tidak terganggu oleh hiruk-pikuk dunia, tetapi tetap teguh dalam iman dan doa. Teks ini mengingatkan kita untuk tetap fokus menanti Tuhan di tengah hiruk-pikuk dunia ini. Damai sejahtera bukanlah ketiadaan masalah, tetapi ketenangan hati di tengah badai kehidupan. Ia adalah buah dari hubungan kita yang intim dengan Allah.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk damai sejahtera yang Engkau bawa ke dunia. Amin.
Doa: Kristus, kami menanti kedatanganMu dalam damai, amin.
Saksi Damai di Bumi
Yesaya 32 : 17 – 18
27 Des
Sabtu
K
elahiran Yesus Kristus di Betlehem merupakan penggenapan janji Allah akan kedamaian sejati. Yesus datang bukan sebagai penguasa duniawi yang menggunakan kekerasan, tetapi sebagai Raja Damai yang menawarkan kedamaian. Namun, visi damai yang digambarkan dalam Yesaya 32:17-18 bahwa akan ada masa depan yang dipenuhi dengan keadilan, kebenaran, damai sejahtera, keamanan, dan kemakmuran belum sepenuhnya terwujud di dunia ini. Konflik, kekerasan, penindasan, ketidakadilan masih ada di mana-mana. Karena itulah, Natal mengingatkan kita bahwa kedamaian sejati itu mungkin. Kasih Kristus adalah kekuatan yang mampu mengubah hati manusia yang keras dan menciptakan kedamaian di tengah-tengah perselisihan. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi saluran damai sejahtera Allah di dunia ini. Kita harus menjadi agen perubahan, menunjukkan kasih dan pengampunan kepada semua orang, tanpa memandang latar belakang atau perbedaan. Kita harus berani melawan ketidakadilan dan memperjuangkan keadilan bagi yang tertindas. Kita harus berani bersuara untuk sebuah kedamaian kendati kita tahu bahwa ada harga mahal yang harus dibayar untuknya. Marilah kita merayakan Natal dengan hati yang penuh sukacita dan komitmen untuk menjadi saksi damai Kristus di dunia ini.
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus Mencari dan Mengejar Damai, amin
Doa: Kristus, mampukanlah kami menjadi saksi setiaMu di Bumi, amin.
Carilah Damai dan Kejarlah Ia
Mazmur 34 : 12-15
28 Des
Minggu
K
ehidupan modern terasa begitu cepat dan penuh tekanan. Kita dikejar target dan tuntutan yang tidak pernah berhenti. Persaingan, konflik, dan perselisihan seakan menjadi bumbu kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun pergaulan sosial. Akibatnya, banyak orang merasa stres, cemas, dan kehilangan kedamaian batin. Di tengah hiruk pikuk ini, Mazmur 34:12-15 mengaitkan pencarian damai dengan tindakan-tindakan konkret. Bukan sekadar menunggu damai datang, tetapi kita harus mencari dan mengejarnya. Langkah pertama adalah menjaga lidah dari kejahatan dan tipu daya—kata-kata kita memiliki kekuatan untuk membangun atau menghancurkan. Selanjutnya, kita harus menjauhkan diri dari kejahatan dan melakukan kebaikan—tindakan kita harus selaras dengan kata-kata kita. Sikap dan tindakan inilah yang menjadi kunci untuk meraih damai, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Ayat ini juga menjanjikan berkat bagi mereka yang mencari damai: Tuhan akan memperhatikan mereka dan melindungi mereka. Ada kalanya kita akan menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, kita harus tetap teguh dalam komitmen untuk mencari damai, karena Allah selalu menyertai kita dalam perjalanan ini. Ia akan memberikan kekuatan dan hikmat yang kita butuhkan untuk mengatasi segala kesulitan. Dengan demikian, kita dapat mengalami shalom—kedamaian yang melampaui segala situasi dan pengertian.
Jalan Damai Sejahtera
Yesaya 48 : 17 – 18
29 Des
Senin
A
llah bukan hanya memberikan perintah, tetapi juga mengajar dan menuntun umat-Nya menuju jalan yang benar. Bagaimana kita bisa berjalan pada Jalan yang benar? Kita mesti taat;merespon dengan tulus perintah dan Ajaran Allah. Hasilnya adalah damai sejahtera yang melimpah—seperti sungai yang meluap dan gelombang laut yang tak putus-putusnya. Pesan Yesaya 48:17-18 sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Mencari damai tidak cukup hanya dengan usaha manusia. Kita perlu mencari tuntunan Allah melalui doa, renungankan Firman-Nya, dan beribadah. Allah memberikan hikmat dan kekuatan untuk menghadapi konflik dan perselisihan. Ia juga memberikan kemampuan untuk mengampuni, memahami, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Jalan menuju damai mungkin tidak selalu mudah. Kita akan menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, dengan tetap berpegang pada tuntunan Allah, kita akan menemukan kekuatan dan kedamaian yang melampaui segala pengertian. Damai sejahtera yang dijanjikan bukanlah kedamaian duniawi yang rapuh, melainkan kedamaian yang berasal dari hati yang diubahkan oleh kasih Allah. Ini adalah kedamaian yang berkelanjutan, yang membawa kebahagiaan dan kepuasanyang sejati.
Doa: Hanya Engkau, Tuhan, Jalan Damai Sejahtera, kami, amin
Mazmur 85 : 1 – 14
30 Des
Selasa
BersamaNya Semua Hal Menjadi Bermakna
D
unia saat ini menghadapi krisis kemanusiaan yang kompleks dan multi-faceted. Konflik bersenjata, ketidakadilan sosial, dan bencana alam telah menciptakan penderitaan yang meluas dan mengancam perdamaian global. Di tengah gejolak ini, banyak orang merasa kehilangan harapan dan sulit menemukan kedamaian batin. Kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan menjadi hal yang umum. Namun, di tengah krisis ini, Mazmur 85:1-14 menawarkan sebuah pesan pengharapan: bahwa kedamaian sejati dapat dicapai melalui pertobatan, pemulihan hubungan dengan Allah, dan tindakan nyata untuk membangun perdamaian. Pemazmur menggambarkan keadaan umat Allah yang sedang menderita akibat perpecahan dan konflik. Ia memohon kepada Allah untuk menunjukkan belas kasihan, mengampuni dosa, dan memulihkan hubungan yang rusak. Mencari kedamaian di tengah krisis kemanusiaan bukanlah tugas yang mudah. Ia membutuhkan komitmen, kesabaran, dan ketekunan. Namun, dengan berpegang teguh pada Allah dan mengikuti tuntunan-Nya, kita dapat menemukan kekuatan dan pengharapan. Ini adalah kedamaian yang membawa harapan, kesejahteraan, dan kehidupan yang penuh makna, bahkan di tengah krisis yang paling berat sekalipun.
Doa: Kami percaya, bersamaMu Tuhan, semua hal menjadi bermakna, amin
Merayakan Kesetiaan Tuhan
Mazmur 66 : 1 – 20
31 Des
Rabu
P
uji Tuhan! Kita telah sampai di penghujung tahun 2025. Sepanjang tahun ini, kita telah mengalami berbagai peristiwa, tantangan, dan anugerah. Ada moment-moment penuh sukacita dan keberhasilan, tetapi juga ada masa-masa sulit yang menguji iman dan ketabahan kita. Di tengah arus kehidupan yang serba cepat dan penuh perubahan, sangat penting bagi kita untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan hidup kita, dan mensyukuri kesetiaan Tuhan yang tak pernah berakhir. Sejalan dengan itu, teks Mazmur 66:1-20 hendak mengajak seluruh ciptaan untuk memuji Allah, menyatakan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Pemazmur menekankan pentingnya mempersembahkan pujian dan syukur kepada Allah sebagai respons atas kesetiaan-Nya. Teks ini memberi pesan penting bagi kita ketika hendak mengakhiri 2025 bahwa kesetiaan Tuhan adalah harta yang tak ternilai. Ia menyertai kita dalam setiap langkah kehidupan, memberikan kekuatan di saat kita lemah, dan memberikan pengharapan di saat kita putus asa. Di penghujung tahun ini, marilah kita merenungkan perjalanan hidup kita. Marilah kita mengingat kembali semua berkat yang telah Tuhan berikan, baik yang besar maupun yang kecil. Marilah kita menyadari bagaimana kesetiaan Tuhan telah menyertai kita dalam suka dan duka, menuntun kita melalui jalan yang benar, dan melindungi kita dari bahaya. Syukurilah kesetiaan Tuhan itu dan mari kita memasuki tahun baru 2026 dengan semangat untuk terus hidup dalam kesetiaan bagiNya.
Doa: Tuhan, kami sungguh bersyukur atas kasihMu hingga di hari terakhir tahun 2025 ini, amin
TEDUH DI AKHIR SANTAPAN
T
ak terasa kita telah berada di penghujung jalan 2025.
Kisah manis dan pahit, tawa dan tangis mengukir setiap tapakan kaki kita di sepanjang tahun 2025.
Syukur pada Tuhan yang besar cinta kasihNya bagi kita semua.
Luangkanlah waktu saudara untuk merenungkan kesetiaan Tuhan dengan mengikuti beberapa langkah berteduh di bawah ini:
1. Nyanyikanlah lagu-lagu ungkapan syukur bersama-sama dengan orang yang selalu setia mendampingi saudara di sepanjang tahun 2025 atau keluarga saudara!
2. Ingatlah pengalaman bersama yang saling menguatkan dan sama-sama mengakui bahwa hal tersebut hanya bisa terjadi karena campur tangan Tuhan Allah
3. Bacalah nas Alkitab Mazmur 66 : 1 – 20
4. Tulislah pelajaran penting dari pengalaman itu dan buatlah komitmen untuk menapaki era baru dalam hidup untuk tahun 2026
5. Syukurilah kasih setia Tuhan dalam doamu hari ini!
