Makanan Sehat dan Bersih

Imamat 11 : 1 – 12

1 Mei

Jumat

A

da urusan apa Gereja dengan perilaku hidup bersih dan sehat, sebagaimana arahan tema minggu ini? Sesungguhnya menggerakan dan memberdayakan warga jemaat untuk hidup bersih dan sehat adalah juga tanggungjawab gereja, sebagai bagian dari upaya meneladani solidaritas Allah dalam persoalan kesehatan umat manusia. Salah satunya adalah sebagaimana tertera dalam kitab Imamat ini. Allah memberikan hukum-hukum-Nya atau aturan-Nya untuk melindungi umat-Nya dan bahwa ukuran-ukuran kesehatan tersebut tersedia bagi mereka yang menaati hukum-Nya. Dalam konteks Israel, makanan yang bersih melindungi mereka dari penyakit dan menjaga kualitas hidup di tengah kondisi alam saat itu. ini pesan bagi kita, jika kita memberi perhatian pada rancangan Allah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh, menghindari makanan yang merusak dan tidak makan secara berlebihan, itu merupakan wujud syukur kepada Tuhan dan ketaatan terhadapNya. Tubuh adalah anugerah Tuhan yang harus dirawat dengan baik. Dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat, kita memelihara kemampuan untuk melayani Tuhan dan sesama secara lebih maksimal.

Doa: Tuhan, tolong kami selalu hidup bersih dan sehat setiap hari. Amin.

2 Mei

Sabtu

Amsal 8 : 32 – 36

Pendidikan Iman Dan Moral: Jalan Kehidupan bagi Anak

P

endidikan iman dan moral yang berakar pada takut akan Tuhan menuntun anak-anak pada hidup yang utuh, bermakna, dan bertanggung jawab. Mereka akan belajar membedakan yang baik dan yang jahat serta mengambil keputusan dengan bijaksana. Ayat 35 menegaskan bahwa siapa yang memperoleh hikmat, ia memperoleh hidup dan perkenaan Tuhan. Sebaliknya, mengabaikan didikan dapat merusak masa depan dan membahayakan jiwa. Salah satu didikan yang perlu ditanamkan kepada anak adalah bagaimana mereka mengupayakan hidup yang bertanggungjawab atas tubuhnya sebagai anugerah Tuhan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain menjaga tubuh tetap bugar, kebiasaan ini membantu anak disiplin dan lebih menghargai diri sendiri. Karena itu, menanamkan nilai firman Tuhan sejak anak-anak berarti menuntun mereka kepada sumber kehidupan, yaitu Kristus, Sang Hikmat Allah. Inilah fondasi yang memberi “kompas” bagi anak dalam melangkah ke masa depan. Jika pola hidup bersih dan sehat menjaga kesehatan fisik, maka pendidikan iman dan moral menjaga kesehatan batin dan karakter mereka.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk mendidik anak-anak kami dengan baik. Amin.

M

Gereja Rumah Tangga yang Berhikmat

Amsal 2 : 1 – 9

3 Mei

Minggu

engupayakan gereja rumah tangga yang berhikmat dimulai dari hati yang mau menerima, menyimpan, dan melakukan firman Tuhan. Amsal menegaskan bahwa hikmat tidak datang otomatis, melainkan harus dicari seperti perak dan harta terpendam. Karena itu, keluarga perlu menyediakan waktu membaca Firman dan berdoa bersama, sehingga rumah menjadi tempat dimana iman dibangun, tempat setiap anggota belajar hidup takut akan Tuhan.Dengan hidup Takut akan Tuhan menolong setiap anggota keluarga bersikap rendah hati, tidak mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri semata dalam menyelesaikan konflik atau mengambil keputusan, tetapi selalu melibatkan Tuhan. Dengan demikian, Tuhan menjadi perisai yang memberi perlindungan moral dan rohani bagi keluarga di tengah tantangan zaman. Keluarga yang cerdas secara rohani akan menjadi terang bagi lingkungan, memancarkan nilai Kerajaan Allah dalam keseharian. Dengan terus mencari hikmat, rumah tangga tidak hanya dikuatkan secara pribadi, tetapi juga menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan gereja secara luas.

Doa: Tuhan, bantu kami punya landasan yang kokoh dalam hidup rumah tangga. Amin.

Amsal 4 : 5 – 13

4 Mei

Senin

Hikmat Memberi Arah Hidup yang Benar

H

ari ini tanggal 4 Mei, menjadi tanggal yang selalu mengingatkan kita akan sejarah beriman Gereja Protestan Maluku bersama Tuhan, dengan adanya pesan Tobat yang pernah dikeluarkan pada tahun 1960. Pesan Tobat ini bukan untuk menyalahkan, melainkan wujud kasih Allah yang mengingatkan dan memanggil gereja kembali kepada jalan-Nya. Umat dan pelayan diminta untuk menundukkan diri kepada firman Tuhan dan mewujudkannya dalam pembaruan kehidupan sehari-hari. Dalam bacaan hari ini, Salomo menyampaikan ajakan yang sejalan: carilah hikmat, peganglah pengertian, dan jangan melepaskannya, sebab di sanalah kehidupan ditemukan. Hikmat tidak datang otomatis; ia harus dicari dengan sungguh-sungguh. Hikmat bukan sekadar kecerdasan, tetapi kemampuan memandang hidup dari sudut pandang Allah. Orang yang berhikmat bersedia belajar, ditegur, dan dibentuk oleh firman Tuhan sehingga hidupnya menjadi baru. Ajakan Salomo dan Pesan Tobat mengingatkan kita untuk hidup dalam takut akan Tuhan sebagai sumber hikmat. Berpegang pada hikmat-Nya tidak pernah sia-sia, sebab hikmat memberi kejelasan arah, keteguhan langkah, perlindungan, serta masa depan yang diberkati Tuhan bagi kita dan gereja ini.

Doa: Tuhan, terima kasih atas hikmatMu yang selalu memberi kejelasan arah hidup bagi kami Amin.

Perempuan GPM yang Arif Mendengar

Lukas 10 : 38 – 42

5 Mei

Selasa

K

emampuan mendengar dengan arif adalah anugerah yang semakin langka. Banyak orang ingin didengar, tetapi sedikit yang sungguh-sungguh mau mendengar. Firman Tuhan mengajarkan bahwa mendengar bukan sekadar fungsi telinga, melainkan sikap hati yang dibentuk oleh hikmat. Dalam keluarga, gereja, dan masyarakat, perempuan kerap menjadi tempat orang mencurahkan isi hati. Ketika ia mendengar dengan sabar dan empati, kehadirannya menjadi saluran pemulihan dan penguatan. Perempuan yang arif adalah dia yang terlebih dahulu mendengar suara Tuhan. Seperti Maria yang duduk di kaki Yesus, ia memilih berdiam diri di hadapan Tuhan sebelum sibuk oleh banyak suara lain. Dari relasi yang intim dengan Tuhan lahir kepekaan untuk mendengar sesama dengan kasih dan kebenaran. Mendengar dengan arif berarti mendengar tanpa prasangka, tanpa niat membalas, dan dengan kerinduan untuk memahami, bukan untuk menang. Perempuan yang demikian menghadirkan damai, kata-katanya menyejukkan, dan tindakannya mencerminkan kedewasaan rohani. Di hari ulang tahun Perempuan GPM ini, kita diingatkan untuk arif mendengar supaya paham dan tahu mana yang benar sebelum bertindak dengan cerdas.

Doa: Tuhan, terima kasih atas kasih dan berkat-Mu bagi semua perempuan GPM, Amin.

6 Mei

Rabu

Amsal 22 : 6

Didikan Menurut Jalan Yang Patut

P

erempuan yang bijak bukan hanya mengurus anak supaya “baik di luar”, tapi membentuk hati anak supaya kuat di dalam Tuhan. Amsal 22:6 mengingatkan kita bahwa didikan yang benar tidak dikerjakan sesekali, tetapi lewat kebiasaan kecil setiap hari dan dilakukan dengan kasih, ketegasan, dan teladan. Mendidik “menurut jalan yang patut baginya” berarti dua hal yakni mengarahkan anak pada jalan Tuhan, dan memahami bahwa tiap anak punya karakter yang berbeda. Ada anak yang cepat mengerti, ada yang harus diulang. Ada yang lembut, ada yang keras. Perempuan bijak tidak menyamaratakan, tapi tetap menuntun dengan sabar dan konsisten. Di Maluku, kita punya kekuatan “hidup basudara”. Jadikan rumah tempat anak belajar hormat, jujur, dan saling menjaga. Mulai dari yang sederhana yakni kata-kata yang tidak melukai, berdoa sebelum tidur, dan kebiasaan minta maaf kalau melakukan salah. Anak akan mengingat bukan hanya nasihat, tapi cara ibu menghadapi marah, konflik, dan keadaan sulit. Didikan yang benar seperti menanam. Hari ini mungkin belum terlihat. Tapi benih yang ditanam dengan setia akan bertumbuh, dan suatu hari menjadi jalan pulang bagi anak.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk mendidik keluarga kami menurut jalanMu. Amin.

Hati-Hati Memilih Teman

Amsal 13 : 20

7 Mei

Kamis

S

eng semua orang katong bisa jadikan tamang bajalang, demikian ungkapan orang Maluku yang mengingatkan kita agar berhati-hati memilih teman. Teman memiliki pengaruh besar terhadap arah dan kualitas hidup seseorang. Firman Tuhan tidak melarang kita berteman, tetapi menasihati supaya berhikmat dalam memilih lingkaran pergaulan. Dalam pergaulan, kebiasaan baik dapat saling menguatkan, namun kebiasaan buruk juga mudah menular. Tanpa disadari, cara berbicara, bersikap, bahkan mengambil keputusan sering dibentuk oleh orang-orang yang paling dekat dengan kita. Di zaman sekarang, pergaulan tidak hanya terjadi secara tatap muka, tetapi juga melalui media digital. Telepon genggam, media sosial, grup percakapan, video yang ditonton, dan akun yang diikuti menjadi bagian dari “teman seperjalanan” kita setiap hari. Apa yang terus-menerus kita lihat dan dengar akan memengaruhi pola pikir dan karakter. Jika kita terbiasa dengan konten negatif, hati bisa menjadi tumpul. Sebaliknya, jika dikelilingi hal-hal yang membangun dan mendekatkan kepada Tuhan, hidup akan diarahkan kepada kebaikan. Karena itu, keluarga perlu membuat kesepakatan bijak tentang penggunaan media. Rumah harus menjadi tempat berbagi, belajar, dan berdoa bersama. Orang tua perlu memberi teladan agar seluruh anggota keluarga bertumbuh kuat dalam iman dan karakter.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk berhati-hati dalam bergaul. Amin

Amsal 10 : 1

8 Mei

Jumat

Anak Yang Bijak

A

msal 10:1 memperlihatkan hubungan yang sangat erat antara perilaku anak dan kebahagiaan orang tua. Hikmat bukan hanya soal kepintaran, tetapi tentang karakter dan pilihan hidup. Seorang anak disebut bijak ketika ia hidup dengan sikap hormat, tanggung jawab, dan takut akan Tuhan. Sebaliknya, kebebalan bukan sekadar kesalahan kecil, melainkan pola hidup yang tidak peduli pada nasihat dan kebenaran. Nama baik keluarga tidak dibangun oleh kekayaan atau jabatan, melainkan oleh perilaku sehari-hari. Ketika seorang anak berkata jujur, menghormati orang yang lebih tua, menjaga pergaulan, dan bersikap sopan, ia sedang mengangkat martabat keluarganya. Orang tua mungkin tidak selalu hadir di setiap tempat, tetapi sikap anak menjadi cerminan didikan rumah. Di era digital saat ini, menjaga nama baik keluarga juga berarti bijak dalam menggunakan media sosial. Apa yang ditulis, dibagikan, dan dikomentari dapat memengaruhi cara orang memandang keluarga. Amsal ini juga mengingatkan orang tua bahwa sukacita terbesar bukanlah prestasi akademik semata, melainkan karakter yang benar. Anak yang bijak memberi penghiburan karena ia menjadi tanda bahwa nilai-nilai iman dan moral yang ditanamkan tidak sia-sia.

Doa: Bentuklah anak-anak kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu, ya Tuhan. Amin

Hikmat Sebagai Dasar Rumah Tangga

Amsal 24 : 3 – 5

9 Mei

Sabtu

T

eks hari ini menyatakan bahwa rumah didirikan dengan hikmat dan ditegakkan dengan pengertian. Ini mengajarkan bahwa keluarga yang diberkati tidak terutama dibangun di atas harta, jabatan, atau kecerdasan, melainkan di atas hikmat yang berasal dari Tuhan. Hikmat menolong keluarga mengambil keputusan yang benar, mendidik anak dengan bijaksana, mengelola emosi, serta menyelesaikan konflik dengan damai. Pengertian membuat setiap anggota keluarga mau saling memahami, tidak cepat menghakimi, dan belajar mendengar. Ayat 4 berkata, “oleh pengetahuan kamar-kamar diisi.” Kamar-kamar bukan hanya ruang fisik, tetapi gambaran pergumulan tiap anggota keluarga. Ada anak yang bergumul dengan pergaulan dan jati diri, ayah dengan tanggung jawab dan tekanan ekonomi, serta ibu dengan kelelahan dan beban yang sering tersembunyi. Dalam setiap pergumulan itu, keluarga yang bijak mengisinya dengan pengetahuan akan Tuhan yang menuntun cara berpikir, merasa, dan bertindak. Ketika firman Tuhan memenuhi hati, kepanikan diganti iman, kecurigaan diganti pengertian, dan amarah diganti kebenaran yang diucapkan dalam kasih. Dengan demikian, keluarga menjadi kuat, dewasa, dan tetap teguh menghadapi tantangan hidup.

Doa: Mampukanlah kami untuk melakukan pengajaran tentang Tuhan. Amin

Ulangan 6 : 1 – 9

10 Mei

Minggu

Tulis dan Perkatakanlah Pengajaran Tuhan!

Dalam Ulangan 6:1–9, Tuhan menegaskan bahwa iman tidak hanya diajarkan di tempat ibadah, tetapi terutama dihidupi di rumah. Kata “mendengarkan” diulang untuk menekankan pentingnya membuka hati terhadap firman Tuhan dan kesiapan untuk taat. Pengajaran itu dilakukan setiap hari: saat duduk di rumah, dalam perjalanan, ketika berbaring, dan saat bangun. Pola yang sederhana namun konsisten ini menanamkan iman yang kuat dalam hati anak-anak. Hasilnya adalah kebaikan, “supaya baik keadaanmu.” Kesetiaan kepada Tuhan membawa damai dalam rumah, relasi yang semakin erat, keputusan yang lebih bijaksana, dan anak-anak yang bertumbuh dengan arah hidup yang benar. Kebaikan ini mungkin tidak selalu instan, tetapi nyata dalam proses pemeliharaan Tuhan yang setia. Dampaknya pun meluas ke sekitar: tetangga merasakan damai dan lingkungan melihat terang dari keteladanan keluarga. Firman yang diikat pada tangan, menjadi lambang di dahi, dan ditulis pada tiang pintu menggambarkan totalitas hidup. Firman mengarahkan tindakan, membentuk pikiran, dan menjadi identitas rumah. Dengan demikian, ajaran Tuhan harus melekat dalam pikiran, sikap, dan budaya keluarga setiap hari.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk membangun rumah tangga kami dengan hikmat-Mu. Amin

11 Mei

Senin

Ulangan 31 : 9 – 13

Keluarga Yang Hidup Takut Akan Tuhan

M

enjadi keluarga kristen bukan sekedar karena kita beragama kristen, tapi bagaimana setiap keluarga hidup takut akan Tuhan. Hidup takut akan Tuhan adalah sikap hati yang menghormati, mengagungkan, dan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hal in dijelaskan dalam bacaan tadi, yang merupakan perkataan terakhir Musa kepada generasi Israel yang siap memasuki tanah perjanjian. Israel diingatkan bahwa Allah telah memilih mereka karena kasih-Nya. Oleh sebab itu, mereka harus mengasihi Allah dengan mematuhi hukum dan perintah-Nya. Mereka harus taat mendengar, belajar takut akanTuhan, dan setia melakukan perintah-Nya (ay.12) Pesan bagi keluarga kristen saat ini adalah agar kita menjadikan firman Tuhan sebagai dasar kehidupan sehari-hari, yang memberi arah dan petunjuk (band.Maz.119:105), sehingga kita hidup dalam takut akan Tuhan. Oleh sebab itu, sediakanlah waktu untuk membaca Alkitab secara rutin, rajin beribadah dan mendengar firman Tuhan serta melakukan kehendak-Nya, melalui perkataan dan perbuatan yang benar.

Doa: Roh Kudus tuntunlah setiap keluarga kami agar rajin membaca Alkitab dan memahami kehendak Tuhan. Amin.

Ulangan 31 : 19 – 23

12 Mei

Selasa

Jangan Mendua Hati

K

ita pernah mendengar istilah “Mendua Hati”. Istilah ini dapat digunakan untuk menggambarkan ketidaksetiaan Israel kepada Tuhan. Hati mereka terbagi antara Tuhan dan berhala sehingga mereka mengalami malapetaka. Karena itu, sebelum Musa meninggal, Tuhan memerintahkannya menulis sebuah nyanyian yang syairnya disampaikan dalam pasal 32:1-43. Syair ini harus diingat sebagai bukti bahwa umat Israel mengetahui hukum Tuhan dan tidak memiliki alasan untuk mengingkari perjanjian. Sebab Allah tahu kelak Israel akan menyembah ilah lain, sesudah mereka tinggal di tanah perjanjian. Pesan bagi kita saat ini adalah jangan mendua hati. Kadang kita mendua hati bukan karena tidak tahu mana yang benar, tetapi karena takut melepaskan yang sudah terbiasa. Kebiasaan yang keliru dan tidak mau berubah. Berbaliklah dengan sungguh-sungguh dan setia hanya kepada Tuhan, jangan mendua hati kepada berhala dunia (uang,jabatan,iptek) yang semu. Jadikanlah firman Tuhan sebagai pengingat agar kita tidak melupakan kasih setia Tuhan. Ajarkan kehendak Tuhan kepada anak cucu generasi kita supaya jalan-jalan hidup mereka berkenan kepada Tuhan dan memperoleh berkatNya.

Doa: Roh Kudus tuntunlah hati kami untuk beribadah hanya kepada Tuhan bukan mamon dunia, amin.

Di Persimpangan Jalan: Hidup atau Binasa?

13 Mei

Rabu

Yeremia 9 : 17 – 22

H

idup adalah pilihan, dan setiap pilihan memiliki akibat: setia diberkati, tidak setia dihukum. Kalimat ini menggambarkan kehidupan umat Israel yang tidak setia kepada Tuhan dengan memilih jalan dosa: beribadah kepada berhala (Baal), berpaling dari Tuhan, dan meninggalkan firman-Nya karena kekerasan hati mereka (ay.14). Akibatnya, Tuhan menghukum mereka dengan menyerahkan mereka kepada bangsa asing sebagai tawanan. Yehuda dikalahkan dan kota Yerusalem dihancurkan. Dalam situasi tersebut, kaum perempuan dipanggil untuk meratapi kehancuran yang terjadi sebagai simbol kesedihan yang mendalam (ay.20). Namun, Yeremia mengingatkan umat Israel bahwa Allah berjanji akan memulihkan dan menyelamatkan mereka apabila mereka mau bertobat, kembal, dan percaya sepenuhnya kepada-Nya. Kita diberi kebebasan untuk memilih: hidup sesuai kehendak Allah (Roh) atau hawa nafsu (daging). Jika kita hidup menurut daging (Gal.5:19-21) kita akan binasa. Namun, jika kita hidup dalam Roh kita memiliki hidup yang kekal (Gal.6:8). Sekarang, pertanyaannya: mana yang kita pilih, hidup atau binasa?

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk memilih hidup di dalam Roh bukan di dalam daging. Amin.

Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11

14 Mei

Kamis

Gereja Rumah Tangga Diberi Kuasa Untuk Bersaksi

P

eristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan momen penting dalam tradisi gereja. Salah satu makna penting dari peristiwa itu adalah bahwa sebelum naik ke surga, Ia menjanjikan Roh Kudus kepada murid- murid supaya mereka menjadi saksi, dan memberitakan injil ke seluruh dunia (ay.8). Nas ini mengingatkan kita bahwa setiap orang percaya telah menerima Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus. Roh Kudus akan menolong, menyertai, menguatkan dan memampukan kita melaksanakan tugas pemberitaan injil dalam kehidupan sehari-hari melalui perkataan dan perbuatan. Tugas ini dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga, lingkungan sekitar, menjangkau mereka yang berbeda (agama, suku, budaya) sampai ke seluruh dunia. Keluarga dipanggil untuk menjadi “terang” bagi lingkungan sekitar. Keharmonisan dan kasih yang terpancar dari dalam rumah tangga menjadi kesaksian hidup tentang kebaikan Tuhan. Pertanyaan kita hari ini: Sudahkah keluarga kita hidup sebagai saksi Kristus? Berdoalah mohon tuntunan Roh Kudus supaya sama seperti Tuhan Yesus naik ke Surga untuk memuliakan Bapa, biarlah setiap pertumbuhan dan keberhasilan dalam keluarga kita juga ditujukan untuk menyaksikan dan memuliakan nama Tuhan.

Doa: Bapa, tuntun keluarga kami hidup sebagai saksi Kristus yang memulaikanMu setiap waktu Amin.

Mendengar, Menaati Dan Melakukan Perintah Tuhan

Ulangan 32 : 44 – 47

15 Mei

Jumat

B

ayangkan Musa di hari-hari terakhir hidupnya. Ia tidak meninggalkan tumpukan emas atau tanah yang luas kepada bangsa Israel. Yang ia berikan adalah perkataan-perkataan Tuhan. Musa ingin bangsa Isarel dan juga kita saat ini tahu bahwa nasihat Tuhan adalah harta yang paling berharga untuk dijaga. Di tengah dunia yang penuh dengan berbagai informasi palsu dan menyesatkan. Firman Tuhan adalah pegangan. Sebab itu membaca Alkitab sungguhlah baik. Firman Tuhan di dalam Alkitab yang kita baca akan mengubah cara kita berpikir dan bertindak. Ia menjadi pedoman bagi arah langkah hidup kita. Jangan biarkan Alkitab di rumah tangga kita, seperti buku sejarah yang hanya ditaruh di rak buku atau atas meja tanpa pernah kita menyentuh dan membacanya, kecuali ketika datang beribadah. Firman itu adalah hidup kita. ingatlah bahwa setiap kali kita membaca dan melakukan perintah Tuhan, kita sedang memberi “makan” bagi jiwa kita agar tetap kuat. Apa satu perintah Tuhan yang paling sulit dilakukan minggu ini? cobalah melakukannya hari ini sebagai bentuk ketaatan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar mampu mendengar dan melakukan perintahMu dalam kehidupan ini, Amin.

Matius 7 : 24 – 27

16 Mei

Sabtu

Bijak: Mendengar dan Melakukan Firman Tuhan

I

ni merupakan salah satu perumpamaan Yesus yang paling terkenal tentang dua macam dasar bangunan. Pesannya sangat praktis: hidup kita ditentukan bukan oleh apa yang kita dengar dalam firmanNya, melainkan oleh apa yang kita lakukan.Dalam cerita ini, ada dua orang yang sama-sama membangun rumah. Perbedaan besarnya ada pada dasar (fondasi) yang tidak kelihatan dari luar. Si Bijak: Membangun di atas Batu. Si Bodoh: Membangun di atas Pasir. Ketika badai datang, robohlah rumah yang dibangun diatas dasar dari pasir, sebaliknya rumah yang dibangun diatas dasar batu tetap kokoh. Perhatikan bahwa baik orang bijak maupun orang bodoh sama-sama diterjang badai (hujan, banjir, dan angin).Artinya: Menjadi orang beriman tidak membuat kita kebal dari masalah. Penyakit, kesulitan ekonomi, atau duka bisa datang kepada siapa saja. Perumpamaan ini adalah peringatan bahwa “mendengarkan firman tanpa tanpa ketaatan untuk melakukannya, itu rapuh. Yesus ingin kita memiliki iman yang “berakar” kuat dalam firmanNya dan itu nampak dalam tindakan nyata, sehingga ketika masalah datang, kita tetap tegak berdiri karena kita berpijak pada Batu Karang yang Teguh yakni Kristus dan perintah-perintahNy

Doa: Ya Tuhan bijaksanakanlah kami untuk mendengar dan melakukan firmanMu dalam kehidupan kami. Amin

Kekuatan Doa Saat Perasaan Disakiti

1 Samuel 1 : 1 – 20

17 Mei

Minggu

P

ilihan tepat dilakukan Hana yakni berdoa dan menyerahkan pada Tuhan saat disakiti oleh Penina. Hana disakiti perasaan hatinya sebab ia mandul atau tidak mempunyai anak. Hana berdoa dengan kesungguhan dan kesedihan hati serta meminta seorang anak dari Tuhan dan akan memberikan anak itu kembali kepada Tuhan. Doa Hana dikabulkan Tuhan dan dia bersyukur atas jawaban Tuhan yang memberikan seorang anak kepadanya. Jawaban Tuhan memulihkan Hana dari perasaan sakit hati Karena tindakan Penina. Hana juga mendapat dukungan dari suaminya Elkana dengan tetap mengasihi dan mencintainya. Seruan Hana tidak hanya meminta anak pada Tuhan, namun sekaligus melepaskan beban perasaanya yang terus disakiti oleh Penina. Kesaksian firman Tuhan ini menjadi teladan bagi kita saat menghadapi berbagai persoalan dan tantangan hidup. Terkadang semua itu membuat kita menjadi takut, kecewa dan trauma. Namun jika kita berseru kepada Tuhan dalam doa, itu menjadi kekuatan untuk menghadapinya. Sebagaimana Hana meyakini bahwa Tuhan akan menolongnya, maka kita juga percaya bahwa Tuhan akan menjawab setiap doa dan memberikan jalan keluar bagi kita pada waktuNya.

Doa: Tuhan, terima kasih karena selalu menjadi kekuatan bagiku di saat perasaanku tersakiti, Amin.

Markus 5: 1 – 20

18 Mei

Senin

Memulihkan Trauma untuk Menjadi yang Baru

P

ria dalam kisah ini tinggal di pekuburan, berteriak-teriak, dan memukuli dirinya dengan batu. Ini adalah gambaran seseorang yang mengalami trauma mendalam, ia hidup secara fisik, tetapi mati secara batin.Yesus sengaja menyeberangi danau hanya untuk menemui satu orang ini. Trauma seringkali membuat seseorang merasa terisolasi, tetapi Yesus menunjukkan bahwa tidak ada medan yang terlalu berat untuk menjangkau jiwa yang terluka. Sebagai gereja rumah tangga, tugas kita adalah membawa kehadiran Kristus ke meja makan dan ruang tamu kita. Pemulihan terjadi bukan karena kita hebat memberi nasihat, tetapi karena kita menghadirkan kasih yang tidak menghakimi, persis seperti cara Yesus menyapa pria itu. Setelah dipulihkan, pria itu ditemukan dalam kondisi “berpakaian dan sudah waras” (ayat 15). Trauma merampas martabat dan kejernihan berpikir seseorang. Gereja Rumah Tangga yang memulihkan adalah tempat di mana martabat dikembalikan, tidak lagi mengungkit kesalahan masa lalu. Rasa aman dibangun menggantikan “rantai” kekerasan atau teriakan dengan “pakaian” kasih sayang dan penerimaan. Pemulihan trauma membutuhkan proses. Yesus mengutus pria itu kembali ke rumahnya untuk menjadi saksi. Ini berarti keluarga adalah pusat misi pertama. Jika keluarga kita sudah mengalami pemulihan Tuhan, maka dari sanalah berita anugerah akan terpancar ke lingkungan sekitar.

Doa: Tuhan, jadikanlah keluarga kami alat pemulihanMu bagi dunia di sekitar kami, Amin

Tuhan Tidak Menghakimi, Ia Merawat

1 Raja-Raja 19:1-8

19 Mei

Selasa

S

eringkali kita merasa bahwa menjadi orang beriman berarti harus selalu kuat. Namun, Elia menunjukkan bahwa seorang nabi besar pun bisa mengalami kelelahan mental yang hebat. ​Menarik untuk diperhatikan bagaimana Tuhan merespons Elia yang ingin mati. Tuhan tidak memarahi Elia karena kurang iman. Sebaliknya, Tuhan mengirim malaikat untuk membawa makanan dan minuman kepadanya. Dalam ayat 7, malaikat itu berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab perjalananmu masih jauh.” Makanan yang diberikan Tuhan memberi Elia kekuatan untuk berjalan 40 hari 40 malam menuju Gunung Horeb. Ini adalah pengingat bagi kita:Jangan memaksakan diri hanya dengan kekuatan sendiri.Terimalah bantuan baik itu nutrisi, istirahat, maupun dukungan sesama sebagai bentuk pemeliharaan Tuhan. Jika hari ini kita merasa lelah secara emosional dan mental, ketahuilah bahwa kita tidak sendiri. Bahkan jika kita sedang merasa “cukuplah itu, Tuhan” karena beban hidup yang berat, datanglah pada-Nya. Dia tidak hanya memberikan solusi atas masalah kita, tetapi Dia memberikan kekuatan di dalam diri kita untuk berjalan melaluinya.

Doa: Mampukanlah kami untuk keluar dari tekanan hidup. Amin.

1 Raja-Raja 19: 9 – 18

20 Mei

Rabu

Perjuanganmu Belum Selesai, Aku Bersamamu

M

elanjutkan kisah Elia, bagian ini (1 Raja-raja 19:9-18) adalah momen ketika Tuhan memulihkan perspektif Elia yang sedang terganggu oleh rasa takut dan kesepian. Tuhan menyapa Elia dengan pertanyaan, “Apakah kerjamu di sini, Elia?” (Ayat 9). Tuhan tahu persis mengapa Elia di sana, tetapi Dia ingin Elia mencurahkan isi hatinya. Elia merasa dia adalah satu-satunya orang setia yang tersisa. Seringkali saat kita stres, pandangan kita menjadi sempit. Kita merasa menjadi “satu-satunya” yang menderita atau yang berjuang. Tuhan membiarkan kita bicara agar kita sadar bahwa perasaan kita tidak selalu mewakili seluruh kebenaran. Setelah itu, ​Elia menantikan Tuhan dalam fenomena alam yang dahsyat: angin besar, gempa bumi, dan api. Namun, Alkitab mencatat bahwa Tuhan tidak ada di sana. Tuhan justru hadir dalam “bunyi angin sepoi-sepoi basa” (suara yang lembut dan halus). Setelah memulihkan jiwa Elia, Tuhan tidak membiarkannya tinggal di gua. Tuhan memberikan instruksi spesifik: mengurapi Hasael, Yehu, dan Elisa. Tuhan juga mengoreksi kekeliruan Elia dengan menyatakan bahwa masih ada 7.000 orang di Israel yang tidak sujud menyembah Baal. Dari sini kita belajar pemulihan seringkali datang saat kita mulai melangkah kembali untuk melayani orang lain. Jika hari ini kita merasa pelayanan atau hidup kita sia-sia, dengarlah bisikan lembut Tuhan: Perjuanganmu belum selesai, dan Aku bersamamu.

Doa: Tuhan, pulihkanlah semangat kami untuk kembali berjalan menyelesaikan tugas yang Engkau percayakan, Amin.

Allah Menyelamatkan Tiap Rumah Tangga

21 Mei

Kamis

Mazmur 30: 9 – 13

S

etiap manusia tidak ingin mengalami bahaya apapun. Tetapi ketika bahaya datang setiap orang harus berupaya menghindar atau keluar dari bahaya tersebut. Pemazmur Daud memiliki cara tersenciri untuk keluar dari bahaya. Dalam mazmurnya ini, Daud mencoba mengingat hal apa saja yang sudah terjadi di dalam kehidupan yang tidak mudah dijalaninya. Mulai dari ancaman Saul yang iri, belum lagi ancaman musuh-musuhnya di medan pertempuran, pemberontakan anaknya sendiri dan masih banyak lagi. Pada setiap permasalahan hidup Daud berseru dan memohon, sebab Daud percaya Tuhan mendengar. Tuhanlah yang menjadi Penolongnya. Tuhanlah yang membuat segala sesuatu yang awalnya adalah ratapan kesedihan dan kesusahan, menjadi sukacita kebahagiaan. Pesan mendalam dari teks ini adalah apapun permasalahan dan kesusahan hidup yang kita alami, kita patut berseru dan memohon kepada Tuhan, serta percaya bahwa Tuhan akan menolong dan memberi kita kekuatan. Tuhan pasti menolongsehingg segala sesuatunya menjadi baik.

Doa: Hadirlah dalam rumah tangga kami, supaya kami kuat untuk melakukan tugas kami. Amin.

2 Korintus 4: 8 – 10

22 Mei

Jumat

Kristus Hadir dalam Pergumulan Rumah Tangga

T

uhan mengetahui segala yang terjadi di dunia dan memahami setiap pergumulan umat-Nya. Namun sering kali manusia melupakan Tuhan ketika panik atau bingung menghadapi masalah. Rasul Paulus pun pernah mengalami tekanan, keraguan, dan ketidakpastian dalam pelayanannya. Dalam 2 Korintus 4:8 ia berkata, “Kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Paulus merasakan kebingungan dan kelemahan, tetapi tidak sampai kehilangan pengharapan. Ia percaya bahwa Tuhan tetap menyertainya. Pengalaman Paulus serupa dengan yang sering kita alami. Kita bisa merasa buntu, ragu, bahkan bertanya mengapa Tuhan mengizinkan hal buruk terjadi atau apakah orang yang kita kasihi akan tetap setia dalam iman. Firman Tuhan menegaskan bahwa kesulitan bukan tanda Tuhan meninggalkan kita. Tuhan tidak menciptakan penderitaan, tetapi Ia mengizinkan pergumulan terjadi agar kita semakin bergantung dan berseru kepada-Nya. Melalui pertolongan dan keselamatan yang Ia berikan, kita belajar memuliakan nama Tuhan. Dalam setiap tekanan hidup, pengharapan kepada-Nya membuat kita tetap berdiri dan tidak putus asa.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur dan berdoa dalam keadaan apapun. Amin.

Undangan Untuk Beristirahat di Dalam Kristus

Matius 11: 28 -29

23 Mei

Sabtu

M

elengkapi kisah pemulihan Elia yang kita renungkan di hari-hari sebelumnya, Matius 11:28-29 ini adalah “jawaban” langsung dari Yesus bagi setiap jiwa yang merasa lelah. Jika Elia harus berjalan jauh ke Gunung Horeb untuk mendengar bisikan Tuhan, Yesus kini datang mendekat dan mengundang kita secara pribadi. Yesus tidak memanggil mereka yang merasa suci, kuat, atau sukses. Dia memanggil yang “letih lesu” (kelelahan secara internal/fisik) dan “berbeban berat” (tekanan dari luar, aturan agama yang kaku, atau tuntutan hidup). Yesus tidak berkata “Belajarlah dari kuasa-Ku,” melainkan “Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” Kelegaan sejati tidak datang dari perubahan situasi di luar kita, tetapi dari perubahan karakter di dalam kita. Saat kita belajar melepaskan ego, kesombongan, dan ambisi yang membebani, jiwa kita secara otomatis akan menemukan ketenangan. Istirahat yang Yesus tawarkan bukanlah sekadar tidur fisik atau liburan singkat. Itu adalah ketenangan jiwa yang tetap ada meski badai hidup sedang menerpa. Kelegaan adalah janji Tuhan, tetapi kita perlu datang kepadaNya dalam doa. Di bawah kuk yang sama dengan Yesus, beban yang berat menjadi ringan karena kasih-Nya yang menopang.

Doa: Tuhan, kami datang dan meletakan seluruh beban hidup ini di bawah kaki salibMu, Amin

Yohanes 14 : 15 -24

24 Mei

Minggu

Hiduplah Dalam Tuntunan Roh Kudus

S

ebagai gereja, hari ini kita ada bersama dengan penuh sukacita merayakan hari pentakosta atau hari keturunan Roh Kudus. Saat bersama dengan murid-murid, Yesus berkata: Aku akan meminta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.. Pertanyaannya, apakah kita mau hidup dalam penyertaan dan tuntunan Roh Kudus? Sebab Roh Kuduslah yang akan menyertai dan menuntun hidup kita, sehingga kita dapat memegang, menuruti dan melakukan perintah Tuhan. Hal ini menunjukkan kasih kita kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Artinya ketidaktaatan dan ketidaksetiaan kepada perintah Tuhan sama halnya dengan tidak dituntun oleh Roh Kudus atau hidup secara duniawi. Marilah merenungkan sejenak hari-hari hidup yang telah kita lewati, apakah perjalanan hidup kita sudah dituntun oleh Roh Kudus atau justru sebaliknya? Jika masih bertolakbelakang dengan kehendak Allah, maka dengan penuh kerendahan hati mintalah supaya kehidupan kita disertai dan dituntun oleh Roh Kudus. Jangan biarkan hati, pikiran bahkan kehidupan kita secara pribadi maupun keluarga dalam tanggung jawab pekerjaan dan pelayanan dipimpin oleh kuasa lain.

Doa: Tuhan, terima kasih untuk Roh Kudus yang telah menyertai dan menuntun kami. Amin.

Roh Kudus Menolong Saat Menghadapi Tekanan

25 Mei

Senin

Lukas 12 : 8 – 12

D

alam kehidupan bergereja, banyak orang mengaku percaya kepada Kristus, namun tidak sedikit yang merasa khawatir untuk bersaksi, apalagi saat menghadapi tekanan. Realitas ini mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Ia meneguhkan mereka agar tetap beriman dan setia mengakui-Nya di tengah penganiayaan, dengan jaminan pertolongan Roh Kudus. Yesus mengajarkan supaya tidak takut kepada manusia, melainkan berani mengakui Dia sebagai Tuhan di depan siapa pun. Sebab siapa yang mengakui-Nya akan ditolong oleh Roh Kudus, bahkan ketika diperhadapkan pada tekanan di rumah ibadat, di hadapan pemerintah, atau penguasa. Pengajaran ini bukan hanya untuk para murid pada waktu itu, tetapi juga bagi orang percaya masa kini. Mengakui Kristus memang tidak selalu mudah. Tantangan, persoalan, dan ancaman bisa saja datang. Namun iman kita tidak boleh goyah atau hilang. Roh Kudus yang dijanjikan akan menolong, menguatkan, dan memberi hikmat. Karena itu, yakinkan diri dan keluarga untuk tetap setia mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan. Percayalah, Roh Kudus selalu menyertai dan meneguhkan kita.

Kisah 11 : 1 – 18

26 Mei

Selasa

Doa: Bapa, kami yakin RohMu yang Kudus akan menolong kami saat menghadapi tekanan. Amin.

Terbukalah Pada Karya Roh Kudus

A

llah memiliki kehendak bebas untuk menganugerahkan RohNya bagi siapa saja. Itu berarti karya Roh Kudus tidak hanya diperuntukan bagi pribadi atau bangsa Yahudi saja, melainkan juga bagi pribadi dan bangsa-bangsa lain. Hal ini pun nampak jelas ketika Petrus melakukan pembelaan di hadapan jemaat Yahudi di Yerusalem yang mengkritiknya karena bergaul dan membaptis Kornelius, seorang perwira Romawi seseorang yang bukan Yahudi. Kritikan mereka kepada Petrus di dasari pada ajaran hukum Taurat yang melarang orang Yahudi bergaul dengan orang bukan Yahudi atau makan makanan yang telah mereka sentuh. Petrus menjelaskan bahwa tindakannya adalah inisiatif Allah melalui penglihatan dan pencurahan Roh Kudus, menegaskan keselamatan berlaku bagi semua bangsa. Ini tentu saja diperkuat ketika ia bersama-sama dengan utusan Kornelius dan orang-orang yang menyertainya pergi ke Kaisarea dengan tidak bimbang. Sesampainya mereka di Kaisarea, Kornelius pun menceritakan semua yang dialaminya. Ini sekali lagi menegaskan bahwa karya Roh Kudus diperuntukan bagi bangsa-bangsa lain sekaligus menganugerahkan pertobatan dan menuntun pada hidup. Terhadap hal ini, kita patut bersyukur karena menjadi bagian dari karya Roh Kudus yang menyelamatkan. Karena itu, kita pun harus terbuka ketika karya Roh Kudus juga dinyatakan bagi orang lain.

Doa: Allah, kami terbuka hati supaya banyak orang dijamah oleh karya kuasa RohMu . Amin.

Karunia Roh Mempersatukan dan Menghidupkan Gereja

1 Korintus 12 : 1 -11

27 Mei

Rabu

T

eks 1 Korintus 12:1-11 merupakan pengajaran yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus mengenai keberagaman karunia rohani yang bersumber dari Roh Kudus untuk kepentingan bersama. Paulus menegaskan bahwa Allah memberikan karunia yang berbeda bagi tiap-tiap orang yakni berkata-kata dengan hikmat atau pun pengetahuan, iman, karunia menyembuhkan, melakukan mujizat, bernubuat, dll (ay. 8-10). Kendati pun berbeda, namun semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan sama yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendaki Allah. Ini disampaikan Paulus disebabkan karena adanya kekacauan, penyalahgunaan dan kesalahpahaman di jemaat Korintus mengenai karunia-karunia Roh. Mereka menjadi sombong karena karunia tertentu (bahasa Roh) dan meremehkan yang lain sehingga Paulus mengingatkan bahwa semua karunia berasal dari satu Roh untuk kepentingan bersama. Dengan kata lain Paulus hendak menegaskan, karunia Roh tidak boleh memecahbelah jemaat melainkan mempersatukan dan menghidupkan. Hal yang sama pun masih berlaku bagi gereja masa kini yang seharusnya memberikan dorongan supaya tetap saling menghargai dan menopang antara satu dengan yang lain. Karena memang karunia Roh diperuntukkan supaya gereja bersatu dan hidup untuk bersaksi walau dalam berbagai perbedaan.

Doa: Ya Roh Kudus, satukanlah hidup bergereja kami. Amin.

1 Korintus 14 : 1 – 5

28 Mei

Kamis

Kasih Adalah Dasar Setiap Karunia Roh

M

anusia sering terpikat pada status dan kemampuan. Ketika memilikinya, kita merasa mampu melakukan segalanya. Namun itu bukan tujuan Allah saat menganugerahkan karunia rohani. Rasul Paulus menegaskan bahwa hakikat karunia adalah keserupaan dengan Kristus. Di jemaat Korintus, yang terjadi justru sebaliknya: mereka giat mengejar karunia, tetapi mengabaikan kasih. Padahal kasih adalah inti kekristenan. Karena itu Paulus mendorong mereka mengusahakan karunia bernubuat, yang berguna untuk membangun dan menguatkan sesama. Ia mengoreksi kesalahan fatal jemaat yang lebih sibuk mengejar hal spektakuler daripada menghidupi kasih. Mereka melalaikan Kristus dan mengutamakan kepentingan diri. Hari ini kita, termasuk dalam keluarga rumah tangga, dipanggil hidup dalam kasih. Kasih adalah dasar kehidupan Kristen dan motivasi utama setiap karunia Roh. Teladan Kristus menunjukkan kasih yang rela berkorban dan memberi yang terbaik. Ketika kita hidup dalam kasih yang penuh anugerah dan pengampunan, tindakan kita menjadi persembahan yang harum di hadapan Allah, dan dunia dapat melihat kasih Kristus melalui hidup kita

Doa Ya Tuhan, lingkupilah hidup kami dengan kasihMu. Amin.

1 Korintus 14 : 6 – 9

29 Mei Jumat

Gunakanlah Karunia Untuk Saling Memberdayakan

A

da waktu kita butuh dikuatkan, sebaliknya ada saat ketika kita bisa menguatkan. Tidak ada manusia yang sempurna, kuat dan sanggup mengatasi segalanya sendirian. Bayangkan jika kita memiliki saudara dan teman yang bisa saling mendukung dan saling menasehati, menguatkan dan menumbuhkan iman di tengah berbagai situasi hidup. Tentu kita akan jauh lebih kuat menghadapi segala masalah yang hadir dalam hidup kita. Itulah yang Paulus ingatkan kepada jemaat di Korintus dan tentu bagi kita sekarang. Setiap karunia adalah pemberian Tuhan untuk dimanfaatkan secara baik. Sebagai gereja rumah tangga kita mesti saling menguatkan satu dengan lainnya sehingga iman kita semakin berakar di dalam Kristus, bertumbuh ke arah Kristus secara bersama. Olehnya marilah kita menggunakan setiap karunia Roh yang ada pada kita untuk saling menguatkan dan memberdayakan hidup bersama agar kita bisa tetap kuat bertahan menghadapi persoalan hidup yang ada.

Doa: Tuhan, berkatilah tiap karunia Roh yang ada pada kami demi tujuan membangun tubuh Kristus. Amin.

30 Mei

Sabtu

1 Korintus 14 : 10 – 12

Tujuan Karunia Roh Untuk Membangun Tubuh Kristus

K

erohanian kita sebagai orang percaya perlu dibangun terus-menerus dari hari ke hari. Hal ini diperlukan agar kita tetap kokoh berdiri dalam iman pada Kristus sekalipun tengah menghadapi kerasnya gelombang kehidupan. Demikian pula yang sedang terjadi di tengah jemaat di Korintus, mereka berusaha untuk memperoleh karunia-karunia ilahi namun tetap diingatkan bahwa Tuhan memberikan semuanya itu untuk keperluan membangun tubuh Kristus. Dan apabila hal itu berhasil, maka keberhasilan itu bukanlah datang dari keperkasaan maupun kekuatan mereka, melainkan oleh anugerah dari Allah yang mengaruniakan Roh-Nya. Jadi apapun karunia Roh yang telah Tuhan anugerahkan, biarlah kita menggunakannya untuk membangun tubuh Kristus. Betapa kita akan melihat perubahan besar dalam keluarga, jemaat dan gereja jika semua bersatu dan bergerak bersama menggunakan berbagai karunia itu, bukan untuk kepentingan diri tapi kepentingan bersama.

Doa: Terima kasih Tuhan, Engkau memberikan kami karunia untuk saling menguatkan dan menumbuhkan iman bersama. Amin.

Allah Memberkati Gereja Rumah tangga

2 Korintus 13 : 11 – 13

31 Mei

Minggu

D

i tengah dinamika kehidupan keluarga, Allah Trinitas hadir menyertai, memelihara, dan memberkati gereja rumah tangga agar bertumbuh dalam iman dan karakter Kristen. Bacaan 2 Korintus 13:11–13 sebagai penutup surat Paulus memiliki pesan yang sangat hangat dan mendalam bagi kehidupan gereja rumah tangga. Paulus mengajak jemaat untuk hidup dalam sukacita, pemulihan, sehati sepikir, dan damai sejahtera. Semua ini bukan sekedar usaha manusia, melainkan buah dari penyertaan Allah Trinitas: kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus. Dalam konteks gereja rumah tangga, keluarga dipanggil menjadi tempat pertama di mana iman ditumbuhkan dan karakter dibentuk. Pendidikan karakter Kristen tidak lahir dari teori semata, tetapi dari teladan hidup yang dipenuhi kasih, pengampunan, dan kesabaran. Ketika orang tua dan anggota keluarga hidup dalam persekutuan dengan Allah Trinitas, rumah tangga menjadi ruang aman untuk bertumbuh dalam iman dan karakter. Allah Trinitas yang menyertai gereja rumah tangga akan terus memberkati setiap keluarga agar menjadi saksi Kristus melalui kehidupan yang saling membangun, menguatkan, dan memuliakan Tuhan.

Doa: Ya Allah Trinitas, sertai dan berkati keluarga kami agar hidup dalam kasih dan damai. Amin

TEDUH DI AKHIR SANTAPAN

K

uasa kebangkitan Yesus Kristus meneguhkan setiap gereja rumahtangga untuk tetap berdiri dalam iman di tengah pergumulan hidup, sambil terus membentuk karakter yang semakin serupa dengan kehendak Tuhan. Karakter yang setia, rendah hati, penuh kasih, dan tekun dalam kebenaran sebagai wujud nyata dari karya Roh Kudus yang menolong, membimbing, serta memperbarui hati setiap anggota keluarga, sehingga kehidupan rumahtangga tidak hanya menjadi tempat bertumbuhnya iman, tetapi juga menjadi kesaksian hidup tentang bagaimana kuasa kebangkitan Kristus bekerja memulihkan, menguatkan, dan memimpin umat-Nya setiap hari.

Roh Kudus menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab bersama untuk mencerdaskan setiap anggota keluarga melalui pembelajaran yang terus-menerus, saling menasihati dalam hikmat, membentuk cara berpikir yang benar, serta menanamkan nilai-nilai iman, pengetahuan, dan kebijaksanaan hidup, sehingga gereja rumahtangga menjadi ruang pembentukan karakter, pertumbuhan iman, dan pengembangan akal budi yang memampukan setiap anggota keluarga hidup bijaksana serta menghadirkan terang Kristus di tengah masyarakat.

Di akhir santapan ini, mari kita melangkah perlahan dalam keheningan, membuka ruang bagi Roh-Nya untuk meneguhkan kembali panggilan hidup kita sebagai umat pilihan-Nya. Ikutilah langkah berteduh berikut:

  1. Nyanyikanlah satu lagu rohani yang saudara sukai!
  2. Bacalah nas Alkitab ini: Amsal 8 : 32 – 36
  3. Ingatlah satu peristiwa di bulan Mei yang membuat saudara meyakini kuasa kebangkitan Yesus, sambil membuka diri pada karya Roh Kudus yang menerangi pikiran, menumbuhkan kecerdasan rohani, dan menuntun saudara memahami serta menjalani kehendak Tuhan dengan setia!
  4. Tuliskan satu nilai dari peristiwa tersebut untuk selalu diingat dalam menjalani bulan Juni!

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Berdoalah!