
Jangan Berhenti Berbuah
Mazmur 92 : 13 – 16
01 Sept
Senin
M
enjadi pribadi, keluarga bahkan persekutuan yang hidup benar di hadapan Tuhan merupakan suatu keharusan sebagai orang percaya. Kendatipun sadar akan hal dimaksud, namun seringkali terabaikan karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Itu sebabnya ada sekian banyak orang percaya yang hidupnya bertolak belakang dengan kehendak Tuhan. Terkait dengan hidup yang demikian, maka hidup hanya dilihat sebagai sesuatu yang sekedar dijalani saja tanpa ada pemaknaan yang berarti. Padahal hidup yang dikehendaki Tuhan yaitu hidup yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah. Agar tetap bertumbuh dan berbuah, maka kita berkewajiban untuk terus melakukan kehendak-Nya. Inilah juga yang dimaksudkan pemazmur dalam bacaan kita hari ini. Bagi pemazmur hanya orang benar yang akan bertunas dan bertumbuh subur seperti pohon kurma dan pohon aras (ay. 13). Karenanya hidup benar tidak dapat diabaikan melainkan menjadi prinsip hidup yang terus dinyatakan dari waktu ke waktu. Sebab hanya dengan begitu, kita akan terus berbuah sekalipun berada di usia yang sudah lanjut. Buah yang dihasilkan akan mununjukkan siapa kita sesungguhnya karena akan nampak dari sikap, perkataan maupun perbuatan kita. Dengan demikian jangan berhenti menghasilkan buah yang menunjukkan bahwa kita adalah orang benar. Sebab hanya orang benarlah yang dapat berbuah sampai tua.
Doa: Pimpinlah Kami Tuhan, agar mengikuti kehendak-Mu dan terus berbuah. Amin.
Yosua 24 : 14 – 15
02 Sept
Selasa
Beribadah Kepada Tuhan Dengan Tulus dan Setia
J
ika merenungkan kembali seluruh proses hidup yang telah dijalani, bukankah kita akan bersyukur kepada Tuhan? Disampaikan demikian sebab seluruh perjalanan hidup dengan berbagai dinamikanya dapat kita lalui hanya karena campur tangan-Nya. Pertanyaannya, apa yang mesti kita lakukan meresponi kebaikan-Nya yang selama ini dialami? Ketika berbicara kepada seluruh bangsa Israel, Yosua mengingatkan tentang segala kebaikan Tuhan yang telah dinyatakan bagi mereka. Terhadap hal tersebut ia menyampaikan agar bangsa itu harus meresponinya dengan hidup yang takut Tuhan dan beribadah Pada-Nya dengan tulus dan setia. Selanjutnya ia memberikan ketegasan bahwa sekalipun bangsa itu memilih untuk beribadah kepada ilah lain, tetapi ia dan seisi rumahnya akan tetap beribadah kepada Tuhan. Keputusannya itu merupakan cerminan kehidupan yang patut diteladani oleh orang percaya masa kini. Sebab sebagai pemimpin bangsa Israel dan keluarga, ia tetap melakukan yang benar bagi Tuhan. Apakah hal yang demikian sudah diterapkan dalam kehidupan keluarga kita masing-masing? Melalui firman Tuhan saat ini kita diingatkan baik secara pribadi maupun keluarga, kepada siapa kita harus beribadah. Oleh sebab itu peranan sebagai orang tua maupun anggota keluarga yang lain, harus difungsikan dengan baik. Kendatipun ada banyak persoalan dan tantangan kehidupan, namun kebaikan Tuhan masih kita alami dan rasakan sampai detik ini. Sadar akan hal itu maka yang harus dilakukan sebagai keluarga kristen dalam menjalani hari-hari hidup yaitu takut akan Tuhan, serta senantiasa beribadah kepada-Nya dengan tulus dan setia.
Doa: Hanya kepadaMu Tuhan, keluarga kami datang beribadah dengan tulus dan setia. Amin.
Pengajaran Yang Benar Menuntun Hidup
Amsal 31 : 1 – 9
03 Sept
Rabu
S
emua orang tua selalu berharap hal terbaik bagi anak-anaknya dimasa kini maupun masa depan mereka. Karena itu ada banyak hal yang terus menjadi perhatian dan dilakukan untuk menunjang kebutuhan anak. Misalnya: mencukupi makan dan pakai, memberikan kesempatan belajar di bangku pendidikan dan yang lainnya. Kendatipun semua ini dipenuhi, namun tanggung jawab mengajarkan dalam bentuk wejangan atau nasihat harus dilakukan sejak dini dalam keluarga. Hal yang demikian juga ditemui pada bagian bacaan kita saat ini. Perkataan yang disampaikan Lemuel raja Masa merupakan pengajaran yang mula-mula diajarkan oleh ibunya. Semua pengajran yang baik dan benar ini akan menolong raja Lemuel tentang bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak serta dapat dengan baik dan benar dalam pengambilan keputusan. Bukankah hal yang sama pula dibutuhkan oleh anak-anak kita? Sadar akan hal itu, maka tanggung jawab sebagai orang tua untuk terus mengajar dan menasihati anak-anak sangat penting diterapkan. Sebab berbagai nasihat dan pengajaran yang benar dari orang tua akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dikemudian hari. Atas dasar itulah sebagai orang tua kita diingatkan agar terus menjalankan tugas kita dengan penuh tanggung jawab. Percayalah semua hal baik dan benar yang kita taburkan bagi anak-anak, akan memberi hasil yang baik dan benar.
Doa: Biarlah kami dimampukan Tuhan untuk terus menyampaikan pengajaran yang benar. Amin.
04 Sept
Kamis
Amsal 1 : 20 – 33
Dengarkanlah Teguran Hikmat
S
esuatu yang bertolak belakang dengan kehendak Allah, tentu saja pernah kita lakukan. Hal ini dapat terjadi baik disengaja ataupun sebaliknya lewat sikap, tutur kata maupun perbuatan. Terhadap itu, nasihat hikmat terus diberikan agar kita lebih memahami dan mampu membedakan antara yang benar dan salah. Nasihat hikmat juga bertujuan mengarahkan agar yang mendengarkan dapat memperbaiki kekeliruan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Terkait hal dimaksud penulis mengungkapkan bahwa hikmat selalu berseru, memperdengarkan suaranya dan mengucapkan kata-katanya (ay. 20-21). Itu berarti semua orang dapat mendengarkannya. Selanjutnya keputusan memilih untuk menerima dan memperhatikan teguran hikmat atau justru menolak dan mengabaikannya, tergantung tiap-tiap orang. Sebab apapun yang menjadi pilihan kita berdampak pada apa yang akan didapatkan kemudian. Jika menolak peringatan dan nasihat hikmat, maka kehancuran dan kebinasaan yang akan didapatkan (ay. 31-32). Sebaliknya jika menerima nasihat dan teguran hikmat, maka akan tinggal dengan aman dari kengerian malapetaka. Pertanyaannya, apakah kita akan menolak dan mengabaikan nasihat hikmat dan terus terlena serta tetap melakukan kesalahan? Ataukah kita menerima teguran hikmat kemudian memperbaiki kesalahan serta hidup benar dihadapan Tuhan? Dengarkanlah teguran dan nasihat hikmat yang kita dengarkan baik dari dalam keluarga, lingkungan masyarakat maupun dalam ruang lingkup bergereja. Dengan mendengar teguran, hikmat hidup kita senantiasa dibaharui dan diberikan pemahaman untuk menjalani hari-hari hidup selanjutnya.
Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar menerima dan mendengar teguran hikmat. Amin.
Menjaga Keutuhan Keluarga
Matius 19 : 1 – 12
05 Sept
Jumat
M
embuat keputusan dan berkomitmen untuk bersatu dalam ikatan pernikahan serta menjalani hidup bersama, tentu saja di pandang baik. Namun sangat disayangkan, tidak semua pasangan suami istri mampu bertahan pada keputusan dan komitmen awal yang telah disepakati. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor yang mengakibatkan hilang keharmonisan, rusaknya rumah tangga dan yang paling fatal yaitu terjadinya perceraian. Kondisi yang demikian juga tidak jarang dialami oleh kehidupan keluarga-keluarga kristen. Ini marak terjadi, meskipun sesungguhnya mereka memahami bahwa apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia. Itu berarti perceraian merupakan salah satu keputusan manusia yang di tentang oleh Allah. Dengan demikian berusaha menjaga keutuhan keluarga mesti terus dipertahankan. Bagaimana caranya? Pasangan suami istri seharusnya berkomitmen untuk saling mencintai dengan tulus, tetap setia, saling menghormati dll. Semuanya tidak sulit untuk dilakukan bila masing-masing orang hidup takut akan Tuhan. Itu sebabnya, keluarga kristen tidak boleh membuka cela dan memberi ruang bagi semua hal yang bertolak belakang dengan kehendak Allah. Karena percaraian tidak hanya berdampak bagi pasangan suami istri saja tetapi juga bagi anak-anak mereka, maka jadilah keluarga kristen yang selalu menjaga keutuhan rumah tangga.
Doa: Mampukan kami Tuhan untuk selalu menjaga keutuhan keluarga. Amin.
Semua Karena Kasih Tuhan
Markus 4 : 1 – 9
06 Sept
Sabtu
T
ema HUT GPM tahun 2025 adalah Gereja yang menabur, bertumbuh dan berbuah karena kasih Tuhan. Tema ini mendasari syukur GPM yang ke 90. Melaluinya tergambar komitmen terkait sikap autokritik gereja. Usia yang hampir mendekati satu abad, mestinya membuat GPM menjadi gereja yang tetap menyadari eksistensi dirinya sebagai saluran syalom Allah. GPM terpanggil menyuarakan suara Allah dan menyalurkan damai sejahtera-Nya. Umat dan pelayan harus menghadirkan kehidupan yang selaras dengan kehendak Allah. Inilah yang dinyatakan dalam teks Markus 4:1-9. Tuhan Yesus memberikan pengajaran dalam bentuk perumpaan tentang bagaimana kehidupan gereja yang seharusnya. Penabur menaburkan benih namun keberadaan benih yang jatuh di pinggir jalan, batu-batu dan semak duri tidak bertumbuh dan berbuah pada akhirnya. Kondisi mana yang berbeda dengan benih yang jatuh di tanah yang baik. Melaluinya eksistensi gereja sebagai tempat jatuhnya benih dipertanyakan. Apakah GPM tetap bertumbuh dan berbuah? Apakah yang menjadi indikatornya? Yang pasti selama Injil diberitakan, bila kita tetap berakar pada Kristus Sang Kepala Gereja, kita akan bertumbuh dan saatnya kita akan berbuah dalam kemurahan Tuhan.
Doa: ya Allah, mampukan kami tetap menabur, bertumbuh dan berbuah, Amin.
Rumah Bersama yang Saling Melindungi
Bilangan 35 : 9 – 15
37
07 Sept
Minggu
H
ari ini kita beryukur dan bersukacita merayakan HUT Kota Ambon. Sebagai warga masyarakat yang baik, dimanapun berada, kita dituntut untuk bisa berperilaku etis Injili. Misalnya dengan menyediakan lingkungan dimana kita tinggal sebagai rumah bersama dimana setiap orang bisa saling melindungi. Tempat berpijak kita menjadi rumah yang menyatakan adanya kesetaraan, belas kasih dan keseimbangan hukum. Teks Bilangan 35 :9-15 mengajak kita untuk menyadari tanggung jawab yang disebutkan di atas. Tuhan diam di tengah-tengah orang Israel, sebab itu umat mesti menjagai kekudusan mereka di hadapan Tuhan. Umat diperintahkan untuk membangun kota-kota perlindungan yang dibangun yakni tiga di seberang sungai Yordan dan tiga di tanah Kanaan. Kota-kota perlindungan tersebut diperuntukan bagi orang Israel, pendatang dan orang asing. Inilah perintah Tuhan sebagai cara membangun kesadaran kita akan pentingnya saling melindungi di antara kita. Di tengah dunia yang penuh dengan berbagai gejolak, kita bisa saja diperhadapkan dengan situasi yang menyenangkan, tetapi juga tidak menutup kemungkinan, bisa juga sebaliknya. Apapun itu, penyertaan dan kehadiran Tuhan mengingatkan kita untuk tetap berperilaku baik kepada semua orang. Siapapun harus tetap bisa kita lindungi.
Doa: ya Allah, mampukanlah kami membangun rumah bersama yang saling melindungi. amin
Yosua 20 : 1 – 6
08 Sept
Senin
Rumah Bersama Yang Dipenuhi Belas Kasihan Dan Keadilan Hukum
S
etiap manusia membutuhkan pengakuan dari sesamanya, entah dalam situasi hidup yang baik misalnya melalui prestasinya, orang tetap mendambakan adanya penghargaan terhadap pencapaiannya; tetapi juga dalam situasi yang sebaliknya yakni hidup yang bermasalah. Sebut saja namanya Andre. Ia menjebak Brury temannya. Brury mengetahuinya dan dengan dipenuhi kemarahan ia mendatangi Andre dalam keadaan mabuk. Karena tidak bisa mengontrol diri, Andre ditikam oleh Brury. Keluarga Andre tidak bisa menerima peristiswa itu. Beramai-ramai mereka berdatangan ke rumah Brury dan memintai pertanggungjawabannya. Namun ternyata Brury dalam kesadaran telah melaporkan diri ke polisi. Ia mengakui segala perbuatannya. Sikap Brury kemudian disambut baik oleh keluarga dan mereka membiarkan proses hukum berlangsung secara tertanggung jawab. Inilah yang disampaikan oleh Yosua 20:1-6. Kota-kota perlindungan bagi pembunuh yang sebelumnya tiada memiliki niat membunuh harus ada. Ruang hidup bagi mereka harus disediakan sebelum pada akhirnya mereka diperhadapkan pada peradilan. Di dalam hidup yang dijalani, tetap harus ada upaya menghadirkan rumah bersama yang dipenuhi belas kasihan dan keadilan hukum. Kita terpanggil menghadirkan lingkungan yang demikian.
Doa: Tuhan Yesus tolong kami bisa tetap menyatakan belas kasihan dan keadilan hukum, amin
Rumah Bersama bagi Semua
Yosua 20 : 7 – 9
09 Sept
Selasa
T
uhan selalu mengajarkan kita untuk hidup selalu berbagi. Bila hidup hanya orientasi untuk diri sendiri maka hidup tidak bisa menjadi berkat. Teks Yosua 20:7-9 membahasakannya sebagai kota perlindungan adalah kota yang ditetapkan bagi semua. Tidak ada diskriminasi. Yang ada adalah semua orang mendapatkan perlakuan yang sama yakni yang manusiawi. Dengan kata lain, teks ini mengajarkan kita untuk menghadirkan suatu rumah bersama bagi semua. Kesadaran ini penting untuk kita hidupi sebab sekarang semua orang memiliki kecendrungan menciptakan ruang hanya fokus bagi dirinya sendiri. padahal hidup berbaur dalam komunitas menjadi gaya hidup yang harus dinyatakan oleh setiap orang percaya. Dengan menghadirkan rumah bersama bagi semua, kita akan menciptakan lingkungan dimana kasih dan damai menjadi pengikat relasi. Perlindungan dan kesejahteraan menjadi capaian yang dirasakan secara bersama. Kita bahkan bisa meminimalisir berbagai tindak kejahatan bila kita mampu menghadirkan rumah bersama bagi semua. Siapapun yang mencoba merusak kebersmaan akan berhadapan dengan eratnya tali persekutuan sebab rumah yang didiami bukan hanya sekadar ditinggali sendiri tetapi adalah rumah bersama untuk semua.
Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk bisa membangun kota perlindungan bagi semua, Amin.
Yesaya 26 : 1 – 3
10 Sept
Rabu
Rumah Bersama penuh Damai Sejahtera
K
ita bisa hidup bersama dengan siapa saja. Tetapi salama kehidupan bersama itu tidak diwarnai dengan ketulusan hati maka suasana kebersamaan akan menjadi malapetaka. Belum lagi, bila dalam kebersamaan itu, setiap orang hidup dengan hanya memikirkan kepentinganya masing-masing. Damai sejahtera tidak akan ada di sana. Teks hari ini mengajarkan kepada kita hal yang penting. Kota perlindungan dimulai dari hati yang teguh dan menyatakan damai sejahtera Allah. Inilah yang saksikan oleh bacaan kita. Kota yang kuat adalah kota yang orang-orangnya memiliki hati yang teguh sebab dijagai oleh damai sejahtera Allah. Kebenaran Firman Tuhan ini memberikan kepada kita kesadaran tentang pentingnya memiliki kelekatan hidup yang intim dengan Tuhan Pemilik kehidupan. Tuhan akan menolong kita memahami bagaimana seharusnya menjalani kehidupan ini. Bukanlah hal yang mustahil, bila kita ada dalam perbedaan, tetapi selama kita bisa tetap mengandalkan Tuhan dengan hati yang tulus, maka perbedaan bukan soal yang harus disingkirkan. Kita akan melihatnya sebagai anugerah untuk memperkaya hidup. Bila kita mengejar target yang menjadi tujuan hidup, bukanlah hal yang mustahil bahwa kita bisa saja melakukan kecerobohan dan kesalahan termasuk menghancurkan hidup sesame. Namun selama hati kita teguh di dalam Tuhan, Tuhan dengan damai sejahtera-Nya akan membuat kita meraih tujuan dan menjadikannya saluran berkat.
Doa: Tuhan Yesus, tolong agar hati kami teguh dan kami mampu nyatakan shalom, amin.
Hati Yang Rendah, Kota Perlindungan Keluarga
Yesaya 26 : 4 – 6
11 Sept
Kamis
A
yat dari Yesaya ini mengingatkan kita bahwa sebagai keluarga, tempat perlindungan yang paling utama bukanlah rumah yang besar atau harta benda yang melimpah, melainkan Tuhan sendiri. Ketika kita bersama-sama belajar untuk sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, seperti gunung batu yang tak tergoyahkan, kita akan menemukan kekuatan di tengah segala tantangan hidup. Nabi Yesaya menggambarkan bagaimana kota yang sombong dan merasa hebat dengan kekuatannya sendiri justru akan jatuh dan diinjak-injak. Sebaliknya, hati yang rendah di hadapan Tuhan menjadi tempat yang aman. Dalam keluarga, ini berarti kita belajar untuk tidak saling meninggikan diri atau merasa paling benar, tetapi saling menghargai, mendengarkan, dan mengakui bahwa kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan. Sebagai keluarga Kristen, mari kita jadikan kerendahan hati sebagai landasan utama dalam setiap interaksi kita. Ketika kita belajar untuk saling merendahkan diri, mengampuni, dan melayani satu sama lain dengan tulus, di situlah Tuhan hadir dan memberikan perlindungan yang sejati. Rumah kita akan menjadi “kota perlindungan” yang bukan hanya nyaman secara fisik, tetapi juga aman dan damai secara rohani karena kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita. Mari kita terus belajar untuk bersandar sepenuhnya kepada Tuhan dalam setiap langkah hidup kita sebagai keluarga.
Doa: Tuhan, Engkau tempat Perlindungan kami. amin.
Mazmur 87 : 1 – 7
12 Sept
Jumat
Kasih Setia Allah, Perlindungan Keluarga
M
azmur ini melukiskan Sion, kota Allah, sebagai tempat yang istimewa karena didirikan oleh Tuhan sendiri di atas gunung-gunung kudus. Lebih dari sekadar bangunan fisik, Sion adalah gambaran kehadiran Allah yang nyata dengan segala kasih setia-Nya. Bagi keluarga Kristen, kita pun dipanggil untuk membangun “Sion” di tengah-tengah rumah kita. Bukan berarti kita harus memiliki bangunan megah, tetapi lebih kepada menciptakan suasana di mana kasih setia Allah terasa begitu kuat. Ketika setiap anggota keluarga saling mengasihi, mendukung, dan mengampuni, di situlah kehadiran Allah bersemi dan menjadikan rumah kita sebagai tempat perlindungan yang sejati.Kehadiran Allah dalam keluarga kita bukan hanya terasa dalam saat-saat indah, tetapi juga menjadi kekuatan di kala sulit. Seperti Sion yang menjadi kebanggaan bangsa-bangsa, demikianlah seharusnya keluarga Kristen menjadi kesaksian kasih Allah bagi dunia di sekitarnya. Ketika kita hidup dalam kasih setia Allah, keluarga kita akan menjadi tempat di mana setiap anggota merasa diterima, aman, dan dikuatkan. Mari kita terus membangun “kota perlindungan” di rumah kita, di mana kasih setia Allah menjadi fondasi dan atmosfer yang senantiasa kita rasakan bersama.
Doa: ya Allah, hadirlah selalu dalam keluarga kami. amin.
Jujur Membangun, Berkat Melimpah
13 Sept
Sabtu
Amsal 11 : 11
A
msal ini memberikan kita gambaran yang jelas tentang bagaimana sebuah kota dapat berdiri tegak dan diberkati. Bukan karena kekuatan militer atau kekayaan materi, melainkan karena kejujuran dan keadilan yang ditegakkan di dalamnya. Sebaliknya, kefasikan dan kejahatan akan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks keluarga, prinsip ini sangat relevan. Rumah kita adalah “kota” kecil di mana setiap tindakan dan perkataan kita saling memengaruhi. Ketika kejujuran menjadi landasan komunikasi dan setiap anggota keluarga berusaha menjauhi segala bentuk kecurangan dan kebohongan, maka berkat Tuhan akan melimpah di rumah tersebut.
Kejujuran menciptakan kepercayaan, dan kepercayaan adalah fondasi yang kokoh bagi sebuah keluarga. Ketika kita saling jujur, kita membangun rasa aman dan nyaman satu sama lain. Menjauhi kefasikan berarti kita menghindari segala tindakan yang merugikan, baik secara materi maupun emosional, di dalam keluarga. Dengan demikian, rumah kita akan menjadi tempat perlindungan yang diberkati, bukan hanya karena terhindar dari masalah eksternal, tetapi juga karena harmoni dan kasih yang terpancar dari setiap hati yang jujur dan tulus. Mari kita jadikan kejujuran dan kebenaran sebagai pilar utama dalam membangun “kota perlindungan” keluarga kita.
Doa: jadikan kami Keluarga yang jujur ya Tuhan. amin.
1 Samuel 12 : 1 – 25
14 Sept Minggu
Doa Keluarga, Pemimpin Berintegritas
M
enjadi pemimpin yang bersih dan jujur semasa memegang jabatan tidaklah mudah. Lebih tidak mudah lagi pemimpin yng mengakhiri tugasny dengan bersih dan jujur. Dalam moment perpisahan Samuel sebagai pemimpin Israel, ia menantang bangsa itu untuk menunjukkan kesalahan atau ketidakadilannya selama ia memimpin. Tindakan ini menunjukkan integritas dan keberanian seorang pemimpin yang bersih hatinya. Bagi keluarga Kristen, kisah ini mengajarkan pentingnya mendoakan para pemimpin kita, baik di tingkat gereja, masyarakat, maupun negara. Kita patut berdoa agar mereka memiliki hati yang tulus, bersih dari kepentingan pribadi, dan berwibawa dalam menjalankan tugasnya. Pemimpin yang demikian akan membawa keadilan dan kedamaian bagi semua orang yang dipimpinnya. Sebagai keluarga, kita juga diajak untuk meneladani keteladanan Samuel dalam hal integritas dan tanggung jawab. Kita dapat saling mengingatkan untuk bertindak jujur dan adil dalam setiap aspek kehidupan kita. Lebih dari itu, mari kita ajarkan anak-anak kita untuk memiliki kepedulian terhadap para pemimpin dan pentingnya mendoakan mereka. Dengan doa yang sungguh-sungguh dari setiap keluarga Kristen, kita turut berkontribusi dalam menghadirkan pemimpin-pemimpin yang berkenan di hati Tuhan dan membawa berkat bagi banyak orang.
Doa: Tuhan, berkatilah para pemimpin kami, amin.
Keluarga Mendoakan para Pemimpin
15 Sept Senin
Mazmur 72 : 1 – 4
M
azmur ini adalah doa permohonan agar raja diberikan hikmat untuk memerintah dengan adil dan membela hak-hak orang miskin serta tertindas. Sebagai keluarga Kristen, doa ini mengingatkan kita akan pentingnya mendoakan para pemimpin bangsa agar mereka menjalankan amanah dengan benar dan berpihak pada keadilan. Lebih dari itu, doa ini juga menantang kita sebagai anggota keluarga untuk memiliki kepedulian yang sama terhadap sesama yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Keadilan dan pembelaan terhadap yang tertindas bukan hanya menjadi tanggung jawab para pemimpin, tetapi juga panggilan bagi setiap pengikut Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkup keluarga, kita dapat mempraktikkan nilai-nilai keadilan dan kepedulian ini dengan saling menghargai, mendengarkan, dan membela anggota keluarga yang mungkin merasa diperlakukan tidak adil. Kita juga dapat mengajarkan anak-anak kita untuk memiliki hati yang peka terhadap penderitaan orang lain dan tergerak untuk membantu sesuai dengan kemampuan kita. Dengan meneladani Kristus yang datang untuk membawa keadilan dan kebenaran, kita berharap keluarga kita menjadi agen perubahan yang membawa damai dan keadilan di lingkungan sekitar kita.
Doa: Tuhan, berilah berkat kepada para pemimpin kami, amin.
Mazmur 72 : 5 – 11
16 Sept Selasa
Doakanlah Pemerintah Senantiasa
M
endoakan pemerintah agar mereka dapat menjalankan tugas pemerintahan dengn bik merupakan tangung jawab setiap warga.Hal ini berdasarkan keyakinan bahwa tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah. Dan dengan demikian Allah jugalah yang memegang kendali atas setiap tugas kepemimpinan yang dijalankan. Doa yang di sampaikan kepada Tuhan untuk memohon kebaikan, umur panjang dan hikmat kepada pemerintah adalah sebuah harapan agar seluruh roda pemerintahannya berjalan sesuai kehendak Allah sehingga pemerintah memperoleh hikmat Allah dalam menjalankan setiap amanat yang dipercayakan. Doa kepada pemerintah mengandung permohonan perlindungan serta pemeliharaan Allah karena begitu banyak tantangan dan ancaman yang datang. Maka marilah terus kita mendoakan pemerintah supaya dalam seluruh masa pemerintahan, banyak hal baik dapat dilakukan secara berkesinambungan, efektif dan menghasilkan pembaruan-pembaruan yang positif bagi kehidupan semua lapisan masyarakat. Tuhan berkenan memberkati kepemimpinan di keluarga, gereja dan masyarakat agar langgeng, berjalan baik dan semua menikmati kebahagiaan serta kesejahteraan.
Doa: Berilah hikmat dan berkatMu bagi pemerintah agar mampu menjalankan tugas yang dipercayakan. Amin.
Doa Menggugah Keberpihakan Pemerintah
Mazmur 72 : 12 – 14
17 Sept Rabu
D
alam setiap orasi di moment politik kita sering mendengar janji–janji tentang pengentasan kemiskinan. Namun ternyata tidak mudah mewujudkannya. Faktanya kemiskinan masih tetap menjadi bagian kehidupan kita. Kemiskinan telah menyeret sebagian manusia kedalam ketidak berdayaan. Apalagi kemiskinan yang terjadi karena struktur sosial, dampak politik,keterbatasan pemerintah dan faktor ekonomi yang tidak adil dan merata. Belum lagi keterbatasan lapangan pekerjaan yang berdampak pada pendapatan ekonomi rumah tangga. Semua ini sangat berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, tempat hunian, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Hanya doa yang mampu menggerakan hati pemerintah agar tergerak untuk melihat dan berpihak untuk mengentaskan kemiskinan dan selalu berpihak kepada mereka orang lemah dan miskin Ini panggilan sekaligus harapan semua rakyat yang menaruh percaya kepada pemerintah sebagai perpanjangan tangan kasih Allah. Kiranya Tuhan memampukan pemerintah mewujudkannya.
Doa: Berikanlah ya Tuhan hati yang penuh dengan balas kasih bagi pemerintah kami untuk berpihak kepada orang lemah dan miskin. Amin.
Mazmur 72 : 15 – 17
18 Sept Kamis
Berdoa agar Pemerintah Diberkati
P
emerintahan yang baik adalah pemerintahan yang menjalankan kerja dan tanggungjawabnya berdasarkan takut akan Tuhan. Pemerintahan yang ideal terwujud melalui kerjasama dan bekerja bersama antara pemerintah juga warga masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, apapun yang mau dilakukan oleh pemerintah tidak akan berhasil dan berdayaguna. Dukungan moril sangat penting sebagi respons positif terhadap karya dan karsa pemerintah. Salah satunya melalui dukungan doa sebagai sarana menggumuli segala rancangan dan arah kebijakan pemerintah agar selalu berkenan kepada Tuhan dan senantiasa berpihak kepada rakyat. Kita sungguh meyakini bahwa berkat kehidupan dan kemakmuran serta kebahagiaan akan melimpahi pemerintah yang menaklukan segala kepemimpinannya dibawah kedaulatan Allah. Sebab itu janganlah kita berhenti mendoakan pemerintah dengan segala upaya mereka mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan dalam kehidupan bersama. Ada banyak masalah yang harus pula mereka selesaikan. Maka biarlah kita berdoa, Tuhan memberikan hikmat kepada pemerintah untuk menyelesaikannya satu demi satu.
Doa: Kiranya Allah tetap memberkati dan memberikan kebahagiaan bagi pemerintah. Amin
Doa Jemaat
Timotius 2 : 1 – 4
19 Sept Jumat
P
aulus dalam suratnya kepada Timotius mendorongnya untuk tidak hanya berdoa bagi jemaat Kristen atau bagi orang – orang saleh saja, melainkan berdoa bagi semua orang termasuk para pemimpin. Tujuannya hanya satu agar semua orang dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Ini harus senantiasa didaoakan dalam ibadah-ibadah jemaat menjadi doa jemaat yang menopang tugas pemerintah. Nasehat Paulus kepada Timotius ini sekaligus merupakan nasehat bagi kita hari ini. Kita tidak menyangkali bahwa dalam berdoa yang kita doakan lebih banyak tentang apa yang kita sendiri dan orang–orang terdekat butuhkan. Dalam keluarga, jarang kita mendoakan pemerintah. Hanya ketika kita ada dalam persekutuan ibadah di gereja, baru kita mendoakan pemerintah. Firman Tuhan ini mengingatkan kita semua. Dalam setiap doa yang kita sampaikan di keluarga, janganlah lupa mendokan pemerintah. Sama halnya ketika kita ada dalam ibadah jemaat. Doa-doa jemaat bagi pemerintah senantiasa disampaikan. Doa agar Tuhan memakai pemerintah sebagai alat damai sejahtera sehingga kehidupan yang kita jalani selalu damai dan tentram.
Doa: Tuhan tolong pemerintah kami agar kehendakMu yang nyata dalam kerja dan pengabdian mereka, Amin
Mazmur 2 : 10 – 11
20 Sept
Sabtu
Berdoa agar Pemerintah Bijaksana
A
gar seluruh proses pemerintahan dapat terselenggara dengan baik maka dibutuhkan pemerintah yang bijaksana. Artinya pemerintah tidak lalu harus memposisikan diri sebagai yang maha tahu atau yang paling berkuasa atas segala sesuatu tetapi pemerintah yang bijaksana dalam pemerintahnya ialah pemerintah yang mau melayani dengan tetap tunduk dan menaklukan segala pemerintahannya di bawah kuasa Tuhan. Pemerintah pun bersedia membuka diri untuk menerima masukan warganya. Lebih dari itu pengajaran Firman Tuhan akan menuntun pemerintah untuk melakukan apa yang benar dan adil. Pemazmur dalam nas bacaan hari ini mengngatkan hal itu. sebagai orang-orang yang telah diurapi Tuhan, diyakini dapat menjalankan tugas dengan lebih bijaksana. Karena itu pemazmur menyerukan, bertindaklah bijaksana dan terimalah pengajaran sebelum memutuskan suatu perkara dan bekerja dengan takut Tuhan. Hari ini kita diingatkan agar berdoa bagi pemerintah supaya bertindak bijaksana dan melayani masyarakat dengan takut Tuhan. Hanya dengan begitu, sukacita dapat dinikmati dalam kehidupan bersama.
Doa : HikmatMu berilah agar pemerintah kami memimpin dengan bijaksana. Amin
Titus 3 : 1 – 14
21 Sept
Minggu
Lemah Lembut dalam Berelasi
T
itus adalah seorang pelayan yang dikaderkan oleh Rasul Paulus. Ada banyak kondisi sulit yang dihadapi Titus di Kreta tempat ia melayani. Salah satunya adalah perlakuan tidak adil pemerintah terhadap umat waktu itu dan juga sikap dan pola hidup umat Krsiten di Kreta yang tidak mejadi teladan Kristus bagi orang lain. Ada beberapa saran Paulus terhadap kondisi ini yang harus segera dilakukan dan diajarkan Titus kepada jemaatnya. Paulus berpesan melalui Titus agar jemaat sebagai pengikut Yesus, bersikap ramah terhadap semua orang. Berlaku ramah bukan hanya kepada sesama pengikut Yesus, melainkan juga kepada semua orang yang berlaku baik terhadap jemaat maupun yang tidak menyukai jemaat. Kelemah-lembutan adalah suatu karunia Roh Kudus. Orang percaya yang telah dikuasai Roh Kudus sepatutnya hidup ramah kepada semua orang. Tidak terlibat dalam pertengkaran dan menghamburkan emosi yang sia-sia. Kunci untuk terhindar dari pertengkaran adalah berusaha tetap ramah kepada siapapun termasuk orang yang memusuhi kita. Sabar menghadapi setiap orang pada segala situasi. Itulah nasehat firman Tuhan yang harus dipegang dalam menjalankan aktifitas kerja dan pelayanan kita di hari ini.
Doa: Tuhan, bantu kami untuk bersikap lemah lembut dalam berelasi. Amin.
Amsal 6 : 16 – 17
22 Sept
Senin
Jangan Bermata Sombong dan Suka Berdusta
M
ata sombong maksudnya mata yang tidak memperhatikan sesama karena menganggap diri lebih dari mereka. Karena itu dengan mudah merendahkan orang. Cara memandang orang lain dengan gaya merendahkan itulah kesombongan. Apa yang harus kita tonjolkan atau apa yang harus disombongkan terhadap sesama manusia?. Dalam nas bacaan hari ini, ada nasehat tentang perkara-perkara yang dibenci Tuhan, karena itu tidak boleh dilakukan. Salah satunya adalah mata sombong dan lidah dusta. Jadi kesombongan melalui pandangan mata yang sinis, tidak peduli dan merendahkan sesama disertai dengan suka berbohong menjadi perilaku yang harus dihindari. Selain karena memang itu tidak disukai Tuhan, tetapi hal itu juga dapat mengganggu relasi atau hubungan antar sesama. Padahal kita semua dipanggil untuk menjaga keterikatan hidup sebagai makhluk sosial. Marilah kita jaga keterikatan hidup itu mulai dari keluarga. Masing-masing bersikap rendah hati dan tidak memandang dengan sebelah mata dan berkata benar. Hal yang sama patut dilakukan terhadap orang lain. Mari kita hidup saling merangkul dengan penuh kasih. Jangan bermata sombong dan suka berdusta.
Doa: Tolonglah kami Tuhan, untuk tidak hidup dengan mata sombong dan lidah dusta, Amin.
Hiduplah Benar di Hadapan Tuhan
Amsal 6 : 18 – 19
23 Sept
Selasa
S
ifat lain yang dibenci Tuhan adalah bersaksi dusta atau suka mengatakan kebohongan dan merancangkan kejahatan. Sebagai anak-Nya, kita harus bijaksana dengan lidah kita dan menggunakannya untuk memperkatakan kebenaran. Kebohongan seperti racun yang dapat merusak relasi hidup bersama baik dalam keluarga, jemaat maupun masyarakat. Misalnya fitnah atau tuduhan yang diberikan kepada orang lain demi menyelamatkan diri sendiri. Demikian juga dalam kehidupan bersama dengan orang lain janganlah suka merancang kejahatan dan menimbulkan pertengkaran saudara. Inilah nasehat bijaksana dari Amsal kepada kita. Kehidupan yang penuh damai dan ketentraman adalah kerinduan bersama. Hal itu harus sama-sama diwujudkan. Dengan begitu kita mestinya menghindari kebencian dan kemarahan, sebab itu akan membawa permusuhan. Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Marilah kita membangun kehidupan bersama yang terikat dalam kasih dengan menjauhkan kebohongan, kebencian dan hati yang dipenuhi rancangan kejahatan.Hiduplah benar di hadapan Tuhan
Doa: Tuhan terima kasih untuk pengampunanMu. Mampukan kami hidup benar di hadapanMu Amin.
24 Sept
Rabu
1 Kor 16 : 13 – 18
Tegar Menghadapi Apapun
S
ebagai orang percaya, kita harus berjaga-jaga, tidak gentar dan tetap tegar sebab masalah kadang datang secara tiba-tiba. Hal inilah yang menjadi tujuan rasul Paulus menasehati jemaat di Korintus agar berjaga-jaga. Masalah dan tantangan datang kapan saja.. Oleh sebab itu, mereka harus kuat menghadapinya. Berjaga-jaga merupakan tanda kesiagaan atau kewaspadaan. Itu sikap seorang prajurit. Berdiri teguh adalah kata yang juga digunakan dalam konteks peperangan, dimana seorang prajurit mempertahankan posisi di depan musuh dengan tidak goyah, tidak mundur, dan tidak menjadi lemah. Selain itu, mesti punya iman yang kuat. Iman yang dimaksudkan adalah iman yang sudah diisi oleh Firman Allah yang berisikan pengajaran yang benar tentang injil Kristus. Dengan iman kepada Tuhan maka seseorang tidak mudah lemah dan gentar ditengah masa yang sukar. Orang percaya yang tetap kuat adalah orang yang sepenuhnya bersandar kepada Tuhan. Rahasia kekuatan ini adalah karena kedekatan yang intim dengan Tuhan, sebab Tuhan adalah sumber dari kekuatan tersebut. Ada banyak kesukaran yang kita hadap tetapi marilah kita belajar untuk menjadi orang percaya yang tidak gentar menghadapi semua, sebab ada Yesus yang menyertai kehidupan kita. Hari ini, doakanlah semua laki-laki gereja yang berulang tahun agar kuat berdiri dalam iman dan terus menjadi teladan kapan dan dimana saja.
Doa: kami percaya Tuhan, Engkau selalu bersama kami apapun yang terjadi . Amin.
Cintailah Kebenaran dan Damai
Zakharia 8 : 18 – 19
25 Sept
Kamis
A
da ungkapan yang mengatakan “Dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera dan akibat dari kebenaran adalah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya”. Keadaan yang seperti ini tentunya menjadi harapan bagi setiap insan ciptaan Tuhan, dan harapan itu bukan hanya sekedar dalam ucapan belaka melainkan harus diwujudnyatakan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Zakahria sebagai seorang abdi pilihan Allah mengingatkan Israel akan hal ini. dalam segala situasi cintailah kebenaran dan damai. Ketika seseorang mencintai kebenaran dan kedamaian maka dalam kehidupannya pasti akan selalu menciptakan suasana tenang, tentram yang didalamnya ada sikap hidup saling menghormati dan menghargai. Apalagi sebagai warga gereja, kita terpanggil untuk mencintai kebenaran dan menghadirkan kedamaian dalam hidup jemaat dan masyarakat. Janji penyertaan Tuhan bagi kita akan selalu teralami apabila kita memelihara kehidupan yang damai. Jangan takut dan kuatir untuk menjalani kehidupan, apapun rintangan dan pergumulan jangan sampai melemahkan iman kita. Wujudkanlah selalu kehidupan yang mencintai kebenaran dan kedamaian.
Doa: Tuhan tuntun kami agar terus mencintai kebenaran dan damai Amin.-
Doa: Tuhan tolong kami agar dapat untuk hidup dalam kebenaran dan damai. Amin.
Ibrani 12 : 14 – 15
26 Sept
Jumat
Hidup Damai Dengan Semua Orang
M
enjadi murid Tuhan Yesus akan menghadapi berbagai tantangan iman. Penderitaan dan penganiayaan dialami sebagai resiko percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Hal ini dialami oleh orang kristen Yahudi dimana surat penggembalaan ditujukan kepada mereka saat mengalami penderitaan dan penganiayaan dalam kehidupan mereka. Penulis surat Ibrani menasehati mereka untuk tidak meninggalkan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Di tengah situasi dan kondisi tantangan iman yang luar biasa, mereka harus tetap berusaha untuk hidup damai dengan semua orang dan mengejar kekudusan hidup. Hal ini penting agar jangan menimbulkan kerusuhan yang diakibatkan dari akar pahit perasaan hati yang marah dan penuh kebencian. Namun harus memberi diri dan hati untuk dituntun kuasa Roh Kudus agar tetap kekudusan diwujudkan dalam relasi hidup dengan semua orang. Penegasan ini juga disampaikan bagi kita semua. Dalam membangun relasi dengan siapa saja. kita hadir untuk melakukan kebaikan dan tidak menimbulkan kebencian atau ketidaksukaan yang kadang membuat kehilangan damai hati. Sebab itu marilah kita meminta hikmat Tuhan agar kebaikan terus kita wujudkan demi kedamaian hidup dengan semua orang dan demi hormat kepujian nama Tuhan.
Saling Menghormati Satu Dengan Yang Lain
1 Tesalonika 5 : 12 – 13
27 Sept
Sabtu
S
urat Tesalonika di tulis oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika agar mereka tetap setia pada iman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Nasehat ini ditengah kondisi jemaat yang mengalami penganiayaan dan mereka selalu mengharapkan kedatangan Tuhan Yesus secepatnya. Paulus berharap agar pengharapan mereka akan kedatangan Tuhan tidak menggangu aktivitas keseharian mereka terkait dengan kerja. Sebab kuatnya pemahaman tentang kedatangan Tuhan yang semakin dekat membuat mereka tidak lagi bekerja dan mengganggu mereka yang ada dalam aktivitas kerja. Paulus tegaskan bahwa kedatangan Tuhan sudah pasti dan tidak perlu dipersoalan kapan waktunya. Tetaplah dalam tugas dan tanggung jawab untuk hidup dan masa depan serta saling menghormati satu dengan yang lain. Dengan mewujudkan demikian, maka kita mewujudkan perdamaian dengan semua orang. Nasehat ini penting bagi kita yang juga dalam masa penantian Tuhan Yesus. Kita tetap melakukan semua tanggung jawab kita dengan menjaga relasi hidup yang baik serta saling menghormati satu dengan yang lain demi kedamaian bersama sebagai umat ciptaan Tuhan.
Doa: Ya Tuhan tuntun kami agar dapat mewujudkan hidup saling menghormati demi hormat kepujian namaMu. Amin.-
Roma 14 : 13 – 23
28 Sept
Minggu
Hadirkanlah Kasih, Damai Sejahtera Dan Sukacita
P
anggilan kita sebagai gereja yaitu persekutuan umat percaya adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah yakni kasih, sukacita, kebenaran dan damai sejahtera. Mewujudkan hal demikian merupakan hal penting sebagaimana karya Allah yang telah dilakukan dalam cinta kasih Tuhan Yesus melalui pengorbananNya mati dan bangkit demi keselamatan dunia dan orang percaya. Melalui surat pastoral kepada jemaat di Roma, Paulus mengingatkan jemaat untuk mewujudkan hal tersebut dan tidak mempersoalkan hal-hal sepele tentang makanan. Sebab kondisinya akibat soal ini membuat mereka saling menghakimi dan menjadi sandungan antara satu dengan yang lain serta berdampak tidak baik bagi persekutuan jemaat. Paulus tegaskan agar mereka meninggalkan cara berpikir dan bertindak demikian, namun mereka harus sadar akan panggilan mereka untuk mewujudkan sikap hidup yang mendatangkan tanda-tanda kerajaan Allah. Demikianpun kita saat ini, dimana pun dan kapanpun panggilan itu harus kita lakukan dengan menghadirkan kasih, damai sejahtera, sukacita dan kebenaran melalui seluruh kerja dan akivitas keseharian kita. Kesemuanya itu adalah demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.
Doa: Tuhan tolonglah kami agar dapat mewujudkan kasih, damai Sejahtera dan sukacita bagi semua orang. Amin.-
Keteladanan adalah Kata dan Tindakan
1 Korintus 4 : 14 – 21
29 Sept
Senin
K
ita mungkin pernah mendengar ada yang menyatakan bahwa tindakan lebih kuat daripada kata-kata. Kata-kata ini ada benarnya juga sebab kita memahami bahwa faktanya orang akan menilai seperti apapun bukan hanya tergantung dari kata-kata yang indah atau diplomatis, melainkan dari apa yang kita lakukan. Kita bisa saja berkata kasih, tetapi bila dalam hidup, orang mengenal kita sebagai seorang yang sulit didatangi untuk memintakan kesediaan memberikan sumbangan, kata-kata kasihkita dianggap hanya menjadi ucapan pemanis bibir saja. Kita bisa saja mengajarkan orang untuk percaya kepada Tuhan, namun ketika kita ada dalam situasi sakit dan kita mendatangi tukang baroba maka kesaksian kita dipertanyakan. Jemaat Korintus adalah jemaat yang besar. Perselisihan yang mengakibatkan perpecahan . Perlakuan satu terhadap yang lain sangat memprihatinkan. Tarikan budaya duniawi menambah keresahan terkait keberadaan Kekristenan di Korintus. Paulus menegur pola hidup seperti ini. Hidup sebagai pengikut Tuhan itu bukan hanya berkaitan dengan apa yang diyakini dan dikatakan, tetapi juga apa yang dilakukan. Karena itu, marilah kita mengevaluasi kehidupan keimanan kita. Semoga Tuhan Yesus menolong kita mengaktakan iman setiap dalam kata dan perbuatan.
30 Sept
Selasa
Doa: Ya Allah, mampukanlah kami menyatakan iman melalui kata dan perbuatan kami, ,Amin.
Matius 6 : 31 – 34
37
Jangan Kuatir
T
ak pernah Tuhan janji hidupku takkan berduri, tak pernah Dia janji lautan tenang, tetapi Dia berjanji kan selalu sertaku, dan menuntun jalan hidupku slalu..” adalah sepenggal lagu rohani yang sangat memberikan inspirasi bagi kita. Melaluinya kita belajar untuk tidak kuatir. Memang harus diakui bahwa kekhawatiran adalah hal yang manusiawi. Dengan melihat berbagai realitas di masa sekarang ini siapapun pasti ada dalam kekhawatiran. Sekian daftarnya bisa disusun sebagai cara memperlihatkan betapa kuatir menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Hari ini Firman Tuhan memberikan pendasaran indah melalui jaminan yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Sebagai Injil yang berbicara tentang hidup dan ajaran Tuhan Yesus, melaluinya kita juga diajari apa artinya menjadi umat Allah dan hidup yang sesuai kehendak Tuhan. Itulah sebabnya maka pertanyaan “ Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? “ tidak mesti menjadi pertanyaan orang percaya. Injil Matius menulis bahwa pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tuhan Yesus mengajari kita bahwa hidup itu lebih penting dari apapun. Burung di udara Tuhan pelihara, bunga bakung di ladang Tuhan dandani, apalagi kita orang-orang yang dikasihi-Nya. Oleh sebab itu, mari belajar untuk tidak kuatir sebab seperti yang Tuhan katakan: kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Kuatir tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya Tuhan Yesus saja yang bisa menolong kita.
Doa: Ya Allah, pemeliharaanMu membuat kami tak lagi kuatir. ,Amin.
Teduh Di Akhir Santapan
K
ita bersyukur dapat mengakhiri bulan September dengan berbagai momentum penting bagi gereja. Tidak hanya HUT GPM, beberapa agenda organisasi gereja juga telah berjalan dengan baik. Kini, kita akan memasuki Bulan Oktober 2025 sebagai waktu yang menentukan sejarah kehidupan gereja untuk 5 (lima) tahun berikutnya, melalui pemilihan MPH Sinode periode yang baru.
Sebelum kaki kita melangkah di bulan yang penting ini, patutlah kita bertanya pada diri sendiri: Apakah sebagai warga gereja, saya siap untuk memberikan dukungan terhadap peristiwa oragnisasi gereja ini, guna menjadi momentum kesaksian iman bagi dunia? Mungkin tak mudah bagi kita untuk menjawabnya. Marilah kita merenungkan jawaban itu dengan tetap berdoa supaya apa yang terjadi di gereja ini berlangsung dalam kehendak Tuhan bukan manusia.
Luangkah waktu saudara untuk berdoa! Bahkan, ajaklah keluarga atau orang-orang di sekitar saudara untuk terus berdoa bagi gereja ini, khususnya bagi Sidang Sinode GPM tahun 2025.
Lakukanlah beberapa langkah ini:
